My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Lima Puluh Satu


__ADS_3

Sepulang sekolah Lolita seperti biasa Lolita akan mengajak Aldi untuk mengobrol, meskipun Aldi tidak pernah menyahuti tapi ia berharap sekali Aldi menyahuti ucapannya itu.


"Aldi sayang aku pulang" Bisik Lolita di telinga Aldi. Setelah itu ia mendudukkan dirinya di kursi dan seperti biasanya.


"Sayang, kamu kapan bangun sih" ucap Lolita dengan gaya cemberutnya.


"Kamu tahu ngga aku tadi ngelamun di sekolah, sampai sampai saat Bu Silvi panggil aku malah aku menyahuti dengan memanggil nama kamu" Tutur Lolita sambil terkekeh. tetapi air matanya itu keluar.


"Ih air mata ini kenapa nakal sih keluar mu saat aku ngajak kamu ngobrol" ucap Lolita sambil menghapus air matanya.


"Kamu kapan bangun? aku sangat merindukanmu kamu" Ucap Lolita yang kini sudah benar benar menangis.


"Marahnya jangan lama lama, aku ngga usah kalau kamu diemin terus seperti ini" Lolita terus menghapus air matanya yang tak henti hentinya mengalir itu.


sedangkan Aldi, laki laki itu mencoba mencari asal suara merdu yang akhir akhir ini sering ia dengar. Aldi melihat kesekitar namun ia tidak mendapati siapa siapa, semuanya gelap.


"Kamu siapa?" Teriak Aldi. "Kamu dimana? aku mencari kamu?" Aldi terus saja berteriak mencari sumber suara yang sering ia dengar.


"Aku disini, aku menuggu mu untuk datang kepada ku" ucap seseorang dengan suara yang sangat Aldi kenal.


Aldi berbalik kebelakang, namun ia tidak mendapati siapa siapa di belakangnya.


"Kamu dimana? aku tidak menemukanmu" Teriak Aldi.


"Aku disini, kemari lah aku dibelakang kamu, pegangan lah tanganku" ucap Suara itu. Aldi pun kembali membalikkan badannya, ia dibuat silau akan cahaya yang tiba muncul tiba tiba.


Terlihat seorang gadis dengan senyum manis dengan rambut digerai panjang memakai gaun berwarna putih sedang mengulurkan tangannya ke arahnya.


"Kamu?" ucap Aldi dengan nada yang bertanya. gadis itu pun mengangguk, "Terimalah uluran tanganku, karena hanya cinta sejati yang mampu menolong mu" ucap Gadis itu masih sambil tersenyum.


"Cinta sejati?" Aldi terus saja bertanya. "Iya, gadis itu pun mengangguk, dan Aldi pun akhirnya menerima uluran tangan itu dan ia semakin dibuat silau dengan cahaya yang semakin terang itu.


"Aldi" Lolita terlihat sangat senang ketika melihat Aldi yang mengerjab, mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kamarnya.


"Aldi kamu sudah sadar?" Ucap Lolita bahagian bukan main.


Lolita langsung memencet tombol darurat, dan tak lama seorang dokter dan juga suster pun masuk kedalam ruangan Aldi.


Dokter itu segera memeriksakan keadaan Aldi. "Alhamdulillah pasien sudah sadar" ucap dokter itu sambil tersenyum.


"Lo-li-ta" ucap Aldi Lirih hampir tidak terdengar dan juga terbata bata.


"Ada yang anda inginkan?" tanya Dokter itu, Aldi pun kembali menyebut nama Lolita dengan lirih.


"Lolita?" Ucap Dokter itu dan Aldi pun menggunakan dengan kemah dan juga susah payah.


"Saudari Lolita" ucap Dokter itu. "Saya sendiri dok" Ucap Lolita "sepertinya pasien ingin berbicara dengan Anda" ucap Dokter itu. Lolita kemudian mendekat kearah Aldi.


"Kalau begitu saya permisi" ucap dokter itu kemudian berjalan keluar diikuti dengan suster di belakang.


"Lolita" Bibir pucat Aldi itu terus memanggil nama Lolita. "Iya aku disini" ucap Lolita sambil menatap Aldi. Tangan Aldi bergerak gerak ingin memegang tangan Lolita, Lolita yang menyadari itu pun langsung menggenggam tangan Aldi.


Tiba tiba air mata Aldi menetes. "Kenapa menangis? ada yang sakit? mau aku panggilkan dokter lagi?" Tanya Lolita, namun Aldi menggeleng.


Tubuhnya memang rasanya sangat sakit semua tapi bukan itu yang menyebabkan ia menangis.


"Ja-ngan pel-gi" Ucap Aldi masih dengan suara yang lirih, ia juga nampak kesulitan untuk berbicara.


Lolita membuka Alat bantu pernafasan Aldi supaya mempermudah laki laki itu untuk berbicara. "Ja-ngan pel-gi" Aldi terus saja mengucapkan kata itu dengan air mata yang terus saja menetes. "Ma-af" bibir pucat Aldi itu masih terus mencoba untuk berbicara.


Lolita Kembali memasang alat bantu pernafasan Aldi. Gadis itu menggeleng, Lolita ikut menangis karena Aldi menangis. "Shutt, aku udah maafin kamu, kamu jangan banyak bicara dan aku juga ngga akan pergi untuk ninggalin kamu" Ucap Lolita lembut sambil menghapus air mata Aldi dengan sebelah tangannya.


"Ja-ngan Min-ta pi-sah" Aldi masih sangat takut jika ia ditinggal oleh gadis yang sangat ia cintai itu, Air matanya tidak henti hentinya mengalir.

__ADS_1


"Udah stop, kita ngga akan pisah dan ngga akan ada yang bisa memisahkan kita kecuali mau" ucap Lolita sambil menghapus air mata Aldi. "Sudah jangan menangis, aku akan selalu disini bersama dengan kamu apapun keadaannya" imbuh Lolita lagi.


Mendengar ucapan Lolita akhirnya Aldi bisa lega, ia berhenti menangis. "Mau minum?" Tanya Lolita, dan Aldi pun mengangguk.


Lolita mengambil air yang ada di dalam gelas, dan juga sendok untuk mempermudah Aldi minum, karena dengan keadaannya yang seperti sekarang ini tidak memungkinkan dirinya untuk minum dari sedotan ataupun dari sendok langsung.


Setelah membantu Aldi minum, Lolita pun mengembalikan gas itu ketempat semula.


"Sudah sekarang mending kamu istirahat aja biar cepat pulih" Ucap Lolita, dan Aldi pun menurut laki laki itu pun memejamkan matanya untuk tidur.


Suara pintu yang terbuka itu membuat atensi Lolita menjadi teralihkan kearah pintu.


"Ayah, Bunda" Panggil Lolita kepada Wilna dan juga putra.


"Tadi Lala dapat telfon katanya Aldi sudah sadar?" ucap putra dengan nada bertanya. "Iya, Aldi tadi memang sudah sadar dan sekarang Aldi sedang tidur" ucap Lolita. Wilna dan Putra pun akhirnya bernafas dengan lega ketika putra sulung mereka akhirnya membuka mata juga.


••••


Seminggu sudah berlalu setelah Aldi siuman. Laki laki itu kini sudah tidak memakai Alat bantu pernafasan, Cervical Collar dan juga selang di dada.


namun apa yang dikatakan dokter itu benar, Aldi mengalami kelumpuhan, tapi itu tidak bersifat permanen itu hanya sementara. Aldi akan Kembali berjalan dengan normal jika dirinya rutin minum obat dan juga melakukan terapi.


Semua orang sedang berkumpul di ruang rawat Aldi, Wilna, Putra, Nita, Doni, Satya, Regan, Yolanda, dan juga Sisi.


namun sedari tadi Lolita belum melihat Evan dan juga Amel, ntah kemana dua sejoli itu.


"Betah banget sih tidurnya, kamu tahu ngga sih aku itu udah rindu banget sama kamu" ucap Lolita sambil mengerucutkan bibirnya. di yang melihat itupun menjadi gemas.


"Emang disana ada yang lebih cantik dari aku apa sampe sampe kamu sebulan ngga mau bangun" Ucap Lolita lagi.


"Iya, disana emang ada cewek cantik. rambutnya panjang dan senyumnya juga manis" ucap Aldi yang berhasil membuat Lolita semakin kesal.


"Dia bilang dia adalah cinta sejati aku, dan dia adalah orang yang menarik aku dari tidur panjang aku, dia adalah pemilik suara indah yang selaku aku dengar" Aldi Kemabli melanjutkan kata katanya hingga membuat Lolita semakin kesal dibuatnya.


"Maaf telat" ucap Evan sambil nyengir. Laki laki itu kemudian berjalan menghampiri Aldi. "Wah selamat Kemabli ke dunia nyata Bro" Ucap Evan senang.


"Mana?" Tanya Aldi sambil menyodorkan tanganya yang bebas dari infus itu.


Evan menyerahkan sebuah kotak beludru berwarna biru tua itu kepada Aldi.


"Thanks" ucap Aldi.


Aldi kemudian melanjutkan kata katanya yang sempat terjeda tadi.


"Dan orang cantik itu adalah kamu" ucap di sambil tersenyum dan membuka kotak beludru itu.


mendengar ucapan Aldi wajah Lolita seketika langsung merona karena malu.


Aldi yang melihat itu pun semakin dibuat gemas dan ingin mencubit pipinya.


"Dan ini buat kamu" Ucap di sambil menunjuk kan sebuah kalung berlian The Heart Of The Ocean.


Berlian biru dengan berbentuk hati yang cantik ada di tengahnya serta di kelilingi oleh puluhan berlian putih.


Berlian itu di pesan khusus oleh Aldi untuk hadiah anniversary nya yang sempat kacau dengan harga US$ 20 Juta atau setara dengan Rp 280 Miliar.


"Ini adalah hadiah Anniversary untuk kamu, tapi karena kesalah pahaman itu membuat semuanya menjadi kacau" Tutur Aldi.


Lolita menutup mulutnya tidak percaya, Aldi membelikan kung untuknya degan harga miliaran. Rasanya Lolita ingin terbang ke Neptunus sekarang juga.


"Kenapa kamu buang buang uang untuk membeli kalung semahal ini?" Tanya Lolita.


"Ngga ada yang mahal kalau untuk kamu, apapun itu yang kamu inginkan pasti akan aku turuti" Ucap Aldi, Lolita terharu mata gadis itu berkaca kaca.

__ADS_1


"Sini aku pakein" Ucap Aldi, dan Lolita pun mendekatkan dirinya kepada Aldi menyesuaikan tingginya agar mempermudah Aldi untuk memakaikan kalungnya itu.


"Sudah selesai" ucap Aldi, Lolita pun berdiri dan menghadap ke arah Aldi. "Cantik" Ucap Aldi sambil tersenyum.


"Sini naik keatas tempat tidurnya, karena aku belum bisa berdiri dengan kaki aku sendiri untuk menyusul kamu" ucap Aldi sambil menepuk sisi ranjang sebelahnya. Lolita pun menurut dan naik keatas tempat tidur.


"Jangan pergi pergi lagi" ucap Aldi sambil menatap wajah Lolita dalam.


"Aku ngga sanggup jika harus kehilangan kamu lagi" imbuh Aldi, Lolita pun mengangguk.


"Janji, sekarang kalau ada masalah kamu harus dengerin penjelasan aku dulu jangan langsung minta pisah, aku ngga bisa kalau harus pisah dengan belahan hati aku ini" Tutur Aldi, dan Lolita pun Hanya bisa mengangguk.


Aldi menarik Lolita kedalam pelukannya, Dan Lolita pun membalas pelukan Aldi dengan erat sangat erat.


"Jangan pernah tinggalkan Aku Aldi" Ucap Lolita sambil memejamkan matanya, mencium dalam dalam aroma tubuh Aldi yang sangat ia rindukan itu.


"Uuuu baperrrr" ucap Yolanda. "Mau peluk juga dong" Ucap Amel.


"Sini sini tak kasih peluk" ucap Evan dan Regan sambil merentangkan tangan siap memberikan pelukan hangat untuk kekasihnya masing masing.


Dan Yolanda pun langsung masuk kedalam pelukan Regan, begitu pula dengan Amel yang langsung masuk kedalam pelukan Evan.


"Lah kok jadi pada berpelukan" Ucap Satya **** karena jomblo ngga ada yang di peluk.


"Itu Sisi nganggur ngga ada yang meluk" ucap Nita yang Nita yang kini sedang berada di rangkulan mesra suaminya, Begitu pula dengan Wilna yang berada dirangkulan Putra.


"Sini si bang Satya peluk" ucap saya pada Sisi, dan laki laki itu pun langsung memeluk Sisi degan erat membuat sisi engap.


"Ihhh bang Satya modus" ucap Sisi sambil melepaskan pelukannya. Serial semua orang pun tertawa melihat ekspresi Satya yang super ngenes itu.


 


❝***End❞


 


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe


jangan lupa tinggalin jejak


vote, like, komen, rate jugaaa


pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story

__ADS_1


oke***


__ADS_2