My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 67


__ADS_3

"Ah, aku bosan sekali, kapan aku boleh pulang?" tanya Khalif yang mulai rewel


"Tunggu sebentar lagi Al," jawab Dama mencoba menenangkannya


"Memangnya aku harus menunggu siapa, toh sekarang aku sudah sehat jadi untuk apalagi bertahan di sini," jawab Al


Ia segera beranjak dari duduknya dan mencari jaketnya. Nina memasuki ruangan itu dan melihat suaminya mencari sesuatu.


Ia kemudian membuka laci meja dan mengambil sebuah jaket denim.


"Apa kau mencari ini?" tanya Nina


"Hmm, bagaimana kau bisa tahu?" jawab Al mengerutkan keningnya


"Karena kau selalu memakai jaket itu saat pergi kemanapun," jawab Nina


"Hmm, kali ini kau benar lagi. Aku heran kenapa kau tahu banyak tentang diriku, sebenarnya siapa kamu?" tanya Khalif


"Aku penggemar mu," ucap Nina sambil tersenyum


"Sudah kuduga tidak ada yang lebih mengetahui diriku selain fans beratku, thanks jaketnya." tukas Khalif


Ia kemudian segera memakai jaket itu dan bergegas pergi. Dama berusaha melarangnya pergi namun Nina memberikan isyarat kepadanya untuk membiarkan Khalif pergi.


"Jangan khawatir, aku akan mengawasinya," ucap Nina kemudian menyusul Khalif

__ADS_1


Di depan lobby rumah sakit seorang pria menunggu kedatangan Khalif. Ia kemudian melemparkan kunci motor kepada Khalif.


"Thanks Bro," Khalif kemudian bergegas naik keatas motornya dan melesat pergi meninggalkan rumah sakit.


Sementara itu Panji segera menghentikan mobilnya tepat di depan Nina dan menemani wanita itu menyusul Khalif.


Khalif menghentikan motornya di sirkuit tempat biasa ia latihan.


"Halo Bro, apa kabar!" seru Khalif menyapa teman-temannya


Semua orang tampak terkejut melihat kedatangan Khalif, beruntung Max segera mencairkan suasana canggung diantara mereka.


Ia kemudian mempersilakan Khalif untuk berlatih bersama teman-teman lainnya.


"Maaf kalau merepotkan," ucap Nina menemui Max


"Terimakasih atas pengertiannya, kalau begitu aku permisi," ucap Nina berpamitan


Saat ia hendak pergi tiba-tiba seorang wanita muda berlari menghampiri Khalif. Wanita itu langsung memeluknya erat.


"Lama tak bertemu, kenapa kau terlihat lebih kurus, apa kau sakit?" tanya wanita itu


"Memangnya apa peduli mu," jawab Khalif melepaskan pelukan wanita itu kemudian meninggalkannya


"Kenapa, apa kau masih marah padaku!!" seru wanita itu kemudian mengejarnya

__ADS_1


Khalif tak menjawab pertanyaan Naira hingga membuatnya semakin kesal.


"Kau tahu sekarang aku memilih mengakhiri karier model ku demi dirimu!" ucap Naira menghadang langkah Khalif.


Ia merentangkan tangannya dan melarang pria itu melangkah meninggalkannya.


"Minggir!" seru Khalif berusaha menerobos pergi meninggalkan Naira


Namun Naira kembali mengejarnya dan kali ini memeluknya dari belakang.


"Aku tidak mau pergi lagi, aku benar-benar menyesal karena meninggalkan mu waktu itu. Dan sekarang aku tak mau pergi lagi, aku tak mau menyesal untuk kedua kalinya, untuk itu tolong maafkan aku dan kita mulai lagi hubungan kita dari awal," ucap Naira menggenggam lengan Khalif


Sementara itu Nina hanya memandangi keduanya dari kejauhan.


"Dia Naira, mantan kekasih Al. Dia adalah wanita yang sudah membuat Al menjadi lelaki dingin dengan meninggalkannya tepat di hari pertunangan mereka," ucap Max


Nina mengangguk, "Mudah-mudahan kedatangan Naira bisa membantu kesembuhan Al," ucap Nina


"Aamiin,"


Nina kemudian melangkah pergi meninggalkan sirkuit.


Panji segera membukakan pintu mobil untuknya.


"Semoga kau sabar menghadapi semua ini," ujar Panji

__ADS_1


"Insya Allah, doakan saja aku kuat menghadapi semuanya," jawab Nina


__ADS_2