
"Apa yang ingin Lo katakan?" tanya Adi dengan nada bicara yang datar dan juga tatapan mata dingin
"Apa ngga sebaiknya nunggu pesanan Lo berdua dateng dulu" jawab Salsa sambil menatap Aldi dan Lolita secara bergantian. Sedangkan Lolita hanya duduk manis diam mendengarkan pembicaraan mereka berdua sambil sesekali membalas pesan dari sahabat sahabatnya
"nggak usah banyak basa-basi gue nggak punya waktu banyak buat ngeladenin obrolan lo" Aldi masih menjawab dengan nada datarnya serta raut wajah dinginnya
mendengar jawaban Aldi yang tidak bersahabat membuat Salsa sedikit gugup, Gadis itu memainkan jari-jarinya sambil menunduk dan menggigit bibir bagian dalam bawahnya, Salsa kemudian mendongak menatap Aldi yang juga menatapnya dengan tatapan dingin "Aldi gue minta maaf sama lo" ucap Salsa sedikit lirih namun masih bisa didengar oleh Aldi dan juga Lolita, Lolita yang mendengar permintaan maaf dari mulut Salsa mengalihkan atensinya dari ponsel ke arah Salsa yang sedang menatap Aldi melas.
melihat Aldi yang tak merespon, Salsa pun melanjutkan ucapannya "gue sadar gue salah, gue ngelakuin itu semua hanya karena ego gue semata, gue terlalu menuruti obsesi gue sehingga gue tidak bisa melihat kebahagiaan orang lain, dan gue menyesal sudah membohongi lo, karena pada akhirnya bukan lo yang gue dapetin, malah Lo, Evan dan juga Regan yang ngejauhin gue" ucap Salsa panjang lebar. Tak terasa air mata gadis itu sudah menetes membasahi pipi mulusnya "please lo jangan marah sama gue Lo jangan ngejauhin gue" Imbuh Salsa lagi yang sudah terisak
Aldi yang melihat itu menjadi tak tega, laki-laki itu kemudian menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan "jujur ya Salsa gue emang marah sama lo karena lo udah ngebohongin gue dan lo juga buat Lolita jauh dari gue, tapi gue nggak bisa marah lama-lama sama lo karena pada dasarnya lo adalah sahabat gue, tapi tidak bisa dipungkiri jika gue itu kecewa sama lo, lo adalah satu-satunya sahabat perempuan yang paling ngerti gue tapi lo malah ngehianatin gue dengan cara menyuruh Lolita buat jauh dari gue" ucap Aldi panjang lebar sambil menatap dalam Salsa yang menangis sambil menunduk.
mendengar ucapan Aldi Salsa mengangkat wajahnya, Salsa menghapus air mata yang membasahi pipinya "jadi lo maafin gue?". mendengar pertanyaan dari Salsa Aldi hanya mengangguk sebagai jawaban, Salsa yang melihat itu ia pun tersenyum "jadi kita masih bisa dekat kan?" Tanya Salsa Lagi sambil memegang tangan Aldi yang berada di atas meja, Lolita yang melihat itu sedikit tidak suka.
Aldi melepas pegangannya tangan Salsa, menurunkan tangannya lalu menggenggam tangan Lolita yang berada di bawah meja
"kita memang masih berteman, tapi maaf tidak bisa seperti dulu karena gue menghargai perasaan Lolita istri gue" Jawab Aldi sambil menatap wajah Lolita yang juga menatapnya saat Aldi mengucapkan kata Karena gue menghargai perasaan Lolita istri gue.
Lolita cukup terharu dengan ucapan Aldi, gadis itu tidak menyangka jika Aldi akan mengatakan itu, Lolita semakin yakin kalau Aldi benar benar mencintainya, jadi gadis itu tidak perlu ragu untuk menyerahkan sepenuh hatinya untuk Aldi
Salsa terseyem dan mengangguk, gadis itu paham akan status Aldi yang sudah tidak bujank, di maafkan dan Aldi masih mau berteman dengannya saja dia sudah bersyukur
Pandangan Salsa teralihkan kearah Lolita yang masih Saling pandang dengan Aldi "Lolita" panggilan dari Salsa itu membuat kedua sejoli itu mengalikan atensinya menjadi menatap kearah Salsa "Gue juga minta maaf sama lo karena udah nyuruh lo buat ngejauhin Aldi" Tutur Salsa "semoga Lo bisa membuat Aldi bahagia, karena gue tahu betul seperti apa Aldi Jika dia sudah mencintai satu orang maka dia akan memperjuangkan wanita itu" ucap Salsa sambil tersenyum, Lolita hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban, karena memang Lolita tidak dekat dengan Salsa meskipun mereka satu kelas, dan Lolita juga merasa tidak enak dengan Salsa karena sudah merebut Aldi darinya, bahkan bagi Aldi tidak ada sahabat perempuan kecuali istrinya itu sekarang.
"Permisi" ucap seorang pelayan laki laki yang tadi mencatat pesanan Aldi dan Lolita, pelayan itu meletakkan pesanan Lolita di atas meja "Silakan dinikmati kak" ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan meja yang ditempati oleh Lolita, Aldi dan juga Salsa setelah Lolita dan Aldi mengucapkan terima kasih
"Ya udah kalau gitu kita duluan" Aldi berdiri Sambil memegang tangan Lolita hingga membuat gadis itu ikut berdiri
"Kan pesanannya baru datang" jawab Lolita kesal "Ya udah di minum di mobil aja" ucap Aldi sambil menggandeng lengan Lolita, Lolita mengangguk, mengambil dua cup Hojicha keju yang sempat di pesanannya, kemudian berjalan beriringan dengan Aldi menuju ke meja kasir
__ADS_1
Salsa yang melihat Aldi dengan terang-terangan menunjukkan kemesraannya dengan Lolita di depannya itu hanya bisa tersenyum Getir
"Terima kasih atas kunjungannya" ucap seorang kasir itu setelah memberikan uang kembalian berwarna biru itu kepada Aldi
Aldi hanya tersenyum dan mengangguk lalu berjalan keluar menuju parkiran mobil
^
di dalam mobil Lolita sibuk memakan camilan yang sempat di belinya di supermarket dekat kedai pepo tersebut sambil sesekali meminum hojicha kejunya
"Kamu nggak mau nyoba Al, Emang Kamu nggak haus?" Tanya Lolita setelah meminum hojicha kejunya itu
"Gimana aku mau minum orang aki lagi nyetir juga nggak pengertian banget sih jadi pacar plus istri" Jawab Aldi kesal
Lolita hanya tersenyum tanpa dosa, gadis itu kemudian mengambil hojicha keju milik Aldi lalu menyodorkan ke mulutnya, Aldi tersenyum lalu meminumnya sedikit, Lolita kembali meletakkan minuman itu ke tempat semula lalu mengambil camilan yang ada di pangkuannya dan menyuapkannya ke Aldi, Aldi hanya tersenyum menerima suapan dari Lolita
^
"Semuanya jadi seratus lima puluh ribu mbak" ucap kasir itu
Amel hendak mengambil dompetnya dalam saku celananya, tetapi gadis itu di buat terkejut ketika ia ternyata tak membawa dompet
tiba tiba seseorang berdiri di sebelah sambil meletakkan minuman dingin "Sekalian sama belanjaan mbak ini ya" ucap Laki laki itu menatap ke arah kasir dan memberikan kartu kreditnya. Amel yang mendengar itu mendongakan kepalanya menatap ke arah sumber suara dan mendapati Evan berdiri di sebelahnya. "Evan" panggil Amel, Evan pun menatap Amel
Belum sempat Evan menjawab panggilan Amel, kasir itu terlebih dulu mengambilnya "ini mas kartunya" Evan menerima kartu itu, memasukkan kembali ke dalam dompetnya lalu mengambil minuman dinginnya dan mengambil kantung belanjaan Amel.
mereka berdua berjalan keluar dari supermarket, sesampainya di depan supermarket Evan memberikan kantung plastik itu kepada Amel, dan Amel menerimanya sambil tersenyum ke arah Evan
"Makasih ya, nanti gue ganti uang Lo" ucap Amel sambil tersenyum tidak enak ke arah Evan
__ADS_1
"Santai aja ngga usah diganti" jawab Evan sambil tersenyum, mereka berdua akhirnya berjalan bersama untuk pulang, karena memang Evan tidak membawa motor maupun mobil begitu pula dengan Amel
"Jadi ternyata Lo satu kompleks dengan gue" ucap Amel sambil tertawa di tengah tengah perjalanan mereka
"Ya gue juga baru tahu kalau ternyata Lo itu satu kompleks dengan gue" Jawab Evan yang juga sambil tertawa, Ah Amel seperti terhipnotis dengan tawa lepas Evan yang jarang ia lihat itu, Bahakan tidak pernah
Tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di depan rumah Amel "Eh gue udah sampe, Lo mau mampir dulu?" Tanya Amel "makasih lain kali aja gue mampirnya" jawab Evan sambil tersenyum, Laki laki itu kemudian melempar botol bekas minumnya tadi ke tong sampah yang ada di depan gerbang rumah Amel
"Emang rumah Lo yang mana?" Tanya Amel karena gadis itu belum tahu rumah Evan
"Lo jalan lurus, nanti Lo bakalan lewatin lima rumah dari tempat Lo sekarang, nah rumah kelima itu depannya rumah gue" Jelas Evan sambil menunjukkan Arah
"Ooo, gue boleh main dong?" Tanya Amel
"Boleh" Jawab Evan, Amel terkejut, niatnya gadis itu hanya bercanda tapi malah diijinkan beneran
"Tapi kok gue ga pernah lihat lo ya?"Tutur Amel
"Gue sebenernya udah tahu kalau Lo satu kompleks dengan gue" jawab Evan dengan santainya
"Kok Lo ga pernah bilang" ucap Amel sambil mengerucutkan bibirnya
"Gue juga tahu baru baru ini saat liat Lo jalan kaki sendirian waktu mau ke rumah Yolanda waktu itu, kebetulan gue lihat Lo jadi gue ngikutin lo" Terang Evan
"Ooo, pantes" Amel mengangguk sambil ber oh ria
"Beneran ini Lo ngga mau mampir dulu?" Tanya Amel memastikan sekali lagi
Evan mengangguk "Ya udah kalau gitu gue masuk dulu" ucap Amel, Gadis itu kemudian membuka gerbang rumahnya dan masuk ke dalam rumah, setelah Amel menghilang dari balik gerbang Evan pergi meninggalkan Rumah Amel
__ADS_1