
Setibanya di gedung Hawi Corporation Panji sudah menungguku di depan lobby gedung.
Iya melambaikan tangannya ke arahku dan bergegas menghampiriku.
"Pagi Nin," sapanya begitu hangat
"Pagi," jawabku tersenyum kepadanya
Khalif menoleh sebal kepada Panji yang sok akrab dengan istrinya. Ia langsung merangkul Nina seolah ingin memperlihatkan kepadanya kalau dia adalah suaminya.
"Sayang aku gak kuat kalau berdiri lama," ucap Khalif dengan suara manja
Mendengar keluhan suaminya Nina pun buru-buru pamit kepada Panji.
"Mmm, kalau ada apa-apa nanti wa saja ya, maaf aku gak bisa ngobrol lama-lama soalnya Al kan masih belum pulih jadi dia gak bisa berdiri lama, kalau begitu aku permisi dulu ya,"
"Iya silakan Nin," jawab Panji kemudian memberikan jalan untuk keduanya.
Nina kemudian berlalu meninggalkan Panji. Khalif tersenyum senang saat berhasil membuat Nina berhasil meninggalkan Panji.
Sukurin, makanya jangan sksd sama istri gue, ditinggal kan lo!
Khalif bahkan menoleh ke belakang dan membalikkan jempolnya. Panji hanya menghela nafas melihat kelakuan childish saudara tirinya itu.
Kenapa sikap nyebelin nya masih saja menempel dengannya,
Panji kemudian kembali ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Sementara itu di tempat berbeda Dado mulai mengunjungi Mutia.
Gadis itu begitu bahagia saat mengetahui Dado benar-benar datang untuk membantunya
Ia benar-benar tak mengira jika pria itu sungguh berusaha keras untuk mengeluarkannya dari penjara.
"Terimakasih banyak Om sudah mau membantu ku, maaf jika aku sudah berbuat tak baik kepada Nina," ucap Mutia penuh penyesalan
"Tidak apa Mutia, Om ikhlas membantu kamu dan tidak ada hubungannya dengan Nina. Kalau kau ingin berterima kasih dengan Om sebaiknya mulailah dengan menata hidupmu. Mulai sekarang hiduplah sebagai Mutia yang baru, lupakan semua kesalahan yang sudah pernah kau lakukan dan mulailah lembaran baru menatap masa depan. Jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama karena hanya akan membuat mu jatuh dalam lubang kenistaan." jawab Dado berusaha menasihatinya
"Iya Om, terimakasih atas nasihatnya. Mutia janji mulai sekarang tidak akan tamak lagi, apalagi menganggu kehidupan Nina. Aku tahu apa yang sekarang aku jalani adalah karma karena terlalu berambisi untuk mendapatkan pasangan hidup yang mapan,"
Mutia terlihat menundukkan wajahnya, saat kristal bening mulai menumpuk di sudut matanya. Kini ia mulai menyadari jika selama ini sudah sering menyakiti Nina. Tentu saja karena selama ini ia sudah menjadi wanita simpanan Khalif.
Bukan itu saja, ia bahkan merencanakan untuk membunuh Nina demi bisa menikahi Khalif.
Meskipun kini ia diliputi amarah yang membuat begitu membenci Mutia, namun Dado tahu jika Mutia melakukan hal itu karena keadaan.
Selama ini Mutia memang hidup Seorang diri tanpa kedua orang tua. Meskipun kedu orang tuanya meninggalkan harta yang cukup untuk bekal hidupnya, tetap saja hidup sendiri membuat gadis itu menjadi hampa karena tak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
"Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Toh meskipun kamu menangis darah tidak akan merubah Semuanya. Jangan berjanji kepada ku karena aku lebih suka bukti daripada janji," ucap Dado menanggapi permintaan maaf Mutia
"Baik Om,"
Selesai menemui Mutia Dado segera menemui penyidik untuk memberikan beberapa bukti yang menyatakan jika surat itu bukan tulisan tangan Mutia.
Dengan membawa seorang ahli tulisan tulisan tangan (Grafolog) Dado berhasil membantu Mutia bebas dari semua tuduhan yang mengarah kepadanya.
__ADS_1
Dado kemudian memberikan sebuah bukti yang ia temukan dan merupakan titik terang pelaku penulis surat wasiat yang mencatut nama putrinya itu.
"Kuncinya ada di tanda tangan ini," ucap Dado
Lelaki itu menunjukkan jika si pelaku sengaja memberi tanda di tanda tangannya.
Polisi kembali memanggil beberapa saksi untuk memastikan tanda tangan mereka sama atau tidak dengan tanda tangan dalam surat wasiat tersebut.
Di tempat berbeda Broto berhasil menemukan pelaku pembuat surat wasiat itu.
"Apa kau yakin dia pelakunya?" tanya Broto tak percaya
Anak buahnya kemudian memberikan bukti rekaman cctv yang berhasil ia retas dari pc milik Khalif.
Broto segera menemui Khalif di ruangannya setelah mendengarkan penjelasan dari anak buahnya.
Ia mengurungkan niatnya saat melihat Naira tengah bersama Khalif.
"Kau sudah kembali sayang?" sapa Naira langsung berusaha memeluk Khalif
Namun Khalif langsung menepisnya dan tak membiarkan Naira memeluknya. Tentu saja Naira merasa kesal saat kekasihnya itu menolaknya.
"Kamu kenapa sih jadi gini sama aku!" serunya dengan nada kesal
"Aku sudah ingat semuanya, sebaiknya sekarang kau kembali saja ke Australia, aku tak butuh kamu lagi!" sahut Khalif dingin
"Oh jadi gini balasanmu setelah apa yang aku lakukan selama ini. Aku sudah merawat mu saat kau sakit tapi kau malah ingin mengusir ku setelah sembuh. Kau tidak tahu kan bagaimana perlakuan ibumu kepada ku saat aku ingin menjenguk mu. Meskipun ia selalu mengusirku tapi aku tetap berusaha selalu ada untukmu, lalu kenapa sekarang begini alasanmu!" seru Naira
__ADS_1
"Karena aku tidak mau tertipu untuk kedua kalinya Naira. Sudah cukup kau menghancurkan hidupku dengan pergi meninggalkan aku di hari pertunangan kita. Kerbau saja tidak mau jatuh ke lubang yang sama, jadi aku juga tidak akan melakukan hal yang sama. Sekarang aku sudah menemukan seseorang yang mencintaiku apa adanya, jadi jangan pernah berharap apapun dariku, karena di hati ku sudah ada wanita lain," jawab Khalif kemudian meninggalkan Naira