My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Dua Puluh Empat


__ADS_3

Sekarang memasuki classmeeting hari ke dua, dan lomba kali ini adalah Lomba lari.


Lolita kini sedang berdiri di lapangan menunggu instruksi.


jangan tanya kenapa bisa Lolita yang ikut lomba bukan gadis lain atau bahkan cowok lain yang mewakili Lolita, itu karena lari Lolita yang super cepat.


jangan heran kenapa Lolita larinya sungguh cepat, ingatkan kembali ingatan kalian sebelum Lolita dan Aldi menjadi seperti sekarang, tentu saja ia dapat dari hasil mengejar pintu gerbang yang hendak di tutup pak satpam dan tentu saja hasil dari ia membolos.


suara peluit terdengar nyaring di indera pendengaran semua orang terutama Lolita, gadis itu Langsung melangkahkan kakinya untuk berlari.


Lolita masih berlari dengan kecepatan yang sedang, dan itu saja ia berada di barisan nomor empat, Lolita tidak mau terburu buru untuk menguras tenaganya di awal pertempuran.


"Lolita larinya yang kenceng cemen ah kalau kalah, jangan bikin gue malu punya anak suka bolos telat lagi tapi larinya lamban" Teriak Dino yang berdiri di antara Yolanda dan Viona kekasihnya.


seketika teriakan Dino membuat Yolanda, Amel, dan Juga Sisi menatap Dino dengan tatapan Horor, Dino yang merasa di tatap pun hanya nyengir kuda.


tetapi tiba tiba


"BENER LOLITA APA LOLITA KATA DINO SAURUS, JANGAN BIKIN GUE MALU AH PUNYA TEMEN MODEL BOLOSAN SAMA QUEEN TELAT TAPI LARINYA GA KENCENG, BERABE NANTI MAINNYA JUGA NGGA KENCENG" Teriak Yolanda yang malam membuat pandangan semua orang tertuju ke arahnya.


apa tadi Gadis itu? mainnya ngga kenceng? ah rasanya Sisi yang Berdiri di sebelahnya ingin membekap mulut gadis itu.


Yolanda yang merasa di lihat oleh banyak orang pun tersenyum tanpa dosa, sedangkan Lolita sekarang sudah berada di barisan nomor dua, Detik detik mendekati garis Finish Lolita menambah kecepatan berlarian hingga kini ia berada di posisi paling depan


"LOLITA SEMANGAT KATA LAKI LO" teriak Regan uang berdiri di sebelah Aldi, Aldi yang mendengar celotehan dari temannya itu pun hanya acuh tak acuh, ia tetap menyaksikan Lolita yang kini sedang berjuang untuk menang


daannnnnnnnnn


ya, Lolita menang, gadis itu terlebih dahulu memasuki garis Finish hingga membuat sorak bahagia dari teman teman Lolita terdengar sangat nyaring.


Lolita mengatur nafasnya yang naik turun itu sebelum akhirnya ia berjalan menghampiri Yolanda dan ketiga temannya.


"Nah gitu kan good" ucap Yolanda ketika Lolita mendudukan dirinya di pinggir lapangan sambil selonjoran


"Ga jadi gue pecat jadi anak Lo Lol" ucap Dino yang kini berdiri dengan sebelah Lolita


"Gue juga ngga mau kalau jadi anak papa Dinosaurus sama Mama Viona" Ucap Lolita Lalu tertawa.


tiba tiba tawa Lolita terhenti ketika dua buah botol minum di ulurkan kearahnya dari sisi kiri dan kanannya.

__ADS_1


Lolita menatap kedua botol mineral itu secara bergantian, kemudian Lolita mendongakkan kepalanya melihat siapa yang memberinya minum, dan ternyata itu adalah Kevin dan Juga Aldi.


"Lo terima aja milik gue Lol" ucap Kevin yang berada di sebelah kirinya.


"Kenapa harus nerima punya Lo, Lolita kan cewe gue" Ucap Aldi yang merasa kesal.


"Terus kenapa kalau Lolita cewek Lo? bukannya sebelum janur kuning melengkung semua orang bebas menikung? dan gue bakal ngerebut Lolita dari Lo" Ucap Kevin sambil menatap Aldi tajam.


"Lo tau gue ga bakal biarin Lo buat ngerebut Lolita dari gue, nyentuh sehelai rambutnya aja gue ga bakal biarin" Ucap Aldi penuh penekanan. "Dan Lo laki laki brengsek sampah mending pergi dari sini" Imbuh Aldi Lagi.


kata kata Aldi membuat Emosi Kevin tersulit, tiba tiba tangan laki laki itu terangkat hendak meninju wajah Aldi, Lolita yang melihat itu pun buru buru berdiri untuk melindungi di supaya tidak mendapatkan bogeman dari Kevin.


dan naasnya bogeman itu mendarat di pipi mulus Lolita, Lolita sempat terhuyung namun Aldi dengan cekatan menangkap tubuh Lolita hingga gadis itu tidak jadi terjatuh


"LOLITA" pekik Sisi, Yolanda, Amel, Dino, Viona dan Aldi secara bersamaan.


Lolita memegang pipinya yang terasa panas Serta sudut bibirnya yang terasa perih dan mengeluarkan darah akibat pecah karena pukulan Kevin yang cukup Kuat.


namun Lolita segera menengakkan dirinya dan berbalik menatap ke arah Aldi, Lolita mencakup rahang Aldi, raut wajah khawatir sangat kentara. "Kamu ngga papa kan?" Tanya Lolita sambil melihat wajah Aldi takut takut jika ada yang lecet.


Aldi menatap Lolita khawatir, bagaimana tidak khawatir saat ini bibir gadis nya sedang berdarah dan ia malah sibuk mengkhawatirkan dirinya. "aku ngga papa, tapi kamu" ucap Aldi sambil mengusap darah di sudut bibir Lolita, Lolita sedikit meringis karena merasa perih.


Aldi kemudian mengalihkan tatapannya menuju kearah Kevin yang kini sedang berdiri mematung sambil meremas botol air mineral yang ia bawa


"Berani sekali tangan kotor Lo menyakiti gadis gue" ucap Aldi dengan nada dingin dan tatapan tajam.


Lolita mengusap dengan Lembut rahang Aldi yang mengeras, gadis itu kemudian membalikkan badannya menatap ke arah Kevin, begitu pula dengan semua murid yang sudah mengerubungi mereka.


"Kevin, gue udah pernah bilang sama Lo buat jauhin gue, karena gue ngga sudi balik sama laki laki sampah kayak Lo" Ucap Lolita dingin kemudian menarik tangan Aldi untuk keluar dari kerumunan.


tak berselang lama seorang guru pun datang menghampiri kerumunan itu, namun guru itu sudah tidak mendapati Lolita dan Aldi, sehingga guru itu hanya membawa Kevin keruangannya saja.


*


"Pasti sakit banget kan" Tutur Aldi sambil memberikan Salep pada bibir Lolita serta lebam di pipi Lolita


Lolita menggeleng sambil tersenyum, "Tidak lebih sakit ketika harus melihat kamu yang terbaring lemah di branker rumah sakit ketika melihat kamu terluka meskipun itu hanya luka kecil" Ucap Lolita sambil meringis menahan sakit.


Aldi tercengang dengan jawaban Lolita, laki laki itu kemudian menarik tubuh mungil Lolita kedalam pelukannya "Lain kali jangan lakuin itu lagi, biar aku yang jadi pelindung kamu" Ucap Aldi, Lolita terseyem kemudian melepaskan pelukannya dengan Aldi.

__ADS_1


"Kita ini ditakdirkan bersama untuk saling melindungi, jadi aku akan melindungi kamu dan kamu akan melindungi aku, mana mungkin aku membiarkan kamu masuk ke rumah sakit karena di pukul sama si Kevin, aku belum siap jadi janda kalau sampe kamu kehilangan banyak darah gara gara darahnya ngga mau mampet" Jawab Lolita sambil terkekeh. Aldi menggelengkan kepalanya menganggapi ucapan Lolita.


Tangan Aldi terulur untuk mengambil botol minum yang sempat di terima sama Lolita, Laki laki itu kemudian membuka tutupnya dan menyerahkannya kepada Lolita.


"nih minum dulu pasti haus kan" Ucap Aldi, Lolita meneguk salivanya dengan kasar, Tenggorokannya rasanya sangat kering.


"ngga ada sedotannya?" Tanya Lolita sambil memasang muka melas.


"Ngga ada, mau aku bantu minum?" Tanyanya, seraya tersenyum licik, tiba tiba Aldi meminum air putih itu lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Lolita, namun tiba tiba


"Lolita Lo ngga papa kan?" Tanya Yolanda panik, Seketika Aldi tersedak dengan air yang malah tertelan olehnya dan itu malah membuat Lolita terseyem.


"Minumnya hati hati Al" Ucap Amel


"Gara Lo semua bege" jawab Aldi kesal.


-


-


-


-


-


-


-


-


Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe


jangan lupa tinggalin jejak


semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.


pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story


oke


__ADS_2