My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Dua Puluh Tujuh


__ADS_3

"Lolita kata mama kamu dapet peringkat dua ya?" Tanya Wilna sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya. Yups mereka sekarang sedang melakukan makan malam bersama.


"Hehe iya bund, Loli juga masih ngga nyangka" Ucap Lolita sambil melirik ke arah Aldi yang sibuk mengunyah makanannya.


"Biasanya juga nomor satu Kok Bun" Ucap Aldi setelah menelan nasinya, Wna mengangkat sebelah alisnya sambil menatap Aldi yang duduk bersebelahan dengan Lolita, begitu pula dengan Putra.


"Satu dari belakang" imbuh Aldi sambil terkekeh.


"Iya satu dari belakang, aku kan emang ngga bisa kalau harus nyaigin Genius nya SMA Gumilang" Ucap Lolita kesal.


"Udah udah jangan berantem di meja makan" ucap Putra menengahi, Putra kemudian mengambil sesuatu dari saku celananya dan meletakkan di depan Lolita.


Lolita dan Aldi menatap itu sambil mengernyitkan dahinya bingung.


"Tiket? Untuk apa yah?" Tanya Aldi dan Lolita secara bersamaan.


"Ya untuk kalian lah, ini kan malam Minggu" ucap Putra menjawab pertanyaan anak dan menantunya.


"Ayah kenapa harus repot repot beliin tiket segala sih, biar Aldi aja" ucap Lolita sambil tersenyum menatap ekonomi arah Aldi.


"Ngga papa cuma tiket nonton doang, ya udah gih kalian buruan siap siap" ucap Lolita Putra.


Lolita terseyem, "Makasih yah" ucap Lolita lalu beranjak menuju ke kamarnya.


"Kamu ngga siap siap?" Tanah Putra pada Aldi, "Iya makasih yah" ucap Aldi sambil mengambil dua tiket yang masih tergeletak di atas meja, putra hanya tersenyum dan mengangguk.






Lolita dan Aldi sudah sampai di sebuah mal yang terkenal di Jakarta


"Kamu tunggu di sini biar aku beli minum sama camilan dulu" ucap Aldi pada Lolita, Lolita pun mengangguk.


Aldi pun berjalan menuju ke stan camilan dan minuman dingin, sedangakan Lolita menuggu Aldi sambil mengedarkan pandangannya untuk menatap ke seluruh penjuru.


tiba tiba mata Lolita menangkap sosok yang sangat familiar di matanya, Lolita mengucek matanya untuk memastikan Jika ia tidak salah orang. Dan ya Lolita memang tidak salah orang.


Lolita berjalan untuk mengikuti orang itu, dan sampai pada Lift, "***** sama om om" ucap Lolita.


*


Aldi baru saja kembali dengan dua minuman dingin serta satu kotak popcorn, namun laki laki itu tidak mendapati Lolita.


"Kemana sih sih Lolita, di suruh nunggu malah ngilangin" gerutu Aldi, Saat hendak melangkah untuk mencari Lolita, matanya menangkap sosok yang di carinya bersama sedang berjalan ke arahnya


"Dari mana sih?" Tanya Aldi ketika Lolita sudah berada di depannya.


"Apa gue kasih tahu Aldi aja ya kalau tadi gue lihat Salsa sama Om Om, eh tapi nggak ah siapa tahu itu papanya atau memang omnya" Monolong Lolita dalam hati. ya yang ia lihat gadis adalah Salsa dan juga seorang om om, dan parahnya lagi ada dua doang bodyguard yang mengawalnya.


"Lolita" Panggil Aldi. "Ah iya apa?" Tanya Lolita.

__ADS_1


"Aku tanya kamu dari mana?" Tanya Aldi mengulangi pertanyaannya.


"Ih dari toilet tadi kebelet" Jawab Lolita sambil mengambil alih minuman dingin yang di bawa di supaya laki laki itu tidak kerepotan.


"Oh, ya udah ayo masuk" Ucap Aldi, Lolita pun mengangguk dan berjalan beriringan dengan Aldi.


*


mata Lolita menatap kearah layar, namun tidak dengan pikirannya yang melayang layang mengikuti Salsa yang bersama dengan Om om.


"***** jiwa kepo gue meronta minta cari tahu" batin Lolita


"***** ah bodo amat" Gumam Lolita, tangannya bergerak untuk mengambil popcorn dan memasukkan ke dalam mulutnya.


"Niatnya mau nonton romantis malah kaco" gumam Lolita yang malah terdengar di telinga Aldi. Aldi melirik ke arah Lolita yang menatap ke arah layar.


"Kacau kenapa?" Tanya Aldi sambil berbisik di telinga Lolita


"Ah ngga papa" ucap Lolita gugup, dan saat itu pula sedang menampilkan adegan ciuman.


"Mau seperti itu?" Bisik Aldi lagi sambil tersenyum, Lolita bukannya menggeleng malah mengangguk, sadar dengan apa yang ia lakukan buru buru Lolita menggeleng.


Aldi memutar wajah Lolita lalu melumatnya, hingga membuat Lolita terkejut, tapi bukannya menolak malah Lolita membalas ciuman Aldi, hingga suara seseorang membuat aksi mereka terhenti.


"Dasar anak remaja jaman sekarang, pacaran ngga sehat lihat adegan gitu langsung di praktekin" Gumam seseorang yang duduk dengan jarak tiga kursi dari mereka.


"Dua kali kepergok *****" umpat Lolita dalam hati, Aldi dan Lolita melirik kesamping dan ternyata yang menegurnya adalah seorang nenek nenek yang duduk bersama seorang kakak.


"Gila ketangkep basah sama nenek nenek" gumam Aldi.


setengah jam kemudian suasana seketika berubah menjadi hening, nenek itu sudah diam tidak mengomel lagi, Dan betapa terkejutnya Lolita dan Aldi saat melirik ke arah nenek dan kakek itu yang telah memadu cinta dengan bertukar Saliva.


^


°


°


°


°


"Bwahahahaha" Tawa Lolita dan Aldi seketika pecah setelah mereka sudah keluar dari mal dan sekarang berada di basement.


"Kepergok dua kaki *****" ucap Lolita masih sambil tertawa.


"Gila, udah tua masih napsunya gede banget" Jawab Aldi yang juga ikut tertawa mengingat kejadian di dalam bioskop tadi.


"Sakit perut gue" ucap Lolita sambil meredakan tawanya.


begitu pula dengan Aldi yang ikut meredakan tawanya, laki laki itu menatap wajah Lolita intens


"Kenapa?" Tanya Lolita yang merasa heran


"Semoga kelas kita bisa seperti mereka, selalu bersama sampai tua dan tetap romantis" ucap Aldi sambil menyelipkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Lolita ke dalam telinga.

__ADS_1


Lolita terseyem dan mengangguk, ia juga berharap seperti itu, hidup bahagia selamanya dengan orang yang dicintainya.


*


*


*


*


*


*


Salsa melangkahkan kakinya dengan gontai di trotoar, ya di trotoar, dengan teganya orang yang mengajak untuk pergi malah meninggalkannya di pinggir jalan malam malam seperti ini.


Salsa mendudukan dirinya ditrotoar, gadis itu menunduk dan menangis. "Kenapa ini semua harus terjadi sama gue" ucap Salsa sambil terisak.


"Gue ngga mau kayak gini" ucap Salsa Lagi.


tiba tiba sebuah motor berhenti tepat di depannya, Salsa buru buru mendongak dan menatap siapa yang menghampirinya.


"Salsa, astaga kamu kenapa di pinggir jalan sendirian" ucap seseorang itu sambil berjongkok di depan Salsa.


"Andra" ucap Salsa Lirih


"Lo kenapa sendirian, Lo ada masalah?" Tanya Andra pada Salsa, namun salsa menggeleng dan terseyem, tentu saja Andra tahu bawa itu adalah senyum Yang sangat di paksakan.


"Lo kalau ada masalah bisa cerita sama gue, siapa tahu gue bisa bantu" Ucap Andra lagi, dan Salsa lagi lagi menggeleng "Gue ngga papa" Jawab Salsa seraya tersenyum.


"Andra Lo kenapa baik banget sih" Gumam Salsa.


"Ya udah biar gue anterin pulang" ucap Salsa, salsa pun mengangguk dan mengiyakan.


-


-


-


-


-


-


-


Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe


jangan lupa tinggalin jejak


semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.


pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story


oke


__ADS_2