
Lolita dan Aldi kini sedang duduk lesehan di atas karpet bulu di kamarnya, mereka berdua sedang belajar untuk mapel besok. Terdapat buku yang berserakan dia tas meja yang terdapat di kamarnya itu, serta kue coklat yang sempat mereka beli dari toko kue setelah pulang sekolah.
Sambil memperhatikan apa yang di ajarkan oleh Aldi, mulut Lolita sedari tadi tak berhenti menguyah kue coklat yang ia makan itu.
"Sekarang kamu coba kerjain yang ini" ucap Aldi sambil menunjuk soal fisika Yang dan di buku paket, Lolita pun mengangguk dan segera meraih buku tulis dan juga bolpoin untuk mengerjakan.
Tangan Aldi bergerak untuk mengambil piring yang berisi kue coklat itu, Aldi menusuk kue yang sudah dipotong Lolita kecil kecil agar mempermudahkannya untuk memakan sambil belajar, kemudian Aldi memasukan kue itu kedalam mulutnya.
"Aldi aku juga mau" ucap Lolita di sela sela mengerjakan soal fisikanya, Aldi kemudahan kembali menusuk potongan kue itu dan menyuapkan ke dalam mulut Lolita, Lolita pun dengan senang hati menerima suapan kue Aldi.
Bahkan Lolita mau jika dirinya harus di paksa untuk belajar terus asal bersama dengan Aldi dan pastinya bisa bermanja manja dengan laki laki yang dulunya sangat menyebalkan baginya.
"Ini udah selesai" ucap Lolita sambil menyerahkan hasil kerjanya, Aldi pun menerimanya mengeceknya dan kemudian laki laki itu tersenyum melihat Jawaban Lolita yang ternyata benar.
"Kamu kalau dulu belajar fiks pasti pintar" ucap Aldi sambil mengacak acak rambut Lolita.
"Baru sadar kamu kalau aku itu pintar" jawab Lolita sombong sambil menyiapkan Aldi dengan kue coklat yang baru saja ia ambil, Aldi pun tersenyum dan menerima kue coklat itu dengan senang hati.
"Ya udah sekarang kamu kerjain yang selanjutnya" ucap Aldi pada Lolita sambil mengembalikan buku tulis milik gadis itu, Lolita pun mengangguk dan menerima buku itu, kemudian Aldi meraih buku paketnya dan mempelajari ulang materi yang akan keluar besok.
Terlihat Lolita yang sudah menguap karena mengantuk, tak heran jika mereka mengantuk, sekarang ini sudah jam sepuluh malam, tapi mereka masih berkutik dengan buku buku itu.
Lolita menyandarkan kepalanya dia tas meja, tangan gadis itu masih bergerak untuk menulis angka angka namun gerakan semakin lambat dan akhirnya Lolita terlelap.
Aldi yang baru saja seleksi membaca itu menengok ke arah Lolita hendak meminta hasil mengerjakannya, namun laki laki itu di baut tertegun dengan wajah polos Lolita yang sedang tertidur dengan pulas.
Tangan Aldi bergerak untuk menyingkirkan anak rambut yang menghalangi pemandangan wajah cantik Lolita, seulas senyum terbit di wajah tampan laki laki itu, Aldi kemudian bergerak untuk menggendong Lolita ala bridal dan memindahkannya ke atas ranjang.
Dengan hati hati Aldi meletakkan tubuh mungil Lolita di atas ranjang supaya tidak terbangun, Aldi menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Lolita, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah Lolita.
Laki Laki itu mengecup dengan lembut kening Lolita "Selamat tidur semoga mimpi indah" ucap Aldi lirih, setelah itu Aldi kali berjalan menuju ke meja yang ada di dekat sofa tempat ia belajar, Aldi merapikan buku buku bekas belajarnya dengan Lolita, dan menyimpannya diatas meja belajarnya dan meja belajar Lolita yang terletak berdampingan. Ya semenjak ia menikah ia memiliki semuanya ganda, satu untuknya dan satu untuk Lolita.
Aldi mengambil piring kosong bekas kue coklat yang ia makan bersama Lolita tadi, dan membawnya ke dapur sekalian ia ingin mengambil minum.
*
Hari hari terus berlalu, kini menjadi hari terkahir mereka mengerjakan soal ujian akhir semesternya.
Diruang nomor 13 terlihat Yolanda yang sedang berusaha untuk memanggil Sisi, namun gadis itu sama sekali tak menghiraukan panggilan dari Yolanda dan masih fokus mengerjakan soalnya.
Karena tak mendapat respon dari Sisi, Yolanda pun berniat untuk meminta contekan kepada Dino yang duduk bersebelahan dengannya dan hanya terhalang oleh adik kelas yang duduk di sebelahnya.
"Dino" panggil Yolanda Lirih, Dino yang merasa di panggil pun menoleh ke arah Yolanda sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Bagi jawaban nomor 21 dan 22" ucap Yolanda masih berbisik bisik.
Dino mengangkat sedikit tangannya membentuk peach, kemudian laki laki itu menekuk jari tengahnya hingga Tigal jari telunjuk.
__ADS_1
Yolanda paham akan bahasa isyarat yang Dino berikan yang menandakan bahwa nomor 21 adalah B dan Nomor 22 ada A.
Yolanda segera menyilang lembar Jawabannya dengan jawaban yang di berikan oleh Dino.
Baru saja selesai gadis itu menyilang, tiba tiba kertasnya sudah di sahut oleh Bu Silvi yang tanpa Yolanda dan Dino sadari sudah berdiri di tengah tengah tempat duduk mereka.
"Ya Bu kok di ambil, kan belum selesai mengerjakan" ucap Yolanda sambil menatap gurunya dengan mata berkaca-kaca karena ia dirinya baru mengerjakan sedikit.
"Iya Bu, saya juga belum selesai" timpal Dino.
"Kalian berdua keluar dari kelas sekarang karena kian berdua ketahuan mencontek" ucap Bu Silvi tegas
"Cuma dua doang kok Bu" elak Yolanda.
"Ngga ada dua duaan sekarang kalian berdua keluar!" Tegas Bu Silvi, Yolanda dan Dino menekuk wajahnya lalu beranjak dari tempatnya duduk dan berjalan keluar.
Sesampainya di luar mereka berdua saling salah menyalahkan satu sama lain
"Gara gara Lo sih" ucap Yolanda yang menyalah Dino.
"Kok gue, jelas jelas Lo yang nyontek gue" ucap Dini tak terima di salahkan oleh Yolanda.
"Ya jelas lo lah, Lo harusnya itu was way, lihat situasi dulu sebelum berbagai jawaban, kan jadi punya gue di ambil" Yolanda masih tak mau di salahkan.
"Punya gue juga di ambil kalau Lo lupa-----"
*
Lolita dan Amel berjalan menghampiri Sisi,Yolanda dan juga Dino yang sudah menunggunya di depan ruang 12
"Kenapa muka Lo kusut banget kek setrikaan?" Tanya Amel yang melihat wajah Yolanda tak secerah biasanya, apa mungkin gadis itu ngga dapet jatah untuk beli bedak? Atau ngga dapet jatah buat beli lipstik?.
"Gara gara si Dino tuh, lembar jawab gue jadi di ambil sama Bu Silvi" ucap Yolanda sambil mengerucutkan bibirnya dan melirik ke arah Dino.
Tiba tiba tawa Amel dan Lolita meledak seketika hingga membuat Yolanda begitu kesal
"Dasar teman laknat" ucap Yolanda
"Kayak Lo sendiri ngga laknat, lo yang nyontek malah nyalahin gue" ucap Dino tak terima karena terus saja di salahkan oleh Yolanda.
Amel dan Lolita kemudian meredakan tawanya, "****** Lo makannya belajar biar pintar" ucap Lolita masih sambil meredakan tawanya.
"Au ah gelap" ucap Yolanda kesal.
Tiba tiba seorang gadis menghampiri Mereka berlima dan berdiri tepat di sebelah Dino.
"Eh Viona" ucap Dino sambil tersenyum ketika melihat Viona yang Berdiri di sebelahnya, Tangan Dino tiba tiba bergerak untuk menggandeng tangan Viona yang kini sedang tersenyum.
__ADS_1
"Eh buset, main gandeng gandeng aja Lo Maemunah" ucap Lolita yang melihat Dini dan Viona gandengan
"Ya bebas lah, orang pacar gue juga, kenapa Lo cemburu?" Ucap Dino sambil menggoda Lolita.
"Amit amit, enakan juga di gandeng Aldi" ucap Lolita, dan saat bersamaan Aldi dan kedua temannya juga baru saja tiba
"Kenapa nama gue di sebut? Kangen?" Tanya Aldi sambil melirik ke arah Lolita.
"Katanya minta di gandeng Al" ucap Dino sambil mengangkat tangannya yang bergandengan dengan Viona keudara memperlihatkan kepada Aldi.
"Oh minta digandeng" ucap Aldi sambil tersenyum lalu meriah tangan Lolita untuk ia genggam, seketika membuat Lolita blushing karena malu.
"Lo sama Viona udah lama pacaran?" Kini Amel yang membuka suara
"Satu semester" jawab Dino santai, Amel pun mengangguk membenarkan.
"Ya udah gue sama Viona duluan oke, jangan lupa Al, Lolita mau di gandeng terus jangan di lepas katanya enakan Lo gandeng" pamit Dino yang berkahir menggoda Lolita
"Dinosaurus kampret awas Lo ngga langgeng" teriak Lolita yang berhasil membuat teman temannya menutup telinga tak terkecuali Aldi
Sedangkan Dino terkekeh menanggapi ucapan Lolita yang kini sudah jauh di belakangnya.
-
-
-
-
-
-
-
-
Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe
jangan lupa tinggalin jejak
semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.
pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.
Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
__ADS_1
oke