My Crazy Wife

My Crazy Wife
Delapan Puluh Sembilan


__ADS_3

Sebelumnya kan authornya udah mikir nanti seperti apa bakal jalan ceritanya, dimana aja letak konfliknya jadi author ya ngikuti alur yang udah author siapkan jauh jauh hari sebelum menulis, jadi author rombak lagi nanti jadinya ribet, apalagi udah terlanjur di updet


jadi maaf banget kalau ngga sesuai dengan ekspektasi pembaca atau pembaca ada yang kecewa


-


-


-


-


-


-


Aldi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, laki laki itu baru saja pulang dari rumah Evan jalanan mungkin agak ramai karena sekarang waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam

__ADS_1


dari kejauhan Aldi melihat seorang gadis yang sedang di kepung tiga orang preman, Aldi memacu mobilnya dengan cepat lalu menghentikan mobilnya tepat di sebelah gadis dan tiga preman itu, sebenarnya Aldi tidak cukup berani untuk melawan preman itu karena dia takut jika tubuhnya terluka dan kembali masuk ke dalam rumah sakit, tapi Aldi tidak tega dengan gadis itu yang terus teriak minta tolong sambil menangis


Aldi keluar dari dalam mobilnya "Hey, apa yang kalian lakukan pada gadis itu?" Teriak Aldi


ketiga preman itu menatap ke arah Aldi, sedangkan gadis itu menunduk ketakutan, badannya bergetar hebat


"Bang Roni" ucap Aldi ketika dia merasa mengenal salah satu dari ketiga preman preman itu, laki laki yang bernama Roni itu terkejut ketika mendapati Aldi


"Apa yang akan kalian lakukan pada gadis itu?" Tanya Aldi lagi


"Lo bocah ngga usah ikut campur sama urusan kita, gadis itu bakal di serahin ke bos kita karena dia sudah di jual oleh ayahnya" ucap salah satu preman


"Aldi" ucap gadis itu lirih sambil sesenggukan, Aldi yang merasa di panggil menolehkan pandangannya pada gadis itu dan betapa terkejutnya ketika dia melihat wajah gadis itu "Salsa" ucap Aldi, Aldi lalu menarik Salsa dan memeluknya untuk menenangkannya "Lo jangan khawatir, gue bakal lindungin Lo" ucap Aldi sambil mengelus puncak kepala Salsa


"Serahkan gadis itu kepada kita cepat!" ucap salah satu preman itu dengan nada membentak


"Gue nggak akan pernah nyerahin pacar gue ke kalian" Ucap Aldi tegas, Salsa yang mendengar pernyataan Aldi terkejut begitu pula dangan Roni, Laki laki itu membulatkan matanya dengan sempurna

__ADS_1


"Pa..pacar.." ucap Roni terbata bata


"Kenapa Lo Ron? kelihatannya lo takut banget sama anak ingusan itu" Ucap Salah Satu preman


"Lo berdua tau dia siapa?" Tanya Roni pada kedua preman itu, kedua preman itu menggeleng tanda tidak tahu


"Dia ada Aldi, anak dari Putra pemilik perusahaan terbesar di negara kita, bahkan sampai di Asia" Jawab Roni, seketika kedua preman itu menciut


"Saya peringatkan kepada kalian, jangan penah mengganggu pacar saya atau kalian akan tahu akibatnya" Ucap Aldi tegas, kedua preman serta Roni yang berstatus sebagai kakak Salsa itu menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan Aldi dan juga Salsa yang masih dalam dekapan Aldi


Aldi memang sengaja menggunakan kekuasaan untuk menggertak ketiga orang itu, bukannya Aldi sombong tapi Aldi bersyukur mempunyai kekuasaan untuk menggertak orang lain, bukannya sombong tapi Aldi sadar diri karena dia tidak akan pernah mungkin bisa berantem dengan preman dengan status dia yang penderita hemofilia. Karena itu sama saja dia menyerahkan diri kepada maut


"Salsa Lo ngga papa?" Tanya Aldi sambil mengangkat wajah Salsa untuk bisa di tatapnya, Salsa mengangguk sebagai jawaban, gadis itu kemudian melepas pelukannya pada Aldi


"Aldi, emang sejak kapan gue jadi pacar Lo?" Tanya Salsa dengan nada sendu


"Sejak sekarang, sekarang Lo adalah pacar gue, dan gue bakal ngelindungin Lo" Jawab Aldi sambil menghapus jejak air mata di pipi Salsa

__ADS_1


tanpa mereka berdua sadari, ada seorang siswi teman satu sekolah mereka berdua yang melihat kejadian itu, hanya kejadian saat Aldi bilang mulai sekarang Salsa menjadi kekasihnya.


Aldi membukakan pintu mobil untuk Salsa lalu mengantarkan gadis itu untuk pulang


__ADS_2