
Salsa sudah merasa kesal, gadis itu sudah duduk di sebuah restauran selama satu jam, dan orang yang ia tunggu tak kunjung datang juga.
Salsa menatap ke arah pintu ketika lonceng berbunyi menandakan ada seorang tamu yang masuk, gadis itu berharap jika itu adalah orang yang ia tunggu, namun kenyataanya tidak.
Helaan nafas Kemabli terdengar dari mulut Salsa. Salsa mengalihkan pandangannya pada coffie di depannya, gadis itu hanya mengadukannya tanpa ada niat untuk meminumnya, sampai akhirnya seseorang pun datang dan langsung mendudukan dirinya di depan Salsa.
"Maaf membuat Lo nunggu lama" ucap Laki laki itu, Salsa mengangkat wajahnya untuk menatap sosok yang sudah ia tunggu selama satu jam itu.
"Iya, Lo udah buat gue nunggu selama satu jam" Jawab Salsa kesal.
"Udah jangan ngambek nanti cantiknya hilang" ucap Andra seraya mengacak acak rambut Salsa. Seketika wajah Salsa berubah menjadi merah mendengar penuturan dari Andra.
tiba tiba ponsel Salsa yang diletakkan dia tas meja itu berdering, menandakan ada sebuah telfon masuk, tertera nama papa di sana. Salsa segera meraih ponsel itu. "Sebentar gue angkat telfon dulu" ucap Salsa pada Andra. Andra pun mengangguk dan Salsa berjalan sedikit menjauh dari tempat Andra duduk sekarang.
Salsa segera menggeser tombol hijau ketua dirasa jaraknya sudah cukup jauh dari Andra
"Halo pa" Ucap Salsa ketika sudah tersambung.
"Kamu ini dimana sih, sekarang kamu pulang, di rumah ada Bagas menunggu kamu" Ucap papa salsa di sebrang telfon. Salsa memejamkan matanya, gadis itu sudah bisa menebak jika Bagas main kerumahnya malam malam seperti ini.
"Iya Salsa pulang" Ucap Salsa lalu mengakhiri panggilannya. Salsa berjalan megham Andra yang sedang memainkan ponselnya.
"Andra maaf ya, kita ga jadi pergi, soalnya papa minta gue pulang sekarang" ucap Salsa yang merasa tak sungkan, pasalnya Andra baru saja sampai.
"Em ya udah ngga papa, mau gue anterin pulang sekalian?" Tanya Andra, Salsa menggeleng sebagi Jawaban "Terimakasih, hei naik taksi aja" Jawab Salsa kemudian berjalan keluar meninggalkan Andra.
Sesampainya ndi depan gerbang rumahnya Salsa membayar ongkos taksinya, gadis itu kemudian keluar dan berjalan masuk ke rumahnya. dan benar saja sudah ada mobil Bagas yang terpakir rapi di halaman rumahnya.
Dengan malas Salsa melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan gadis itu langsung di sambut Bagas yang tersenyum ke arahnya.
"Hanny dari mana sih" ucap Bagas sambil berjalan mengampiri Salsa, laki laki itu langsung merangkul pinggang Salsa.
Salsa yang merasa risih itu mencoba untuk melepas rangkulan dari Bagas, namun laki laki itu malah semakin mengeratkan rangkulannya.
"Jadi, Tuan Gilang boleh saya membawa putri anda?" ucap Bagas kepada papa Salsa. "Tentu nak Bagas" Jawab Papa Salsa sambil tersenyum. Setelah itu pun Salsa dan Bagas berjalan keluar memasuki mobil milik Bagas.
Salsa paham betul ia akan di bawa kemana, dan apa yang akan terjadi kepadanya.
❝❞
__ADS_1
❝❞
❝❞
Lolita sedang berdiri di balkon kamarnya sambil menatap pemandangan laut malam Yang ada di depan.
Setelah seharian mereka jalan jalan, mereka tidak ada niatan untuk keluar resort malam malam seperti ini.
Aldi yang baru saja kembali dari kamar Evan dan Regan pun berjalan menghampiri Lolita "Kenapa belum tidur?" Tanya Aldi sambil memeluk Lolita dari belakang.
"Nungguin kamu" Jawab Lolita sambil membalikan badannya dan melingkarkan tanahnya di leher Aldi.
"Ya udah, sekarang ayo tidur besok subuh subuh sekali aku mau ajak kamu kesuatu tempat" ucap Aldi. "Kemana?" Tanya Lolita yang merasa ingin tahu. "Secret. udah sekarang kamu tidur aja dari pada besok sudah bangun" Jawab Aldi, laki laki itu mencium bibir Lolita sekilas lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu.
Lolita pun mengikuti Aldi, sebelumnya gadis itu menutup pintu kaca serta tirai kamarnya terlebih dahulu. kemudian merangkak ke tas tempat tidur menyusul Aldi yang sudah otewe ke alam mimpi.
^^^°°°^^^
Sisi menatap Yolanda dan juga Amel yang sudah terlelap, gadis itu belum mengantuk.
Sisi beranjak duduk gadis itu melihat ke arah jam yang berada di atas nakas. jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
Sisi lain berjalan keluar resort untuk mencari angin. meskipun kini sudah malam tapi diluar masih terlihat ramai, banyak riang uang memang sengaja bergadang untuk menghabiskan waktu liburan mereka.
Tiba tiba seseorang mendudukkan dirinya disebelah dan memberikan segelas coffie yang masih hangat.
Sisi pun melirik ke arah orang itu lalu menerima sebelum coffie yang diberikan untuknya. "Thanks" ucap Sisi sambil mengambil alih gelas coffie itu.
Sejak suasana menjadi hening, Sisi maupun orang itu tidak ada yang membuka suara. sampai akhirnya orang yang duduk disebelah Sisi yang tak lain ialah Affandra itu akhirnya membuka suara.
"Kenapa belum tidur?" Tanya Affandra sambil menatap lurus kedepan, sesekali laki laki itu menyesap coffie yang ada di tangannya.
"Belum ngantuk" jawab Sisi apa adanya sambil menatap coffie yang ia pegang.
"Ga bisa tidur malah tambah gue kasih coffie, tambah melek semalam dong" Ucap laki laki itu sambil terkekeh dan menatap kearah Sisi.
"Iya gara gara Lo tambah ga bisa tidur" Jawab Sisi, kemudian gadis itu mendekatkan gelas plastik itu kedalam mulutnya dan menyesap sedikit coffienya.
"Kalau ngga bisa tidur gue temenin deh sampai Lo ngantuk" Tutur Affandra. Sisi kemudian berdehem. "Lo sendiri kenapa belum tidur?" Tanya Sisi, sejujurnya gadis itu sangat tidak suka berbisa basi, tapi tak apalah untuk mengusir rasa sepi.
__ADS_1
"Ya sama kayak Lo ngga bisa tidur" Jawab Affandra lalu kembali menyesap coffienya.
"Lo cewek sendirian keluar malem malem apa ngga takut?" Tanya Affandra lagi. "Apa yang perlu ditakutin, orang rame juga" Jawab Sisi sambil menatap beberapa orang yang masih berlaku lalang, ada juga yang sedang pacaran, dan ada juga yang sedang berkumpul bersama teman temannya.
Sisi meletakkan gelas coffie itu si sebelahnya, gadis itu kemudian beranjak untuk berdiri lalu memasukkan tangannya ke dalam saku sweaternya.
"Mau kemana?" Tanya Affandra yang juga ikut berdiri. "Mau balik" ucap Sisi lalu berjalan mendahului Affandra.
Affandra terseyum menatap Sisi yang berjalan semakin menjauh darinya. "Gadis yang menarik" Gumam Affandra.
Sesampainya di resort Sisi dikejutkan oleh Amel. "Dari mana Lo?" Tanya Amel yang melihat Sisi baru saja masuk ke dalam resort.
"Dari taman, Lo sendiri habis ngapain?" Tanya Sisi Pada Amel. "Gue haus jadi ambil minum, eh ga lihat Lo dikamar jadi niatnya mau nyari Lo" ucap Amel. Sisi mengangguk dan berjalan mendahului Amel ke dalam kamarnya.
-
-
-
-
-
-
-
-
Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe
jangan lupa tinggalin jejak
semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.
pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.
Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
__ADS_1
oke.
Untuk yang minta Visual, nanti author kasih tapi harus sabar selain nyari tokonya yang agak sulit juga review lama, jadi sambil nunggu published bisa baca novel author yang lain okey.