
Mutia begitu marah saat mengetahui Khalif mencabut gugatan cerainya. Ia menuduh jika Khalif sudah mulai menyukai Nina hingga tak berani menceraikannya.
Tentu saja tuduhan Mutia menyulut emosi Khalif hingga membuat keduanya saling adu mulut yang berujung perselisihan hingga perang dingin.
Keduanya tak ada yang mau mengalah hingga membuat perang dingin diantara mereka berlangsung cukup lama.
Meskipun Mutia merasa tak nyaman dengan keadaan itu, namun ia tak mau menurunkan egonya untuk meminta maaf lebih dulu kepada Khalif.
Tak berbeda dengan Mutia, Khalif yang belum pernah merasa kalah seumur hidupnya tidak mau mengakui kekalahannya lebih dulu meskipun ia mulai merindukan kekasihnya itu.
Rasa gengsi yang tinggi membuat keduanya hidup seperti dalam Neraka.
Meskipun keduanya berada di ruangan kantor yang sama, namun mereka tampak acuh hingga tak ada tegur sapa diantara mereka.
Khalif berusaha mencari sekretaris lain untuk membantu pekerjaannya yang menumpuk pasca perang dinginnya dengan Mutia.
Tentu saja Ia enggan jika harus meminta bantuan kepada gadis itu dan memilih mengerjakan sendiri semua tugas-tugasnya.
Karena Khalif sering pergi ke luar kota membuat pekerjaannya semakin lama semakin menumpuk karena Mutia pun enggan untuk menawarkan bantuan kepadanya.
Wanita itu seakan ingin menunjukkan kepadanya Jika Khalif tak bisa apa-apa tanpa dirinya.
Itulah yang membuat Khalif kemudian memutuskan untuk mencari sekretaris baru untuk membantu pekerjaannya.
Mengetahui Khalif sedang mencari sekretaris, Panji pun ikut melamar menjadi sekretaris adik tirinya itu.
Meskipun ia harus bersaing dengan para gadis muda untuk mendapatkan posisi sekretaris baginya tak membuat pria itu menyerah. Ia tetap maju dan pantang menyerah mengikuti seleksi yang begitu ketat.
__ADS_1
Panji semakin bersemangat untuk mengalahkan para rivalnya setelah mengetahui hubungan Khalif dan Mutia sedang merenggang..
Bukan tanpa alasan, sebagai mantan kekasih Mutia, Panji tentu sangat mengenal karakter Mutia. Apalagi hubungan mereka yang terbilang cukup lama membuat pria itu sangat yakin jika dirinya lah yang akan di pilih oleh Mutia untuk menjadi sekretaris Khalif daripada para gadis cantik itu.
Sebagai seorang kekasih yang masih berharap Khalif akan kembali kepadanya, Mutia tentu tak mau ada wanita lain yang berada di samping kekasihnya itu.
Itulah sebabnya ia pasti akan memilih seorang sekretaris pria agar tidak menggangu hubungannya dengan Khalif.
Karena Panji merupakan satu-satunya pelamar lelaki membuatnya semakin percaya diri untuk diterima.
Mengetahui Khalif sedang mencari sekretaris, Mutia segera meminta izin kepada HRD untuk menyeleksi sendiri para kandidat sekretaris itu.
Mutia tampak terkejut saat melihat Panji menjadi salah satu kandidat. Ia tak menyangka jika mantan "Yang daoahebodyguard Nina itu mengikuti seleksi.
Namun yang lebih membuat Mutia tercengang adalah saat ia mengetahui jika Panji bukan lelaki sembarangan.
"Jika kamu adalah seorang lulusan terbaik Monash university, lalu kenapa kau mau bekerja sebagai seorang bodyguard?" Tanya Mutia saat mewawancarai pemuda itu.
"Saat itu aku benar-benar sedang membutuhkan pekerjaan, jadi tak masalah jika aku bekerja sebagai apapun juga. Toh selama aku mendapatkan penghasilan yang sepadan itu tak masalah," jawab Panji membuat Mutia menerima alasannya
Merasa Panji tidak akan menjadi rivalnya saat menjadi sekretaris nanti membuat Mutia memutuskan untuk meloloskan pemuda itu dan mengeliminasi semua pelamar wanita karena dianggap akan manjadi saingannya dalam menaklukkan hati Khalif.
Sebagai seorang yang pernah dekat dengan Mutia, Panji tahu benar jika gadis itu tidak akan memilih seorang wanita untuk menjadi sekretaris Khalif.
Itulah yang menyebabkan pemuda itu begitu percaya diri saat melakukan sesi wawancara dengannya.
Seperti dugaanya, Mutia benar-benar lebih memilihnya daripada wanita cantik yang dianggap akan menjadi pesaingnya dalam mendapatkan hati kekasihnya Khalif.
__ADS_1
Mutia segera memperkenalkan Panji kepada Khalif.
Panji tak percaya jika Mutia akan memilih Panji menjadi sekretarisnya. Lelaki itu bahkan menyindirnya jika ia sengaja menjadikan bodyguard itu sebagai aksi balas dendam karena ia mencabut gugatan cerainya.
Awalnya Khalif tak mau menerima Panji sebagai sekretarisnya dan melarang pria itu untuk membantu pekerjaannya. Ia merasa kesal dengan yang pernah melawannya saat masih menjadi bodyguard Nina.
Sebagai seorang yang sudah Khalif dari kecil, ia tahu benar jika adiknya itu akan menerimanya setelah ia tahu latar belakang dirinya.
Ia kemudian memberikan CV dan surat lamaran kerjanya kepada Panji.
Mengetahui Panji adalah seorang lulusan universitas luar negeri terbaik, iapun memberikan kesempatan kepada pria itu untuk bekerja dengannya.
Panji tak menyia-nyiakan kesempatan pertamanya untuk mendapatkan kepercayaan dari adik tirinya itu.
Khalif sengaja mengajak Panji untuk mengikuti tender pengadaan alat-alat kesehatan. Dengan kemampuan negosiasi Panji, Khalif berhasil memenangkan projek itu hingga membuat Khalif begitu bangga dengannya.
Perlahan tapi pasti Panji mulai mendapatkan kepercayaan dari Khalif. Panji berjanji akan menyingkirkan Mutia dari sisi Khalif setelah ia berhasil mendapatkan kepercayaan Khalif seratus persen.
Namun bukan Mutia namanya, jika ia menyerah dengan keadaan.
Karena tak mau kehilangan Khalif, ia pun memutuskan untuk meminta maaf lebih dulu kepadanya.
Ia sengaja membuat acara surprise untuk merayakan keberhasilannya dalam menenangkan tender pengadaan alat kesehatan.
Mutia berusaha membuat acara seromantis mungkin untuk meluluhkan hati Khalif agar ia mau kembali lagi dengannya. Ia sadar jika ia terus membiarkan perang dinginnya tetap berlanjut maka Khalif akan kembali kepada Nina.
Khalif merasa senang karena Mutia akhirnya mengakui kesalahannya dan memintanya untuk kembali memperbaiki hubungan mereka.
__ADS_1
Mutia bahkan bersedia menjadi istri kedua jika Khalif ingin menikahinya diam-diam tanpa sepengetahuan Nina.