My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 26


__ADS_3

Malam itu Nina terlihat begitu cantik dengan gaun warna pastel yang membalut tubuh mungilnya. Ia sengaja menggerai rambutnya dan memakai aksesoris untuk menutupi perban di kepalanya.


Mariyah dengan bangga memperkenalkan cucu menantunya itu kepada semua investor dan rekan bisnisnya.


Tidak lama Khalif tiba bersama dengan Mutia. Keduanya tampak serasi dengan menggunakan pakaian yang senada.


Kedatangan CEO Hawi Corporation dan sekretarisnya ini sontak membuat para awak media langsung menyorot kedatangannya.


Mutia tersenyum lebar saat lampu kamera mulai membidiknya.


Sementara itu Dama segera menarik Khalif untuk memisahkannya dari Mutia agar tidak menimbulkan pemberitaan miring terhadap mereka.


"Jaga sikapmu jika di depan umum!" hardik Dama


"Ingat posisi mu belum aman sampai kau mendapatkan dukungan penuh dari para investor dan pemenang saham, jadi sebaiknya jaga sikapmu agar tidak menimbulkan spekulasi negatif," tegas Dama


Ia kemudian memintanya untuk menemani Nina selama acara berlangsung.


Tidak lama Khalif pun naik ke podium untuk memperkenalkan dirinya sebagai CEO baru kepada para pemegang saham, investor, dan juga rekan bisnis perusahaan.


Karena banyak tamu undangan yang merupakan warga negara asing maka Khalif berpidato dalam dua bahasa.


Selesai berpidato, ia pun memperkenalkan istrinya Nina kepada para tamu undangan.


"Sekarang giliran kamu untuk memberikan sambutan," ucap Khalif kemudian turun dari podium dan mempersilakan Nina untuk memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan dirinya.


Wanita itu terlihat gugup dan grogi saat hendak berbicara didepan banyak orang. Maklum saja selama ini Nina hanya seorang kutu buku yang jarang bergaul dengan teman-teman kuliahnya sehingga ia mendadak demam panggung saat tiba-tiba harus berbicara di depan orang banyak.


Melihat ekspresi wajah Nina membuat Khalif memanggil Mutia dan memintanya untuk memberikan pidato menggantikan Nina.


"Sepertinya istriku masih belum terbiasa untuk berbicara di depan umum, jadi tolong gantikan ia


untuk berpidato," ujar Khalif


Mutia mengangguk setuju. Namun saat ia hendak melangkahkan kakinya Nina mencegahnya, "Tidak perlu, aku bisa sendiri," ucap Nina kemudian naik keatas podium.


Nina menarik nafas panjang sebelum memulai pidatonya. Gadis itu terdiam cukup lama untuk menenangkan dirinya yang masih demam panggung. Hal itu tentu saja membuat para tamu undangan mulai berbisik-bisik membicarakannya.


Mutia yang tahu jika Nina memang punya kelemahan dalam bidang publik speaking segera naik ke podium sebelahnya untuk menggantikannya.


Akan tetapi baru saja ia akan membuka mulutnya Nina langsung menyapa para tamu undangan.

__ADS_1


Dengan bahasa inggris yang lancar semua orang tampak tercengang melihat istri Khalif yang tampak begitu tenang dan kalem saat berpidato.


Saat semua orang terpukau dengan kemampuan bahasa asing Nina yang begitu bagus, Panji justru tak bisa menahan kerinduannya dengan Mutia.


Diam-diam ia mendekati Mutia dan menyapanya. Namun Nina tak begitu meresponnya. Apalagi setelah tahu dia adalah bodyguard Nina.


Meskipun sikap Mutia yang terkesan mengacuhkannya namun Panji memakluminya karena ia tidak tahu jika dia adalah tunangannya Janaka.


Saat acara selesai bukannya menemani Nina pulang, Khalif malah lebih memilih menghadiri meeting di luar kota bersama Mutia.


Meskipun Nina merasa kecewa karena Khalif terlalu sibuk dengan pekerjaannya namun ia berusaha untuk tak memperlihatkan kesedihannya.


"Harusnya pengantin baru seperti ku sedang asyik-asyiknya menikmati bulan madu, tapi bukanya bulan madu aku malah sakit dan suamiku juga jarang pulang karena terlalu sibuk. Lalu kapan aku bisa bersenang-senang seperti pasangan pengantin baru lainnya," ucap Nina gusar


Ia tampak lebih banyak merenung selama perjalanan pulang membuat Panji merasa iba dengannya. Nina pun terlelap selama perjalanan pulang.


"Kita sudah sampai Nyonya," ucap Panji berusaha membangunkan Nina


Melihat Nina yang tampak kelelahan membuat Panji berinisiatif untuk menggendongnya dan memindahkannya ke kamarnya.


Iapun menyelimuti tubuh gadis itu kemudian pergi meninggalkannya setelah mematikan lampu kamarnya.


Sementara itu Khalif dan Mutia tampak menikmati kebersamaan mereka di luar kota. Bak sepasang pengantin baru keduanya menghabiskan malam panjangnya dengan penuh gairah.


Mariyah yang mengetahui Khalif tak pulang dan sengaja pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan segera memintanya pulang dan mengirim Broto untuk menggantikannya.


Mariyah yang kasian melihat Nina tampak kesepian sengaja menghiburnya dengan mengajarinya memasak.


"Kalau wanita ingin suaminya betah di rumah maka harus pintar memasak, makanya mulai sekarang kau harus belajar masak dengan Chef Juni," ucap Nenek


"Baik Nek!" sahut Nina


Selama Nina belajar memasak Mariyah sengaja pergi menemui Khalif yang sudah di kantornya.


Wanita itu memintanya untuk pulang lebih awal dan mempersiapkan malam pertamanya dengan Nina yang sempat tertunda.


Awalnya Khalif menolak dengan alasan luka di kepala Nina yang belum sembuh. Namun Mariyah memberitahunya jika Nina sudah sembuh total.


Mendengar Khalif akan menghabiskan malam bersama Nina, Mutia pun mulai resah. Ia kemudian menemui Khalif saat hendak pulang.


"Kalau kau benar-benar mencintaiku kau tidak boleh menyentuhnya. Aku tidak mau Nina sampai mengandung anakmu, karena jika itu terjadi maka kau akan sulit untuk menceraikannya," tutur Mutia

__ADS_1


"Lalu aku harus bagaimana. Aku terpaksa harus melakukan ini untuk melindungi kamu juga. Aku tidak mau nenek sampai curiga dan mengetahui hubungan kita. Karena jika itu sampai terjadi aku pasti akan di coret dari kartu keluarga Wiraatmadja. Kau tidak perlu khawatir karena apapun yang terjadi kau tetaplah satu-satunya wanita yang ku cintai, dan Nina sama sekali tak ada artinya bagiku," ujar Khalif meyakinkan Mutia


Seperti janjinya dengan Mariyah malam itu Khalif memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami.


Meskipun dengan terpaksa namun Khalif tetap bisa menggauli istrinya dengan lembut hingga membuat Nina semakin mencintainya.


Keesokan harinya Nina terlihat lebih cantik karena ia ingin terlihat cantik saat Khalif melihatnya setelah bangun tidur.


Nina membayangkan jika suaminya itu akan merasa senang dan memilih menghabiskan waktu bersamanya daripada bekerja.


Namun kenyataan tak seindah ekspektasi. Saat Nina sedang menikmati sarapan pagi bersama suaminya, Mutia datang dan meminta Khalif untuk segera ke kantor karena ada meeting mendadak.


Tentu saja Khalif tak bisa menolak keinginan Mutia, meskipun ia tahu jika kekasihnya itu datang bukan untuk mengajaknya meeting.


Kembali Nina harus menikmati sarapannya seorang diri di rumah besar itu.


Tak mau melihat Nina bersedih, Mariyah sengaja mengatur dinner romantis antara khalif dan Nina di sebuah restoran mewah.


Nina tampak antusias saat Mariyah memberitahunya untuk bersiap-siap pergi dinner. Nina tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.


Ia langsung memeluknya erat dan menyampaikan rasa terimakasihnya karena Mariyah selalu membuatnya merasa bahagia.


"Terimakasih nenek atas kejutannya, aku gak tahu deh harus bilang apa lagi sama nenek. Aku terharu banget karena bisa memiliki nenek seperti mu. Meskipun kau bukan nenek kandung ku tapi aku merasa kau memperlakukan aku lebih dari cucu kandungmu sendiri, sekali lagi makasih nek," ucap Nina tampak berurai air mata


"Dasar mantu cengeng gitu aja nangis, udah usap air matamu nanti cantiknya ilang, sekarang siap-siap nanti biar Panji yang akan mengantarmu," tukas Mariyah


"Iya nek,"


Nina kemudian segera menuju kamarnya dan berganti pakaian. Seperti biasa Nina tampil sederhana namun tetap cantik dan elegan dengan gaun berwarna merah yang menunjukkan pribadinya yang hangat.


Setibanya di restoran ia melihat Khalif sudah menunggunya.


"Maaf aku terlambat ya?" tanya Nina


"Tidak kok, aku yang kecepatan datang," jawab Khalif


Ia kemudian memesankan makanan untuk istrinya itu.


Sementara itu Panji melihat Mutia juga ada di tempat itu.


"Mungkin ini yang dinamakan jodoh, kami bertemu lagi karena sama-sama mengantar atasan kami," Panji kemudian mendekati Mutia yang berada di lantai dua restoran

__ADS_1


Namun ia menghentikan langkahnya saat melihat Khalif menghampirinya dan memilih makan bersamanya dan meninggalkan Nina sendirian.


__ADS_2