My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 32


__ADS_3

Nina begitu senang saat Mariyah memberikan posisi sebagai kepala HRD di Hawi Corporation.


"Aku percaya kau bisa memilih SDM terbaik untuk perusahaan ini. Aku juga yakin kau akan menjalankan pekerjaan mu dengan profesional. Kalau kau perlu apa-apa atau ingin bertanya sesuatu tanyalah kepada Broto, dia pasti akan membantumu saat kau kesulitan,"


"Baik Nek, terimakasih." ucap Nina sumringah


Mariyah kemudian menyuruh Broto untuk memperkenalkan Nina kepada semua karyawan. Nina sempat enggan memasuki ruang kerja suaminya saat Broto juga ingin memperkenalkan dirinya kepada Bos Hawi Corporation itu.


"Apa itu perlu, sedangkan aku dan Al sudah saling mengenal dan kami juga tinggal bersama karena dia suamiku. Jadi sepertinya tidak perlu toh aku bisa memberitahunya nanti via pesan singkat," tolak Nina


"Tetap saja Nona anda harus melakukan ceremonial ini sebagai karyawan baru. Meskipun anda adalah istri Pak Khalif tetap saja di sini anda adalah bawahannya dan harus bersikap profesional," tegas Broto


"Baiklah kalau begitu," jawab Nina pasrah


Ia kemudian mengikuti Broto menuju ruang kerja Khalif


*Tok, tok, tok!!


Seorang wanita cantik keluar dari ruangan Khalif dan menyambut kedatangan mereka dengan senyuman manisnya.


*Deg!


Nina sempat terkejut melihat Mutia ada di ruang kerja suaminya, namun ia buru-buru menepis rasa cemburunya karena ia tahu jika seorang sekretaris harus selalu berada di samping Bosnya.


"Nina, tumben pagi-pagi sudah ke sini. Ada perlu apa?" sapa Mutia


"Mulai sekarang panggil dia Ibu karena Bu Nina sekarang menjabat sebagai kepala HRD yang baru," ucap Broto


Mutia tersenyum kecut mendengar jawaban Broto. Ia tak mengira Nina akan kembali bekerja setelah memutuskan untuk tidak bekerja setelah menikah.


Ia kemudian mempersilakannya masuk dan buru-buru.


Nina kembali tertegun saat melihat aneka makanan di sana.


"Rupanya mereka sedang sarapan bersama," gumamnya


Khalif yang sedang menikmati sarapannya terkejut melihat kedatangan istrinya.


"Ada apa kamu datang menemuiku?" tanyanya acuh


"Aku yang membawanya ke sini. Kebetulan hari ini Bu Nina akan menjadi Kepala HRD yang baru, dan aku ingin memperkenalkannya kepada mu," jawab Broto

__ADS_1


Seketika Khalif berhenti mengunyah dan berdiri menatap istrinya.


"Wow aku benar-benar terkejut, aku gak tahu kenapa kau tiba-tiba ingin kembali bekerja setelah aku memintamu untuk di rumah saja. Apa sebenarnya yang kau inginkan??" ucap Khalif sinis


Pria itu tak mengira jika Nina berani membuat keputusan sendiri tanpa bertanya padanya lebih dulu. Nina bahkan tak takut saat memutuskan bekerja lagi meskipun ia sudah melarangnya.


Ia tampak marah karena merasa Nina akan menjadi mata-mata yang membatasi gerak-geriknya untuk lebih dekat dengan Mutia selama di kantor.


"Bukan Bu Nina yang memutuskan dia bekerja lagi di sini, tapi ini adalah keputusan ibu Anda, nyonya Dama," tukas Broto membuat Khalif semakin murka.


Ia buru-buru menemui Dama di ruang kerjanya untuk mengkonfirmasi keputusannya.


"Sepertinya ada berita penting sampai-sampai kau menemuiku sepagi ini?" tanya Dama


"Sebenarnya apa yang ibu rencanakan hingga menyuruh Nina bekerja lagi. Apa ibu sengaja ingin menjadikan ia sebagai mata-mata?" tanya Khalif dengan nada kesal


"Tentu saja, bukankah dia harus tahu apa yang kau lakukan dengan Mutia di belakangnya. Untuk itulah sebagai ibu mertua yang peduli dengannya, aku sengaja memintanya kembali bekerja," jawab Dama tersenyum melihat kemarahan putranya.


"Bukankah dulu kau sendiri yang mengatakan jika pernikahan ku dengan Nina hanya formalitas saja, jadi tidak masalah kan jika aku mencari kebahagiaan ku sendiri. Toh ujung-ujungnya kami juga akan bercerai juga," sahut Khalif


"Tapi tidak secepat ini juga. Kau tahu kan kalau nenekmu tidak akan membiarkan mu bertahan lama menjadi CEO jika menyakiti Nina. Apalagi setelah ia tahu kalau kau berusaha membunuhnya di hari pernikahan kalian. Harusnya sekarang kau lebih hati-hati dan menjauhi Mutia apalagi setelah nenek menjadikan dia sebagai kepala HRD. Kau yang paling tahu betapa pentingnya posisi itu di perusahaan kita, jadi jangan macam-macam,"


"Jangan pernah meremehkan seseorang, karena kau tidak akan seberapa kuat ia bisa menghancurkan mu suatu saat nanti," ucap Dama


"Sudahlah Ibu, berhenti menakuti ku. Aku bukan anak kecil lagi yang bisa dengan mudah terpengaruh ucapanmu. Sekarang aku berhak menentukan hidupku sendiri. Apapun yang akan terjadi aku tidak akan merubah sikapku kepada Mutia apalagi Nina,"


Dama begitu geram dengan sikap keras kepala Khalif yang tetap tak mau memutuskan hubungannya dengan Mutia meski ia sudah membuat Nina kembali bekerja lagi.


"Kau mungkin sekarang sedang dibutakan oleh cinta, tapi jangan lupa kalau Mutia tak pernah mencintaimu apa adanya. Dia pasti sengaja melabuhkan hatinya kepadamu setelah sadar jika ia tak akan mendapatkan apa-apa kalau ia tetap membalas dendam atas kematian kekasihnya. Biarlah waktu yang akan memberi tahumu jika Mutia hanya mengincar hartamu bukan hatimu. Karena percuma saja aku memberitahu mu kau tetap tidak akan percaya padaku,"


...💘💘💘💘...


Saat jam makan siang Nina sengaja membawa bekal makanannya ke ruangan Khalif berharap ia bisa mengajaknya makan siang bersama.


Namun seperti biasa Khalif selalu menolaknya, dan berkilah jika dia harus makan siang dengan klien di luar.


Nina hanya memandang sendu kepergian Khalif dengan Mutia.


Meskipun ia tahu jika suaminya membohonginya, namun ia mencoba mempercayai ucapannya.


Siang itu Broto sengaja mengajak Nina untuk bertemu dengan seorang investor.

__ADS_1


Ia sengaja mengajak Nina karena Khalif sedang keluar bersama Mutia.


Broto memberitahukan jika yang akan ditemuinya adalah seorang investor asing yang sangat penting bagi Hawi Corporation.


"Kau harus bisa meyakinkan dia untuk berinvestasi di perusahaan kita. Karena hal ini sangat penting bagi perusahaan kita yang sedang mengalami krisis keuangan," ujar Broto


"Krisis keuangan??" Nina terlihat kaget mendengar penuturan Broto yang menyebutkan jika Hawi Corporation sedang mengalami krisis keuangan.


Broto kemudian menjelaskan jika berita itu sengaja di rahasiakan untuk melindungi harga saham perusahaan.


"Jadi jika kau memang peduli dengan nenekmu, maka bantulah dia mencari investor untuk membantu perusahaan kita," tandas Broto


"Insya Allah, tapi karena aku tidak pandai melobby ya maklumin aja jika tidak sesuai harapan. Tapi tetap saja aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk meluluhkan hati sang investor," jawab Nina penuh semangat


Keduanya kemudian menuju ke ruang kerja Broto.


Lelaki itu kemudian memperkenalkan Diva kepada sang Investor.


Sang Investor begitu tertegun dengan perilaku santun Nina dan kerendahan hatinya.


Bukan hanya itu saja ternyata Nina diam-diam sangat pandai mengambil hati sang investor dengan candaan ringannya.


"Kalau boleh tahu apa sih hobby nya Mr. Anderson?" tanya Nina


"Aku suka menyanyi," jawab pria itu singkat


"Kalau begitu gimana kalau kita lanjutkan pembicaraan kita sambil karaoke," jawab Nina


"With pleasure (dengan senang hati )," jawab Anderson


Nina kemudian mengajak Broto dan Anderson ke tempat karaoke favoritnya.


Meskipun tempatnya tidak terlalu mewah namun Anderson sangat menyukainya apalagi saat mendengar suara merdu Nina.


Ia bahkan ikut bergoyang saat Nina sengaja menyanyi lagu dangdut favoritnya.


Sikap Nina yang apa adanya membuat Anderson menyukainya dan setuju untuk menjadi investor bagi Hawi Corporation.


Anderson sengaja mengundang CEO Hawi Corporation dan istrinya itu untuk menghadiri jamuan makan malam di hotel miliknya.


Namun bukannya mengajak Nina, Khalif malah mengajak Mutia sebagai pasangannya.

__ADS_1


__ADS_2