My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Lima Belas


__ADS_3

Amel meremas tangannya yang kini sudah Berkeringat dingin. "Kenapa?" tanya Evan yang duduk di depannya


"Ngga papa kok" jawab Amel sambil tersenyum lalu menaruh kedua tangannya diatas meja, meraih pisau dan garpu lalu memotong steak yang ada di depannya


"Kepikiran ucapan Mila tadi pagi ya?" Tanya Evan. "Enggak" Jawab Amel lalu memasukkan daging yang sudah ia potong ke dalam mulutnya


"Udah ngga usah Lo fikirin yang penting sekarang gue udah ngga ada perasaan sama dia" ucap Evan sambil memegang tangan Amel. Amel terseyem dan mengangguk.


*


Lolita dan Aldi kini sedang berada di dalam mobil, mereka akan pergi bermalam mingguan berdua "Aldi kamu mau ngajak aku kemana?" tanya Lolita yang sedari tadi menatap ke arah jalanan


"kesuatu tempat" jawab Aldi yang masih fokus dengan mengemudinya


tak lama mobil Aldi berhenti di sebuah taman, sebelum turun Aldi menutup mata Lolita menggunakan kain hitam terlebih dahulu.


"Kenapa pake di tutup segala sih?" Tanya Lolita


"Udah biar surprise" jawab Aldi sambil tersenyum "kamu tunggu sebentar" ucap Aldi kemudian turun dari dalam mobil, Lolita takut jika dirinya di tinggal sendiri oleh Aldi, Lolita meraba raba ke arah kursi kemudi, tetapi gadis itu tidak mendapati Aldi disebelahnya "Aldi kamu di mana sih, aku buka nih" ucap Lolita sedikit berteriak


suara pintu mobil terbuka membuat Lolita semakin gugup takut takut jika itu preman "ini aku" ucap Aldi sambil membuka selt beat yang dikenakan Lolita "Jangan dibuka" imbuh Aldi


Aldi membantu Lolita turun dari dalam mobil, setelah Lolita turun Aldi menutup pintu mobilnya Kembali "Kamu jalannya pelan pelan aja, pegangan sama tangan gue" Tutur Aldi sambil menuntun Lolita berjalan, Aldi membawa Lolita kedalam taman yang sangat indah, Dengan dihiasi lampion serta bunga mawar merah muda, Terdapat danau buatan yang sangat cantik, Aldi berjalan terus menuntun Lolita dengan pelan, langkahnya menuntun mereka menuju kearah danau, dan berjalan melintasi jembatan yang terbuat dari kayu serta di taburi dengan kelopak mawar merah dan putih untuk menuju tengah tengah danau.


Mereka akhirnya menghentikan langkah ketika sampai di gazebo bercat putih berbentuk segi enam, serta pagar yang bercat putih pula dengan atap bercat coklat dengan korden putih transparan serta kursi berhadapan dengan meja bundar di tengahnya.


Aldi melepaskan genggamannya membuat Lolita gugup, gadis itu meraba sekitar namun tak mendapati Aldi disekitarnya


"Aldi kamu dimana sih? jangan bercanda" ucap Lolita sedikit berteriak dengan kesal karena tak mendapati Aldi disekitarnya, dan Lolita juga takut jika dia kerjain Aldi dan di tinggal sendirian


"Aku hitung sampai tiga jika kamu ngga datang juga gue buka penutup matanya" imbuh Loli


"Satu" Lolita memulai menghitung

__ADS_1


"Dua" Lolita meraba sekitar


"Tiga, oke kamu ngga ada aku buka" teriak Lolita, tangan Lolita pun bergerak untuk menarik penutup mata yang menutupi mata indahnya itu kebawah, dan yang Lolita dapati hanya gelap, yups semuanya gelap, Lolita melihat kearah sekitar, dan dirinya tak mendapati siapapun kecuali dirinya yang berada di tengah danau, hal ini semakin membuat Lolita semakin ketakutan "Aldi, kamu di mana sih?" Teriak Lolita


"Aldi jangan tinggalin gue sendiri disini, gue takut" ucapan Lolita mulai berat, matanya berkaca kaca


"Aldi kamu di mana sih" nada bicaranya mulai lemah, Lolita jongkok, kini gadis itu menangis, Lolita menutup wajahnya menggunakan telapak tangan


"Hiks Aldi kamu kenapa tega banget sih ninggalin aku sendirian di tempat gelap dan sepi begini" gumam Lolita sambil terisak


dan tiba tiba lampu menyala, suara petasan terdengar memenuhi pendengaran Lolita, Lolita segera bangkit merasa ada cahaya dan juga suara, Lolita berdiri, lalu mendongak melihat petasan yang membentuk huruf "I Love You Lolita" seketika tangis Lolita reda


"Gimana? kamu suka nggak?" Suara seseorang dari belakang Lolita membuat gadis itu membalikkan badannya, Lolita mendapati Aldi yang berdiri sambil tersenyum manis menatapnya. Aldi berjalan menghampiri Lolita "Bercanda kamu ngga lucu" ucap Lolita sambil mengerucutkan bibirnya kesal dengan ulah Aldi, tapi tidak memungkiri bahwa hatinya sangat senang mendapat kejutan romantis dari sang suami sekaligus kekasihnya itu. Aldi menghapus jejak air mata di kedua pipi Lolita menggunakan ibu jarinya


Tiba tiba Aldi berjongkok di depan Lolita, Lalu laki laki itu mengeluarkan sebuah Kotak beludru kecil berwarna biru yang menampilkan dua cincin couple yang bertuliskan namanya dan nama Lolita


"Apa ini?" Tanya Lolita.


"Lolita aku cinta sama kamu, dari dulu sejak pertama aku bertemu dengan kamu, aku sudah jatuh cinta sama kamu, kamu adalah gadis pertama yang mampu merebut hatiku, meskipun kamu berkali kali membuat aku kecewa dengan kedekatan kamu bersama dengan Kevin dan juga Andra, tapi itu tidak pernah mengurangi sedikit pun rasa cinta di hati aku untuk kamu" Aldi mengehentikan ucapannya sebentar, sekedar mengambil nafas


"Lolita will you marry me? and become my halal lover? undergo joy and sorrow together with the cunta that has been bound in religion and law? love each other forever?" Tanya Aldi sambil menatap lekat lekat wajah Lolita


mata Lolita berkaca kaca, gadis itu terharu, Lolita menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya, ia tak pernah menyangka jika dirinya akan mencintai seorang Aldi yang notabennya adalah musuhnya, dan Lolita sekarang benar benar mencintai Aldi dan tak ingin kehilangan laki laki yang sekarang sudah menjadi suaminya itu.


Lolita mengangguk "Yes I do" jawab Lolita dengan suara yang sedikit parau, Aldi yang mendengar jawaban Lolita pun tersenyum lalu berdiri, Aldi meraih tangan kiri Lolita yang sudah terdapat cincin pernikahannya itu "ini mau Lo pakein cincinnya?" Tanya Lolita dan Aldi mengangguk "tapi kan ini udah ada cincinnya" ucap Lolita lagi


Aldi melepas cincin yang di kenakan Lolita, Lalu mengambil cincin yang baru dari dalam beludru dengan tulisan namanya, Aldi meletakkan beludru itu dia atas meja belakang Lolita lalu Kembali meraih jari Lolita dan menyematkannya cincin itu di jari manisnya


Aldi dan Lolita terseyem menatap cincin itu


"sekarang gantian" tutur Aldi, Lolita pun tersenyum lalu meraih tangan Aldi, melepas cincin yang dikenakan Aldi lalu mengambil cincin baru yang bertuliskan namanya dan memakainya di jari manis Aldi.


Aldi meraih tangan Lolita Lalu mencium punggung tangannya, "I Love You" ucap Aldi sambil tersenyum dan menatap wajah cantik Lolita

__ADS_1


"I love you too" jawab Lolita, tiba tiba pelayan pun datang dengan berbagi macam makanan yang sudah di pesankan Aldi, Aldi menarik kursi dan menyuruh Lolita duduk, Lolita pun menurut dan duduk diikuti Aldi yang juga ikut duduk di depan Lolita


pelayan itu mulai menghidangkan makanan dan juga menghidupkan Lilin setelah itu pamit untuk kembali


"ini semua rencana kamu?" tanya Lolita sambil memasukkan sesuap makanan ke dalam mulutnya, Aldi pun mengangguk lalu melakukan hal yang sama


"Kok tamannya sepi banget" ucap Lolita lagi


"Sengaja gue sewa untuk kita berdua" jawab Aldi, Lolita terseyum dia tak menyangka jika Aldi bisa seromantis ini


"tapi kamu udah bikin gue takut" tutur Lolita


"ga perlu ada yang perlu kamu takutin selama ada aku di samping kamu" ucap Aldi sambil menggenggam kedua tangan Lolita


-


-


-


-


-


-


sengaja ga up banyak biar jejaknya ngga ketinggalan, gimana? baper ngga? author ngga jago bikin yang romantis 😂


jejak yang jangan lupa di tinggalin ya sayang, sama seperti kalian yang suka liat cerita author dan baca cerita autor, author pun jika suka lihat vote sama like kalian, dan juga suka baca komen kalian semuaaa


Jangan lupa juga mampir di cerita Author yang baru judulnya DaRain Love Story


dijamin bikin baper dan juga nguras emosi

__ADS_1


ayo cepetan di cekkk🤗


__ADS_2