
TIDAK TERLALU BURUK
Bagi yang puasa mending baca saat malam saja yang man teman semua. soalnya ada yang melenceng dikit😂
sekarang author mau fokus revisi typo yang bertebaran dulu yang sudah persis Corona ada di mana mana😂😂
Wilna menunggu dengan harapan harap cemas di luar kamar Lolita.
mulutnya tak henti hentinya berkomat kamit mengucapkan doa agar menantunya itu baik baik saja.
tak lama dokter pun keluar dari dalam kamar Lolita. "Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya Wilna dengan nada cemas. Melihat ekspresi dokter yang sangat serius itu membuat Wilna semakin khawatir.
"Bisa kita bicara berdua?" Ucap sang dokter dengan nada bertanya. "Boleh, mari ikut saya" ucap Wilna sambil berjalan terlebih dahulu dan diikuti oleh sang dokter.
Wilna mempersilahkan dokter itu untuk duduk di sofa ruang kerja milik suaminya itu. "Jadi bagaimana, apakah anak saya baik baik saja?" tanya Wilna cemas.
"Sebelumnya saya minta ibu jangan marah kepada anak nanti" Ucap Dokter itu sebelum memberitahu hasil pemeriksaan Lolita.
"Iya, sudah cepat katakan, apa menantu saya sakit serius?" Tanya Wilna. Dokter itu menghela nafas lalu membuangnya secara perlahan.
"Jadi menantu ibu sekarang sedang hamil, dan usia kandungannya baru menginjak dua Minggu" Jelas sang Dokter. Wilna sangat terkejut mendengar penuturan dari sang dokter, ia membungkam mulutnya yang menganga menggunakan kedua tangannya itu.
"Saya minta ibu jangan memarahi anak ibu, karena itu bisa berpengaruh kepada janinya" Imbuh dokter itu. Wilna seketika terseyem ia menurunkan tangannya, "Kenapa saya harus marah?" Ucap Wilna dengan nada bertanya.
Mendengar pertanyaan Wilna, dokter itu malah terkejut, ketika anak mereka hamil di luar nikah mereka akan marah, tapi kenapa dengan Wilna? ia malah tersenyum dan terlihat bahagia.
"Biasanya ibu ibu kalau anaknya hamil diluar nikah pasti marah, tapi ini kenapa Anda terlihat sangat bahagia?" Tanya Sang dokter yang sudah tidak mampu menahan rasa penasarannya.
"untuk apa saya marah? tidak ada alasan untuk saya marah. Karena anak saya mempunyai suami" jelas Wilna sambil tersenyum bahagia.
Mendengar penuturan Wilna, dokter itu malah gantian yang dibuat terkejut. Namun ia segera merubah eskpresinya menjadi biasa saja.
"Kalau begitu selamat ya Bu" Ucap dokter itu sambil mengulurkan tangannya. Wilna pun menerima uluran tangan dokter itu. "Iya, terimakasih" Jawab Wilna.
"Untuk memastikan Anda bisa membawa ke dokter kandungan" Jelas sang dokter. "Kalau begitu saya pamit dulu" Ucap sang dokter sambil berdiri lalu keluar dari ruang kerjanya Putra diikuti dengan Wilna.
*
"Assalamualaikum" Ucap Aldi dan Putra secara bersamaan saat memasukkan rumah, Raut wajah khawatir terlihat sangat kentara.
Putra langsung buru buru mengajak anaknya itu pulang ketika sekertaris nya mengatakan bahwa tadi Wilna menelfon dan mengatakan jika menantunya pingsan, dan Wilna pun memberikan tahu kepada suaminya jikalau ternyata menantunya itu sedang hamil tetapi tanpa sepengetahuan Aldi.
"Waalaikumsalam" Jawab Wilna yang baru saja kembali dari kamar Lolita. "Bunda bagai mana keadaan Lolita?" Tanya Aldi dengan nada cemas.
"Kamu cek ajak sendiri" Jawab Wilna dengan nada dingin dan muka datarnya. Aldi pun langsung berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya dengan diikuti Wilna dan Putra dibelakangnya.
Aldi langsung membuka pintu kamarnya itu dengan kasar, Terlihat Lolita yang sepertinya baru saja sadar, ia mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya yang baru saja masuk ke dalam matanya.
Aldi langsung mendudukkan dirinya disebelah Lolita, "Sayang mana yang sakit?" Tanya Aldi cemas sedangakan Lolita hanya menggeleng sebagi Jawaban.
"Aku ngga papa tadi cuma pusing aja" Jawab Lolita menenangkan Aldi. Aldi mengalihkan pandangannya ke arah bundanya yang berdiri di depannya itu.
"Lolita Hamil" Ucap Wilna masih dengan nada dingin dan juga muka datarnya.
Jedaaaarrrrrrrrrrrr
Bagai disambar petir di tengah bolong, Aldi dan Lolita membulatkan matanya dengan sempurna, ia terkejut dengan penuturan bundanya. Lolita yang berbaring kini merubah Posisinya menjadi duduk.
"Bunda serius?" Tanya Aldi tak percaya, sedangakan Lolita sudah ketar ketir takut takut jika mertuannya itu akan memarahinya.
"Emang bunda terlihat bercanda?" Tanya Wilna dengan nada bicara serius. Melihat ekspresi kedua mertuannya itu, Lolita semakin dibuat ketar ketir tak karuan.
"Kamu tahu Aldi apa kesalahan kamu?" Tanya Putra dengan nada dingin dan juga muka datarnya.
__ADS_1
Aldi mengangguk lesu, ia jelas menyadari kesalahannya yang melakukan itu dengan terburu buru, dan ia juga lupa tidak memakai pengaman sehingga membuat ia kebobolan.
"Kenapa ngga pakai pengaman?" Tanya Putra masih dengan muka datarnya, Hingga membuat Wilna memukul pelan bahu suaminya itu yang terlihat kelewat santai.
"Ya Aldi lupa, lagian juga Aldi ngga tau kalau jadinya bakal secepat itu" Jawab Aldi masih sambil menunduk.
"Maaf" Cicit Lolita pelan, ia juga mendudukkan, ia tak kalah takut dari Aldi. "Aku lupa bilang sama Aldi kalau saat itu aku baru saja selesai menstruasi jadi subur" ucap Lolita, setelah itu ia menggigit bibir bawahnya.
Ia dan juga Aldi sudah siap jika akan menerima amukan dari kedua orang tuanya itu.
"Bagus dong" Ucap Putra tiba tiba yang berhasil membuat Lolita dan Aldi mengangkat wajahnya menatap ayahnya itu dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Karena Ayah akan segera mempunyai cucu" ucap Putra sambil tertawa terbahak bahak karena berhasil membuat anak dan menantunya itu ketakutan.
"Ayah tidak marah?" Tanya Lolita dengan begitu polosnya. "Kenapa ayah harus marah? orang kalian juga sudah menikah jadi halal halal aja kan?" Ucap Putra sambil meredakan tawanya.
"Kalau mau nambah juga boleh" Imbuh Putra yang mendapat hadiah pukulan pesan di bahunya dari istri tercinta.
"Lahir aja belum sudah nambah" ucap Wilna sambil menatap suaminya itu. "Ya udah kalau begitu ayah sama bunda aja yang nambah" Ucap Putra menggoda istrinya itu hingga membuat Wilna tersipu malu.
"Sudah mau jadi kakek aja masih gitu" Ucap Wilna. Putra hanya tersenyum sambil menuntun istrinya itu keluar dari kamar Aldi dan berjalan menuju ke dalam kamarnya untuk menyalurkan hasratnya.
*
Sedangakan Aldi dan Lolita saling menatap, "Gara gara kamu sih aku jadi harus jadi mama muda" Ucap Lolita sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kamu juga menikmati kenapa jadi nyalahin aku" Tukas Aldi yang tak terima jika ia disalahkan.
"Aldi Junior, baik baik di perut mommy ya sayang" Ucap Aldi sambil mengelus perut rata Lolita. Lolita yang melihat itu pun tersenyum.
"Kamu bahagia?" Tanya Lolita pada Aldi, Aldi pun mendongakkan wajahnya menatap Lolita. "Tidak hanya senang, aku sangat bahagia" Tutur Aldi. "Aku juga sangat bahagia, aku juga tidak menyesal mengandung ia di usia yang masih semuda ini dan harus kehilangan masa remaja aku, karena ini adalah hasil dari benih cinta kita berdua" imbuh Lolita sambil mengelus perut ratanya.
"Terimakasih" ucap Aldi lembut sambil mencium kening Lolita dengan penuh sayang. "Dan sekarang aku menginginkannya lagi, punya kamu ternyata bikin candu" Bisik Aldi tepat di telinga Lolita, tanpa aba aba ia langsung mencium bibir Lolita dan melumatnya dan terjadilah hubungan suami istri untuk kedua kalinya.
*
tak lama pintu kamar mandi pun terbuka, menampilkan Aldi dengan handuk yang melilit sebatas pinggangnya dengan rambutnya yang terlihat basah.
Aldi melirik kearah ranjang, terlihat Lolita yang sedang duduk bersandar dengan selimut yang menutupi tubuhnya sambil memainkan ponselnya.
"Kamu sudah bangun sayang" Ucap Aldi, Lolita pun mengalihkan pandangan ke arah Aldi dan ia pun mengangguk. Ia menyimpan ponselnya di atas nakas lalu berjalan menuju kedalam kamar mandi masih dengan selimut yang melilit tubuhnya.
Dua puluh berlalu, Lolita pun keluar dari dalam kamar mandi dengan balutan kimono. Terlihat Aldi yang sedang memainkan ponselnya.
Lolita langsung saja berjalan menuju ke dalam ruang ganti, Lolita keluar dengan T-SHIRT rainbow kendaraan serta celana hotpants pendek.
ia mendudukkan dirinya di depan cermin lalu mengering rambutnya menggunakan hair dryer.
"Sayang" Panggil Lolita sambil menatap Aldi dari pantulan cermin. "Kenapa?" Tanya Aldi sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana dan berjalan menghampiri Lolita. Ia mengambil alih Hair dryer yang di pegang Lolita dan membantu gadis itu mengeringkan rambutnya.
"Aku kemarin malam pengen Asinan kedondong dan kamu belum jadi beliin aku" Ucap Lolita sambil menatap Aldi yang mengeringkan rambutnya itu.
"Ya udah nanti biar aku minta samba bi Tuti buat beliin kedondong terus buatin kamu asinan" Ucap Aldi sambil mematikan hair dryer itu dan meletakkan diatas meja, Aldi kemudian mengambil sisir dan membantu Lolita menyisir rambutnya. Lolita hanya memperhatikan tanpa banyak protes.
Setelah Aldi selesai menyisir rambutnya, Lolita pun memutar tubuhnya kearah Aldi tanpa merubah posisi duduknya.
"Tapi aku maunya kamu yang beli terus buatin" ucap Lolita dengan wajah melasnya. "Aku mana tahu kayak gitu sayang, biar bibi aja" Tolak Aldi dengan halus. Namun Lolita malah mengeluarkan puppy eyesnya hingga membuat laki laki itu menjadi tidak tega.
"Ya udah iya, aku akan beliin kedondongnya terus aku buatin" Ucap Aksinya hanya akhirnya mengalah. Lolita seketika terseyem senang. "Aku ikut" ucap Lolita. "ngga usah kaku di ruang aja" Tolak Aldi, namun Lolita malah menekuk wajahnya.
Aldi menghela nafasnya. "Ya udah kalau kamu ikut sekarang kamu ganti celana kamu, masa iya kamu mau pergi pake itu?" Ucap Aldi sambil menatap celana hotpants Lolita.
Lolita pun mengangguk lalu berjalan menuju ke dalam ruang ganti untuk mengganti pakaian dengan T-SHIRT Longgar dengan motif garis garis hitam putih dengan bawan kulot hitam sepuluh centi di bawah lutut.
__ADS_1
*
Lolita dan Aldi kini sudah berada di sebuah pasar,m setelah menanyakan kepada Bu Tuti dimana ada penjual kedondong.
"Kedondongnya berapa Bu?" Tanya Aldi pada si penjual kedondong yang berjenis kelamin perempuan itu.
"Satu kilonya dua puluh lima ribu nak" Jawab Ibu ibu itu, "Mahal banget buk, biasnae juga sepuluh ribu" Ucap Lolita. "Iya neng, emang belum musimnya, lihatlah tidak ada penjual buah kedondong yang lain disini" tutur ibu ibu itu. Lolita pun melihat sekitar dan memang benar tidak ada yang menjual kedondong selain ibu itu.
"Ya udah buk, saya mau dua kilo" ucap Aldi, ibu itu pun mengangguk dan mulai menimbang buah kedondongnya.
"Aldi mau mangga muda" Ucap Lolita ketika matanya tak sengaja menatap ke arah mangga yang terlihat masih muda itu.
"Sama mangga mudanya juga satu kilo" imbuh Aldi, dan penjual itu pun menimbang mangga muda setelah menimbang kedondongnya.
"semuanya jadi sembilan puluh ribu" ucap Ibu itu sambil memberikan Kantung plastik kepada Aldi.
Aldi pun mengambil dompet dari dalam saku celananya terlebih dahulu, ia mengambil uang seratus ribu dan memberikan uang itu kepada si ibu penjual dan Aldi pun menerima kantung plastik itu.
"Terimakasih buk, Kemabalianya ambil saja" ucap Aldi sambil tersenyum ramah. "Terimakasih nak" ucap ibu itu sambil tersenyum.
Setelah itu Aldi dan Lolita pun kembali pulang.
malam harinya tepatnya setelah makan malam, Lolita terlihat sedang asik menikmati asinan kedondong yang di mix dengan asinan mangga buatan Aldi.
"Makannya hati hati" ucap Aldi ketika melihat Lolita yang begitu antusias menikmati asinan kedondongnya itu.
"Kamu ternyata pintar sekali membuat asinan sayang" Ucap Lolita yang begitu senangnya dengan asinan buatan suaminya itu.
Beberapa Minggu kemudian.
Lolita saat ini sedang berada di rumah sakit, ia sedang melakukan USG dengan di temani oleh Aldi, Wilna, dan juga Nita.
"Usianya sekarang sudah menginjak delapan belas Minggu"
"Pada usia 18 minggu, pertumbuhan janin dalam kandungan sudah semakin cepat sehingga Mama akan mudah untuk lapar. Pada usia ini, janin sudah memiliki berat sekitar 190- 200 gram dengan panjang 142 mm"
"Pada usia ini pula, janin sudah mulai bergerak aktif untuk melatih otot-otot tubuhnya. Mama bahkan sudah mulai bisa merasakan gerakan-gerakan janin dalam kandungan saat sedang mengelus perut. Sebab di usia ini, bayi sudah bisa berguling, meninju, menendang, bahkan menguap. Pada usia ini , jenis kelamin bayi sudah bisa terlihat lho Ma!" Jelas sang dokter sambil menatap kearah layar monitor yang menambah sebuah janin yang begerak gerak.
semua orang yang melihat itu terlihat sangat senang, terutama Aldi dan Lolita yang sedang seksama melihat gambar itu.
"Mau tau jenis kelaminnya?" Tanya Sang dokter, Lolita dan Aldi pun mengangguk secara bersamaan.
dokter itu pun menggerakkan kearah kelamin bayi, namun ia tidak bisa melihatnya karena posisi janin itu yang menutupinya.
"Sepertinya dedek bayinya malu ngga mau dilihatin jenis kelamin mau di buat kejutan" jelas sang dokter. mendengar itu Lolita sedikit kecewa.
"Ngga papa yang penting sehat" ucap Wilna sambil tersenyum, Lolita pun ikut tersenyum dan mengangguk.
-
-
-
-
-
-
Ini extra part yang terakhir yang bebskuuu, Lolita akan melahirkan di sesason selanjutnya.
sampai ketemu di MCW 2
__ADS_1
Ayo Likenya gas terus biar cepat nyampe di season duanya