My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 9


__ADS_3

Khalif tampak bersiap dengan mobilnya. Ia segera duduk dan mulai melakukan tes drive mengelilingi lapangan.


Pertandingan hampir di mulai, tapi Nina belum terlihat di bangku VIP yang sudah disiapkan.


Dama menunggunya dengan cemas, beberapa wartawan juga menunggu kedatangan gadis itu.


Di tempat berbeda Mutia tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap Nina yang tak mendengarnya. Gadis itu tetap bergegas pergi untuk menonton aksi balapan Khalif meskipun Mutia berkali-kali melarangnya.


Setibanya di sirkuit semua wartawan langsung mengejar-ngejarnya dan berusaha mengabadikan momen kedatangan tamu spesial tersebut.


Dama menyunggingkan senyumnya melihat kedatangan Nina. Wanita itu bahkan mempersilakan untuk duduk di sampingnya.


AA


Khalif sempat keluar dari mobilnya dan melambaikan tangannya kepada Nina sebelum melaju di arena balap.


Hal itu tentu membuat para wartawan semakin yakin jika keduanya memiliki hubungan spesial.


Kemenangan Khalif untuk pertama kali di kandang sendiri bahkan memunculkan spekulasi jika Nina memberikan peranan penting dalam kemenangan Khalif.


Khalif sengaja mendatangi Nina setelah mendapatkan piala dan mengajak gadis itu naik ke podium. Tentu saja para awak media tak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Mereka segera mengambil gambar keduanya untuk di jadikan berita utama.


Dama tersenyum lebar saat melihat headline beberapa media online.


Ia kemudian menghampiri keduanya dan memberikan selamat kepada Khalif.


"Apa pihak keluarga Wiraatmadja sudah merestui hubungan Khalif dengan Nina?" tanya seorang wartawan


"Tentu saja, bagi kami siapapun yang dipilih oleh Khalif itulah yang terbaik, dan sebagai orang tua kami hanya bisa merestui saja," jawab Dama


"Tapi bukankah Nina memang wanita yang dipilih oleh Pak Handoko Wiraatmadja. Jadi apa benar jika Khalif hanya memanfaatkan Nina untuk mendapatkan HAWI Corporation yang seharusnya diberikan kepada Almarhum Janaka,"


"Awalnya Nina memang wanita yang direferensikan oleh suamiku sebagai calon istri Khalif. Namun seperti yang kalian lihat, Khalif bukanlah tipe orang yang bisa menerima perjodohan dan dia berusaha mengenal Nina dengan caranya sendiri. Jadi jika ada yang mengatakan putraku memanfaatkan Nina untuk mendapatkan keuntungan itu salah, kalian lihat sendiri bukan, Khalif tidak langsung menikahi Nina begitu ayahnya memberi persyaratan itu. Ia justru memilih membangun hubungan dengan Nina dengan caranya sendiri karena ia tidak bisa menikah dengan wanita yang ia cinta," jawab Dama


Seketika berita itu langsung menggeser semua pemberitaan tentang kematian Janaka.


Khalif sengaja mengajak Nina untuk merayakan pesta kemenangannya bersama teman-temannya.

__ADS_1


Nina terlihat begitu bahagia karena bisa bertemu dengan para pembalap nasional dan juga pembalap luar negeri.


Sementara itu dua orang polisi datang ke pesta tersebut dan memborgol Khalif. Tentu saja hal itu membuat pemuda itu tampak shock.


Ia bahkan sengaja menutupi wajahnya saat puluhan wartawan mulai mengambil gambarnya.


Ia juga tak mau menjawab satu pun pertanyaan dari para wartawan yang mulai mencecarnya.


Kabar tentang penangkapan Khalif membuat Dama langsung menghubungi pengacaranya untuk mendampingi Khalif.


"Jangan khawatir, aku sudah membereskan semuanya jadi kau tak perlu takut. Kau cukup diam dan tak menjawab pertanyaan dari penyidik itu saja," ucap Dama berusaha menenangkan putranya


Melihat Khalif ditangkap di depannya membuat Nina pun mengunjungi pemuda itu. Meskipun ia bukan siapa-siapa bagi Khalif namun gadis itu sengaja datang untuk memberikan support kepada Khalif.


Sebenarnya Khalif sangat muak saat melihat Nina mengunjunginya. Karena bagaimanapun juga sebenarnya Khalif sangat membenci Nina karena ayahnya yang memaksanya untuk menikahi gadis itu.


Namun ia terpaksa harus memasang wajah manis dan tersenyum lebar menyambut kedatangannya demi meredam berita kematian Janaka.


"Thanks ya udah jengukin aku, Alhamdulillah aku jadi punya kekuatan baru setelah kedatangan mu di sini," ujar Khalif


"Sama-sama, aku yakin dibalik kesusahan pasti ada kemudahan, semangat dan jangan lupa banyak-banyak baca Qur'an,"


"Iya Nin, thanks ya supportnya," jawab Khalif


......................


Dama sengaja membuat konferensi pers tentang kebebasan putranya sekaligus untuk mengumumkan jika hubungan Khalif dan Nina mulai bersemi.


Berita ini tentu saja membuat Mutia semakin kesal dan kebakaran jenggot.


Ia berkali-kali mencoba menemui beberapa wartawan untuk memberikan informasi tentang kematian Janaka. Namun beberapa wartawan menolaknya karena berita itu sepi pembaca.


Karena frustasi Mutia pun nekad menemui Handoko, meskipun ia masih terbaring koma di rumah sakit.


Namun kedatangannya ke sana pun sia-sia karena para penjaga mengusirnya meskipun ia sudah mengatakan jika dirinya adalah mantan tunangan Janaka.


Meskipun ia tahu usahanya untuk menemui Handoko sia-sia, ia tetap menunggu di depan bangsal perawatan pria itu.


Mutia segera memasang raut wajah sedih dan meneteskan obat tetes mata saat melihat kedatangan Broto Adiwijaya.

__ADS_1


Ia yakin jika pria itu akan membantunya menemui Handoko.


Ia mulai menangis tersedu-sedu dan menceritakan apa yang terjadi terhadap Khalif hari ini kepada Broto.


Ia berharap pria itu akan bersimpati kepadanya dan mengijinkannya untuk bertemu dengan Handoko.


"Untuk apa kau ingin bertemu dengan pak Han yang masih koma. Meskipun kau menceritakan kesedihan mu kepadanya ia tak akan bisa meresponnya,"


"Benar, tapi setidaknya ini bisa membuatku sedikit lega karena bisa mencurahkan semua kesedihan dan uneg-uneg ku kepadanya. Kau tahu kan jika sekarang ini tidak ada satupun yang mau mendengar apalagi percaya kepadaku," jawab Mutia


Broto mengangguk mendengar jawaban Mutia. Ia kemudian mengantar gadis itu menemui Handoko.


Mutia tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia mulai menyampaikan keluh kesahnya kepada pria itu meskipun ia tahu jika Handoko tidak mungkin mendengarnya. Namun ia berharap dengan mendengar nama putra kesayangannya, Handoko akan segera bangun dan menghukum Khalif yang sudah menyingkirkan nyawa calon suaminya.


......................


Sementara itu di tempat berbeda, Janaka yang ditemukan oleh seorang warga pinggiran kali mulai siuman.


Karena hanya dirawat secara tradisional oleh seorang warga miskin membuat Janaka tak bisa pulih dengan cepat.


Namun berkat obat-obatan herbal yang dikonsumsinya membuat lukanya mulai mengering.


Saat mengetahui dirinya ada di sebuah desa kecil yang jauh dari perkotaan, Janaka pun ingin segera pergi dari tempat itu. Namun sang pemilik rumah melarangnya dan memintanya untuk bertahan di sana sampai ia sembuh.


Pria pemilik rumah pun menanyakan kepada Janaka kenapa ia sampai jatuh dari jembatan. Lalu Janaka pun menceritakan semuanya kepada pria itu.


"Semuanya akan menjadi musuh jika menyangkut harta benda. Jangankan saudara tiri, bahkan sesama anak kandung pun akan saling berselisih saat menyangkut tentang harta," tutur pria itu


"Semua yang anda katakan benar Pak, untuk itulah aku harus segera kembali. Aku ucapkan terima kasih karena sudah merawat ku sampai aku sembuh, aku tidak akan melupakan semua kebaikanmu dan akan membayarnya setelah aku kembali nanti," ujar Janaka


"Percuma saja kau kembali jika tubuhmu masih lemah seperti ini. Bukannya membalas dendam kepada musuh-musuh mu justru kau yang mungkin akan mati di tangan mereka. Dan kali ini mungkin kau akan mati sungguhan," ucap Pria itu membuat Janaka berpikir dua kali saat hendak pergi.


"Aku tahu kau mungkin tak nyaman di sini karena tidak apa-apa di sini. Tapi jika kau sabar dan mencoba menjalani hidup serba kekurangan di sini mungkin kau akan menjadi pria yang kuat dan tangguh setelah keluar dari tempat ini," imbuhnya


...****************...


Diwaktu yang bersamaan Handoko pun siuman dari komanya. Lelaki itu segera memanggil Broto ke lu kamarnya.


"Bagaimana hasil penyelidikan mu?" tanya Handoko

__ADS_1


"Seperti yang ada duga, mobil itu adalah mobil sewaan yang disewa oleh Mas Khalif,"


Seketika wajah Handoko memerah saat mengetahui Khalif adalah orang yang menabrak mobil Janaka.


__ADS_2