My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 16


__ADS_3

Kembali Nina menjadi perbincangan teman-teman kuliahnya setelah unggahan insta story Dama di media sosialnya.


Ia begitu bingung saat beberapa orang temannya menanyakan apa hubungannya dengan Khalif berlanjut lagi.


"Tidak ada hubungan apapun antara aku dan Khalif. Kalian lihat kan sekarang dia tak pernah menemui ku lagi," ucap Nina berusaha memberi klarifikasi.


"Lalu bagaimana dengan unggahan Ibunya Khalif yang ini?" tanya seorang temannya sambil memperlihatkan saat dirinya sedang sarapan di kediaman Wiraatmadja


"Oh itu, sebenarnya hari itu aku di undang nenek untuk menemaninya, bukan diundang sarapan bersama keluarga Wiraatmadja. Nah di momen itu sebenarnya bukan momen sarapan aku dengan keluarga Wiraatmadja. Tapi lebih tepatnya aku memakan sarapan nenek yang dibuat oleh seseorang untuk menghormatinya. Karena nenek bilang tak baik membuang-buang makanan makanya diberikan kepada ku," jawab Nina dengan polosnya.


......................


*Gedung Hawi Corporation


*Deg!!


Tak jauh beda dengan kampus Nina. Para karyawan Hawi Corporation pun mulai memperbincangkan insta story Damayanti.


Mutia yang penasaran karena mereka membicarakan tentang dirinya dan sahabatnya Nina merasa terpancing.


Ia kemudian membuka akun instagramnya dan mengintip postingan Damayanti.


Seketika matanya membulat saat melihat postingan wanita itu yang mengunggah Nina yang sedang menikmati sarapannya.


Sebenarnya tidak masalah jika Nina sarapan pagi bersama keluarga Wiraatmadja, namun yang membuatnya kesal adalah Nina memakan sarapan yang ia buat khusus untuk Mariyah.


Ia merasa sedih saat mengetahui Mariyah tidak memakan makanan yang diberikan olehnya.


"Jika kau memang tidak suka dengan makanannya kenapa tidak menolaknya saja atau membuangnya lebih baik daripada harus memberikannya kepada orang lain dan memperlihatkannya kepadaku," ucap Mutia sedih


Ia merasa jika semua keluarga Wiraatmadja sama saja. Tak ada satupun dari mereka yang baik seperti Janaka dan Ibunya.


Ia juga semakin kesal dengan Nina karena menanggap jika gadis itu berusaha mengambil perhatian Nenek Mariyah darinya.


"Gara-gara kau aku kehilangan Janaka, sekarang kau bahkan berusaha mendekati nenek Mariyah setelah Khalif memutuskan hubungan kalian. Dasar wanita tak tahu diri, kali ini aku tidak akan membiarkan mu mengambil sesuatu dari ku lagi," ucap Mutia


Sementara itu Dama sengaja mengunjungi ruang kerja Mutia setibanya di gedung Hawi Corporation.


Wanita itu sengaja ingin melihat reaksi Mutia saat melihat postingannya.


"Selamat pagi, kepala Divisi Perbekalan Mutia Anggraini Wijaya," sapa Dama dengan senyum mengembang

__ADS_1


Ia merasa puas saat melihat reaksi judes Mutia saat menyambut kedatangannya. Ia yakin jika Mutia pasti sangat kesal dengan Mariyah yang memberikan makanan pemberiannya kepada Nina.


"Selamat pagi Ibu Komisaris," jawab Mutia sinis


"Sepertinya kau sangat bersemangat hari ini sampai-sampai membuat semua karyawan Hawi Corporation terpukau dengan kinerja mu," ucap Dama kemudian duduk di meja kerja Mutia


Ia kemudian menarik shall gadis itu dan mendekatkan wajahnya.


"Jangan pernah mengusik apapun yang berkaitan denganku jika kau ingin bertahan lama di perusahaan ini. Sebagai karyawan baru kali ini aku memaafkan kesalahan mu, tapi jika aku dengar kau melakukan hal yang sam lagi, maka jangan salahkan aku jika kau akan terhempas dari perusahaan ini," ujar Dama kemudian melepaskannya


"Sepertinya anda begitu ketakutan saat aku mengetahui semua kecurangan yang anda sembunyikan selama ini. Pantas saja kau begitu takut saat perusahaan ini diberikan kepada Almarhum Janaka. Kau pasti ketakutan jika semua orang tahu tentang borok yang kau sembunyikan selama ini," jawab Mutia balik mengancamnya


Seketika Dama langsung turun dan berdiri menatap tajam gadis di depannya itu. Tak mau kalah Mutia pun melakukan hal serupa hingga keduanya tampak seperti sedang saling beradu kekuatan.


"Ku akui jika kau cukup berani, tapi kau juga harus tahu diri jika aku bukan lawan yang sepadan untuk mu," ucap Dama kemudian pergi meninggalkan ruangan kerja Mutia


"Sial, sepertinya aku memang harus berhati-hati dengan nenek lampir itu. Aku yakin dia bukan tipe orang yang diam saja saat aku berusaha menjatuhkannya," ucap Mutia


Wanita itu segera mengkopi data tentang korupsi yang dilakukan oleh Dama ke flashdisk miliknya. Tak lupa ia kemudian menyembunyikannya di dalam vas bunga yang ada di sudut ruangannya.


Dama yang mulai terusik dengan kedatangan Mutia mulai menyiapkan strategi untuk mengusir gadis itu.


"Aku tak bisa membiarkan dia tetap berada di sini. Dia terlalu berbahaya dari yang aku bayangkan. Aku bahkan tak menyangka jika ia berani mengancamku," Dama yang mulai hilang kendali segera menghubungi seorang tangan kanannya.


Tanpa basa-basi Dama langsung memberikan foto Mutia saat bertemu dengannya.


"Ambil semua laporan keuangan yang ada di ruangannya dan berikan ia efek jera agar tak mengulangi perbuatannya," ucap Dama


"Baik nyonya,"


"Ingat, jangan sampai meninggalkan jejak apapun,"


"Baik," jawab pria itu kemudian meninggalkan Dama setelah menerima amplop coklat dari wanita itu.


Dama yang menikmati makan siangnya tiba-tiba tertegun saat melihat seorang pria membawa sayur mayur kedalam restoran.


"Heru??"


Dama tiba-tiba teringat pria yang memesankan taksi untuknya semalam.


"Aku yakin semalam dia yang sudah menolongku dan memesankan taksi untukku," Buru-buru Dama beranjak dari duduknya dan berlari mengejar pria itu.

__ADS_1


Namun sayangnya ia kehilangan jejaknya karena pria itu buru-buru berlari dan segera naik keatas truk sayur.


"Aku yakin sekali itu Heru, tapi bagaimana mungkin dia masih hidup," ujar Dama


...----------------...


Saat semua orang sudah memilih pulang kerja Mutia masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya.


Sementara itu beberapa orang berdasi berjalan buru-buru memasuki memasuki lobby gedung tepat saat Mutia menyelesaikan pekerjaannya.


Gadis itu kemudian membereskan semua barang-barangnya dan bersiap pulang.


Ia sedikit terkejut saat berpapasan dengan beberapa orang pria berjas hitam saat keluar dari lift.


"Bukankah jam kerja sudah berakhir, tapi Kenapa mereka baru masuk kantor. Aneh, apa di perusahaan ini ada shift malam??" ucap Mutia merasa curiga


Namun ia buru-buru pergi saat melihat kedatangan Khalif di lobby gedung.


Meskipun Khalif berusaha menyapanya namun seperti biasa ia selalu mengabaikannya.


Mutia segera menghentikan sebuah taksi dan berlalu pergi.


Sementara itu sebuah mobil jeep mengikutinya dari kejauhan.


Mobil itu berhenti saat melihat Mutia sudah tiba di depan gang rumahnya.


Beberapa pria memakai penutup kepala segera melompat keluar dan membekap Mutia.


Mutia berusaha berteriak namun salah seorang dari mereka langsung membiusnya hingga ia pingsan.


Saat tersadar Mutia menjerit ketakutan karena ia berada di atas rooftop gedung Hawi Corporation.


*Tak, tak, tak!!


Seorang wanita berjalan mendekatinya membuat gadis itu semakin ketakutan.


"Bagaimana rasanya berdiri diatas sini?" tanya Dama


"Kenapa kau melakukan hal ini padaku, apa kau berusaha membunuhku untuk menghilangkan bukti-bukti kejahatan mu!"


"Ck, ck, ck, tepat sekali. Kau memang benar-benar berjodoh dengan Janaka. Selain kalian sama-sama orang miskin yang tak tahu diri, kau juga melakukan hal bodoh yang sama dengannya. Aku berharap kalian akan bertemu di neraka nanti. Jadi untuk aku rasa kau akan senang jika aku mengirim mu ke alam baka agar bisa bertemu dengan calon suamimu tercinta," jawab Dama

__ADS_1


Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk mendorong gadis itu. Seketika wajah Mutia berubah pucat saat dua orang pria bertubuh kekar langsung memeganginya.


"Tidak...., tolong jangan lakukan itu. Aku janji tidak akan mengusik mu lagi jika kau melepaskan aku kali ini," ucap Mutia


__ADS_2