
Seminggu setelah hari dimana Aldi memberikan hadiahnya yang tertunda, Laki laki itu kini sedang berada di ruang terapi dengan di temani oleh Lolita. Ya, Lolita Menag selalu setia menemani Aldi saat ia sedang melakukan terapi. Selain itu permintaan Aldi sendiri dengan Alasan Lolita adalah semangatnya ia juga takut jika Lolita akan meninggalkannya karena kondisinya yang sekarang, dan tentu saja Lolita dengan senang hati menemani Aldinya itu.
Tangan Aldi memegang dengan Erat pegangan Walker yang ia gunakan untuk latihan berjalan.
Tak henti hentinya peluh menetes membanjiri wajahnya ketika ia mencoba untuk mengangkat kakinya dan sesekali ia pun meringis seperti merasa kesakitan.
"Semangat kamu pasti bisa" Lolita yang berdiri di depan Aldi itu selalu memberikan semangat agar Aldi tidak putus asa. Dan setiap Lolita memberi semangat Aldi selalu tersenyum.
Langkah pertama
Aldi berhasil melangkah meskipun itu hanya langkah kecil.
langkah kedua
Aldi kembali melangkahkan kakinya membuat Lolita begitu senang.
"Bagus" ucap Dokter yang menangi Aldi. "Kita latihan sampai disini dulu, sekarang waktunya kamu Hospital Schooling" Ucap dokter itu sambil tersenyum. Lolita pun mendorong kursi roda Aldi mendekat kearahnya dan Aldi pun duduk di bantu oleh dokter itu.
Ya kini Aldi dengan di temani Lolita yang memang mereka seangkatan sehingga membuat Aldi tidak kesepian mengikuti pembelajaran Home schooling, tapi karena belajarnya di rumah sakit diganti menjadi Hospital Schooling.
Lolita mengambil sapu tangan yang selalu ia bawa ketika menemani Aldi terapi. Lolita pun membantu menyeka keringat Aldi menggunakan sapu tangan itu. Melihat Lolita yang sangat telaten merawatnya Aldi Kun sangat bahagia.
"Terimakasih dokter untuk hari ini" Ucap Lolita kepada dokter yang menangani Aldo setelah gadis itu selesai membantu mengelap keringat yang ada di wajah Aldi.
"Sama sama" jawab dokter itu sambil tersenyum. "Ya udah kalau gitu kita duluan ya dok" pamit Lolita lalu mendorong kursi roda Aldi menuju keruang rawat suami tampanya itu.
Sesampainya di ruang rawat Aldi, ternyata sudah ada seorang wanita paruh baya yang menunggu mereka. Dia adalah Ms. Nana guru yang akan membantu mereka belajar selama di rumah sakit.
__ADS_1
"Sudah lama Ms?" Tanya Aldi ketika mereka sudah saling berhadapan. "Belum kok" Jawab Ms. Nana Ramah.
Diruang rawat Aldi sudah disediakan meja belajar supaya mempermudah mereka melakukan Hospital Schooling, dengan dilengkapi dua kursi, iya dua karena Aldi tidak dapat menggunakan kursi itu. Ia akan mengikuti pelajaran sambil duduk di kursi rodanya.
"Habis terapi ya?" Tanya Ms. Nama bisa basi, Aldi pun mengangguk sebagai jawaban. "Udah siap buat belajar sekarang?" Tanya Ms. Nana lagi. "Sudah" Jawab Lolita dan Aldi bersama.
Ms. Nana pun beranjak dari sofa dan pindah menuju ke meja belajar diikuti Lolita yang mendorong Aldi menuju kemeja belajar.
Mereka pun memulai pembelajarannya, sesekali mereka tertawa akan bercandaan yang dibuat oleh Lolita atau Aldi, bahkan Ms. Nana.
Hospital Schooling itu tidak terlalu serius seperti sekolah biasanya.
tanpa terasa tiga jam sudah mereka menghabiskan waktu untuk belajar, "Oke Samapi disini dulu, tugasnya jangan lupa dikerjakan" ucap Ms. Nana sambil merapikan buku bukunya.
"Oke Ms" Jawab Aldi dan Loli secara bersamaan.
Setelah itu Ms. Nana pun pergi meninggalkan ruang rawat Aldi.
"Kenapa? capek? mau rebahan?" Tanya Loli, namun Aldi menggeleng membuat Lolita mengangkat sebelah Alisnya.
"Kamu bosan nggak?" Tanya Aldi. "Bosan kenapa?" Tanya Lolita sambil menghentikan aktivitasnya itu karena memang sudah selesai ia menyimpan buku bukunya dan buku Aldi kedalam laci yang ada di meja itu.
"Bosan harus jagain aku, nemanin aku kayak gini sehingga membuat kamu tidak bisa bebas bertemu dengan teman teman kamu" Ucap Aldi.
"Jika kamu bosen kamu tinggalin aku aja, aku juga ngga tahu sampai kapan bakal terkurung dengan kursi roda ini, kamu juga bisa kembali belajar normal seperti teman teman yang lainnya" imbuh Aldi, padahal dalam hati ia sangat takut jika Lolita akan benar benar meninggalkannya.
Lolita hanya diam sambil menatap Aldi, gadis itu membiarkan Aldi mengeluarkan isi hatinya dan juga kekhawatirannya.
__ADS_1
"Kamu lihat sendiri tadi kan, kita terapi sudah seminggu, tapi selama itu aku baru bisa melangkah hanya sampai dua langkah itu saja hanya langkah kecil dan juga sangat menguras tenaga bahkan hanya dua langkah saja memerlukan waktu selama dua jam"
"Berdiri sendiri dari kursi roda aja masih oleng dan kadang terjatuh" Aldi menunduk menatap kakinya yang kini masih belum bisa jadi gerakan.
"Aku ngga mau ngusa---" Ucapan Aldi terhenti ketika jari telunjuk Lolita menempel di bibir laki laki itu, Aldi lalu mendongak menatap Lolita yang sedang menatapnya dalam.
"Iya aku bosen" Lolita menjedanya ucapannya. Mendengar itu Aldi seketika memejamkan matanya. "Aku bakalan bosen jika kamu ngomong seperti itu terus" Lolita Kembali melanjutkan perkataannya dan Aldi pun membuka matanya Lalu menatap Lolita dalam.
"Apa kami nyerah? Apa cuma segitu usaha kamu untuk sembuh? Kamu tahu?" Lolita menjedanya Kalimatnya. "Jika dalam waktu seminggu aja kami berhasil melangkah itu tandanya sebentar lagi kamu akan sembuh. padahal orang lain membutuhkan waktu berbulan bulan hanya untuk bisa melangkah tapi kami seminggu sudah bisa melangkah dua" Lolita melanjutkan ucapannya mencoba untuk memberi Aldi semangat sedangakan Aldi hanya menatap dalam Lolita.
tangan Lolita bergerak untuk menggenggam tangan Aldi yang terkepal di atas pahanya itu, mencoba membuat Aldi lebih rileks dengan menguraikan kepalan tangannya dengan cara menggenggamnya.
"Mungkin sekarang masih sulit, tapi nanti pasti bisa dan aku akan selalu ada di samping kamu, mendampingi kamu memberikan kamu semangat, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, apapun keadaan kamu, karena aku sudah terlanjur mencintai kamu" Ucap Lolita lembut sambil tersenyum. Mendengar itu pun senyum Aldi merekah, Ia menarik Lolita kedalam pelukannya. "Aku juga sangat mencintai kamu, jangan pernah tinggalkan aku, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa cepat sembuh demi kamu, biar bisa gendong kami sambil lari" Ucap Aldi sambil terkekeh di akhir Kalimatnya.
Aldi kemudian melepaskan pelukannya, ia menatap wajah Lolita yang sekarang duduk dipangkuan yaitu dalam dalam.
Tangan Aldi bergerak untuk menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu, dan
cup
Aldi mencium bibir Lolita sekilas, hanya sekilas tidak lebih.
"Ya udah sekarang mending kamu istirahat pasti capek kan" Ucap Lolita dan Aldi pun mengangguk.
❞❝
❝❞
__ADS_1
❞❜
❝❞