My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 81


__ADS_3

Maaf buat yg udah baca chapter 79 nanti baca lagi ya karena udah di revisi!!!


Suara kicauan burung tampak bersahut-sahutan menyambut datangnya pagi.


Nina membuka matanya saat mendengar suara Dama yang mencarinya.


Saat ia hendak bangun tangan Khalif kembali memeluknya hingga membuatnya tak bisa bergerak.


"Nina!" seru Dama tiba-tiba masuk ke kamar mereka


Dama tak percaya saat melihat Khalif dan Nina tidur bersama.


"Apa aku tidak salah lihat?" ucap Dama sambil mengucek-ngucek matanya


"Mama ngapain sih masuk kamar orang tanpa ketuk pintu dulu!" gerutu Khalif


Lelaki itu segera bangun dan mendorong Dama keluar dari kamarnya dengan kesal.


"Lain kali kalau mau masuk ketuk pintu dulu!" gerutunya kemudian menutup kembali pintu kamarnya.


Dama benar-benar tak percaya melihat kelakuan Khalif yang berubah seratus persen.


"Apa amnesianya semakin parah??, ah sepertinya aku harus memberitahu Adi!" ucap Dama kemudian pergi.


Sementara itu Nina terlihat canggung saat menatap Khalif yang ada di depannya.


Bukan hanya Nina, bahkan Khalif pun merasa canggung karena tak biasa berdekatan dengan Nina seperti itu.


"Maaf, sepertinya aku harus bersiap-siap ke kantor," ucap Nina memberanikan diri

__ADS_1


"Aku juga sama, apa kau bisa membantuku?" ucap Khalif


"Bantu apa?" jawab Nina


"Sudah lama aku tidak mandi saat di rumah sakit, jadi aku pengin sekali mandi pagi ini. Tapi sayangnya aku belum bisa mandi sendiri karena tanganku masih agak sedikit sakit dan susah digunakan untuk mandi," ucap Khalif


"Terus??" tanya Nina seakan tahu jika Al memintanya untuk membantunya mandi


"Apa kau bisa membantuku mandi?" jawan Khalif


Nina langsung terlihat seolah enggan mengiyakan permintaan suaminya.


"Kalau lo gak bisa ya gak papa, biar gue mandi sendiri saja, atau minta bantuan sama bibik," ucap Khalif kemudian segera melepaskan atasannya


Ia kemudian berjalan menuju ke kamar mandi.


Seketika Nina tampak merinding membayangkan Sari membantu Khalif mandi.


"Ya ampun masa iya sih aku membiarkan Sari mandiin Al. Daripada terjadi sesuatu dengan mereka berdua lebih baik aku aja yang mandiin dia..Toh bagaimanapun juga aku kan istrinya jadi gak masalah dong kalau aku yang mandiin,"


Setelah mengumpulkan keberanian, Nina kemudian menyusul Khalif ke kamar mandi.


Khalif tampak mengerutkan keningnya saat melihat Nina masuk ke kamar mandi.


"Kok jadi kamu, memangnya bik Sari kemana?" tanya Khalif sengaja menggodanya


"Dia lagi banyak kerjaan jadi gak bisa," jawab Nina berusaha menyembunyikan perasaan gak nyamannya.


"Terus kamu ngapain di sini?" tanya Khalif menatapnya penasaran

__ADS_1


"Ya bantuin kamu mandi lah, emang mau ngapain," jawab Nina


"Emangnya kamu berani?" goda Khalif


"Berani apa?" tanya. Nina memutar bola matanya


"Berani mandiian gue lah, emangnya kamu pikir apaan!" cibir Khalif


Ia kemudian menyuruh Nina untuk menyiapkan air di bathtub nya.


"Pokoknya jangan terlalu panas ataupun dingin, aku mau yang sedang-sedang saja," ucap Khalif


Setelah memastikan airnya sudah pas, Nina kemudian mempersilakan Al untuk berendam.


Khalif sengaja pura-pura terpeleset hingga ia tak sengaja jatuh ke pelukan Nina.


Wanita itu tampak gemetar saat menatap wajah suaminya dari dekat.


Ia tak membayangkan jika sekarang ia berada sangat sangat dekat hingga ia mampu merasakan ada hembusan nafasnya.


"Maaf," ucap Khalif kemudian melepaskan pelukannya.


"Sebaiknya sekarang kita mulai saja," ucap Nina segera melipat lengan panjang kemejanya.


"Kemana nin?" goda Khalif


"Cepat duduk!" seru Nina membuat Khalif segera masuk kedalam bathtubnya.


Nina dengan cepat mengambil sabun dan mulai menggosok punggung suaminya

__ADS_1


__ADS_2