My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 68


__ADS_3

Nina kemudian menuju ke Hawi Corporation setelah mendapatkan telepon dari Broto.


"Untuk sementara aku menitipkan perusahaan ini kepada mu karena aku harus menyelesaikan beberapa urusan di luar negeri," tukas Broto


"Tapi kenapa anda tidak menyerahkannya kepada Panji, bukankah dia sekretaris anda. Jadi seharusnya dia lah yang lebih berhak menggantikan anda," jawab Nina berusaha menolaknya dengan halus


"Sesuai amanah dari nenek anda, maka aku sudah melakukan hal yang benar jadi jangan menolak amanah ini," tukas Broto


Nina menoleh kearah Panji, lelaki itu kemudian mengisyaratkan kepadanya untuk menerima tawaran Broto.


Selesai melakukan serah terima jabatan, Broto kemudian segera pergi menuju ke Bandara ditemani oleh Panji.


"Aku tahu kalau kau adalah seorang yang kompeten, untuk itu aku sangat berharap kau bisa membimbing Nina ataupun Khalif yang akan menggantikan aku selama aku pergi,"


"Tentu saja, dengan senang hati," jawab Panji


Sementara itu selesai latihan Khalif sengaja mendatangi gedung Hawi Corporation bersama Naira. Khalif merasa jika ayahnya yang baru meninggal telah mewariskan perusahaan itu kepadanya.


Dengan bangga Khalif memberitahukan Naira jika ia akan menjadi CEO perusahaan itu.


Nina melihat Khalif tampak memasuki ruangan kerjanya bersama Naira.


"Selamat sore?" sapa Naira saat melihat Nina menyambutnya.


"Setelah ayahku meninggal tentu saja aku yang akan menjadi pewaris Hawi Corporation, bukan begitu Ibu...." tanya Khalif,


Pria itu tampak terkejut melihat Nina menjadi seorang CEO di perusahaan milik keluarganya.


"Bukankah kau wanita yang ada di rumah sakit kemarin?" tanya Khalif memicingkan matanya


"Benar,"


"Lalu kenapa kau ada di sini?" tanya Khalif


"Untuk sementara saya menggantikan posisi ayah anda," jawab Nina


"Memangnya siapa dirimu sampai bisa menggantikan posisi ayahku, bukankah ada Pak Broto," jawab Khalif sinis


"Jangan bilang kalau kau adalah selingkuhan ayahku dan sekarang berusaha mendekati aku agar bisa mendapatkan semuanya!" cibir Khali


"Dia adalah mahasiswa terpilih dari kampus yang bekerjasama dengan perusahaan ini, jadi wajar saja kalau Nina ditunjuk sebagai pengganti ayahmu. Apalagi pak Broto sedang berada di luar negeri sekarang!" sahut Panji tiba-tiba menghampiri mereka


"Memangnya siapa dirimu berani ikut campur pembicaraan kami!" sahut Khalif

__ADS_1


"Aku adalah sekretaris Pak Broto ," jawab Panji


Entah kenapa Khalif begitu benci dengan Panji setelah kejadian hari itu.


Ia tak pernah merasakan kebencian seperti itu sebelumnya.


"Entah kenapa aku sangat membenci pria itu, dan kenapa juga aku merasa jika aku mengenal dia dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengannya," ucap Khalif


"Aku juga merasa hal yang sama, aku seperti familiar dengan suara itu. Dan sikap tegasnya mengingatkan aku terhadap seseorang," ujar Naira menimpalinya


"Ternyata kau juga merasakan hal yang sama Nai,"


Khalif kemudian menggandeng Naira dan melangkah pergi. Tak sengaja keduanya bertemu dengan Mutia di lobby gedung.


"Khalif???" ucap Mutia begitu kaget saat melihat Khalif


"Mutia?"


Naira mengerutkan keningnya saat mendengar Khalif menyebut nama gadis itu.


"Apa kau mengenalnya?" tanyanya tak percaya


Khalif mengangguk, "Dia adalah kekasih ku," ucap Khalif hingga membuat Naira marah dan langsung meninggalkannya


Mutia hanya terdiam melihat Khalif mengejar Naira.


Namun ia mengurungkan niatnya saat melihat Panji bersama Nina.


"Sial, ternyata Nina sama saja dengan wanita lain. Sekarang ia mencoba mendekati Panji setelah tahu aku juga berusaha mendekatinya. Sebenarnya apa yang kau mau Nina, kenapa kau selalu merebut semua lelaki yang aku sayangi. Padahal aku sudah melepaskan Khalif untukmu tapi kenapa kau malah ikut-ikutan mendekati Panji. Apa kau mulai muak dengan Khalif yang penyakitan itu!" gumam Mutia


Ia kemudian mencari tahu informasi tentang Khalif dari para karyawan Hawi Corporation.


Namun Mutia harus kecewa karena tak mendapatkan informasi yang akurat dari mereka.


Ia kemudian kembali ke tempat duduknya, tidak lama ia melihat Panji keluar dari ruangan Nina dan kembali ke ruangannya.


Ia segera menghampiri pria itu dan menanyakan tentang Khalif kepadanya.


"Alhamdulillah kondisi Pak Khalif sudah membaik pasca operasi. Namun sayangnya ia harus mengalami amnesia setelah operasi," terang Panji


"Amnesia, tapi baru saja aku bertemu dengannya dan Ia masih mengingatku?" jawab Mutia


"Benar dia memang hanya mengalami amnesia parsial saja. Yang artinya ia hanya mengingat kejadian atau seseorang yang memang membuatnya terguncang,"

__ADS_1


"Lalu siapa yang ia lupakan, apa Nina atau ibunya?" tanya Mutia begitu bersemangat


"Nina,"


"Sudah kuduga, dia pasti akan melupakannya. Nina memang wanita pembawa sial yang membuat hidup Al jadi berantakan wajar saja kalau ia melupakannya," jawab Mutia tersenyum bahagia


Akhirnya, sebentar lagi kau akan di depak dari Hawi Corporation dan juga keluarga Wiraatmadja. Pantas saja dia mendekati Panji ternyata ini alasannya. Tapi tunggu, aku tidak akan membiarkan ia mendapatkan Panji. Kau harus kembali menjadi Nina si upik abu dimana tak seorangpun pria yang mau mendekati mu jadi jangan terlalu berharap. Ah kenapa aku senang sekali mendengar kabar ini, aku sudah tidak sabar untuk mengerjakannya,


Mutia tampak senyum-senyum sendiri membuat Panji seketika menegurnya.


"Are you ok?" tanyanya sambil menggerakkan tangannya di depan wajah gadis itu.


"Eh, iya aku baik-baik saja," jawab Mutia


"Apa kau tidak mau pulang, sekarang sudah jam pulang loh?" tanya Panji


"Ah iya, hampir lupa," jawab Mutia


"Kalau begitu cepatlah bersiap-siap, aku menunggumu di depan," ucap Panji


"Ok," jawab Mutia kemudian segera kembali ke meja kerjanya


Ia buru-buru mengambil tas kecilnya dan. Bergegas menuju ke lobby gedung.


Di sana ia melihat Panji sudah menunggunya.


Senyumnya kembali menyeringai saat ia melihat Nina yang tengah memperhatikannya.


"Sampai kapan pun kau tidak akan pernah menang melawanku, dan kali ini aku tidak akan membiarkan mu untuk merebut Panji dariku," gumamnya.


Setibanya di apartemennya Mutia merasa terkejut saat Naira mengeluarkan semua barang-barang miliknya.


"Apa yang terjadi kenapa kau mengeluarkan semua barang-barang milikku!" seru Mutia


Naira tersenyum sinis menatap Mutia yang tampak kesal dengannya.


"Sepertinya ijin tinggal mu di apartemen ini sudah berakhir. Aku tahu jika wanita murahan seperti mu mendekati hanya mendekati kekasihku untuk mendapatkan kekayaannya saja. Karena aku sudah kembali maka aku tidak akan membiarkan j*lang seperti dirimu untuk mendekati Al lagi. Karena sampai kapanpun Al hanya milikku, dan tidak ada seorangpun yang boleh mendekatinya!" seru Naira


*Plaakkk!!


Seketika tamparan keras mendarat di wajah ayu Naira membuat wanita cantik itu langsung membalas tamparan Mutia.


"Kau pikir siapa dirimu, berani-beraninya menamparku. Mulai sekarang aku akan tunjukkan padamu siapa Naira. Dan kau bersiaplah untuk hidup menderita karena sudah berani melawanku!" ancam Naira

__ADS_1


...🍀🍀🍀...


To be continued!!!


__ADS_2