My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 88


__ADS_3

Khalif terpaku saat melihat Panji yang sedang memimpin rapat dengan para pemegang saham.


Bagaimana bisa aku tak mengenali mu,


Khalif memilih menunggu diruang kerja Panji. Ia tak mau mengganggu kakak tirinya itu.


Ia menatap foto-foto Panji yang di pajang di ruang kerjanya.


"Kenapa kau begitu pandai menutupi semuanya, kau bahkan berhasil mempecundangi diriku hingga tak bisa mengenalimu." ucap Khalif tersenyum getir


Saat pintu ruangan terbuka, Khalif segera menoleh dan menghampiri Panji yang memasuki ruangan itu.


"Maaf sudah membuat anda menunggu," ucap Panji langsung dibalas dengan pukulan keras Khalif yang mengenai perutnya


"Bagaimana bisa kau menjadi pecundang selama ini, Apa kau puas karena sudah melihat kehidupan ku yang berantakan pasca ayah meninggal?. Apa kau puas setelah tahu aku tetap tidak bisa mendapatkan Hawi Corporation meski aku sudah berusaha menyingkirkan mu!" ujar Khalif dengan emosi


"Maaf aku tidak mengerti dengan apa yang anda katakan Pak," jawab Panji sambil memegangi perutnya


"Cih, apa kau masih berusaha menutupi jati dirimu meski aku sudah tahu siapa dirimu Naka," sahut Khalif kemudian menghimpitnya ke tembok.


Ia kemudian mendongakkan wajah kakak tirinya itu, "Meskipun kau sudah merubah wajahmu, tapi aku tetap bisa mengenal mu dari kelakuan alay mu," ucap Khalif

__ADS_1


Panji menyunggingkan senyumnya mendengar jawaban Khalif.


"Thanks Al, sudah mengenali aku," Panji kemudian duduk di sofa dan Khalif pub mengikutinya


"Bagaimana rasanya jadi seorang CEO?" tanya Khalif


"Rasanya stress," jawab Panji


"Beruntung aku tidak sampai menjadi CEO karena mungkin aku bisa gila jika menjadi CEO," tegas Al


"Selamat ya, sebentar lagi kamu akan jadi ayah, semoga kehadiran bayi mungil di tengah-tengah keluarga mu akan menambah kebahagiaan kalian,"


"Aamiin, terimakasih doanya Panji," jawab Khalif


"Alhamdulillah, semoga kamu terus semangat juga," jawan Panji


Setelah urusannya selesai Khalif kemudian meninggalkan ruangan itu dan menemui Nina.


Setibanya di rumah, Al langsung mengusap-usap perut istrinya itu.


"Sehat-sehat ya jagoan Ayah, semoga kalian selalu sehat karena ayah kalian sudah tak sabar pengin ketemu kalian," ucap Al sambil mengecup Perut Nina

__ADS_1


"Jangan keluar buru-buru nak, alu gak mau kalian masuk UGD karena kurang asupan gizi,"


Seketika Khalif tertawa mendengar jawaban Nina.


Al tak menyangka jika Nina adalah wanita yang suka humor juga.


"Terimakasih ya sayang sudah menghadiahkan aku seorang buah hati yang lucu-lucu,"


"Lucu-lucu emang lo kata anak kita komedian!" seru Nina


Kali ini giliran Al yang terkekeh mendengar jawaban Nina. Khalif sangat bersyukur karena bisa mendapatkan istri yang baik dan soleha seperti Nina.


Ras cinta Al yang sangat besar untuk istrinya itu membuat Nina juga makin mencintainya.


Jika kehidupan keluarga Khalif tampak bahagia, maka Panji pun bahagia karena mendapatkan keluarga lagi.


Sementara itu Dama yang kesepian juga mengejar kembali cinta pertamanya. Ia kemudian menikah dengan David dan mulai berdamai dengan Panji yang akhirnya menjadi anak tirinya.


The End


Terimakasih banyak kepada pembaca setia semoga terhibur dN mohon maaf bila ending novelnya nggak sesuai ekspektasi kalian.

__ADS_1


Bagi yang suka novel horor bisa baca novel horor baru Zahra judulnya "PAREWANGAN".


Sampai jumpa lagi di novel-novel Zahra lainnya ya...love you all.


__ADS_2