
Sesuai janjinya kepada Lolita, kini Aldi dan Lolita sedanlg berjalan berdua di pinggir jalan karena Lolita tidak mau untuk diajak makan di restoran.
ya mereka jalan kaki karena mobilnya sudah di parkirkan dengan rapi di basement taman.
wanita memang sengaja mengajak untuk pergi ke taman karena di taman banyak penjual makanan di pinggir jalan yang lebih menarik perhatiannya dari pada di restauran.
langkah Lolita kini berhenti tepat di depan stance penjual banana nugget.
"Satu porsi ya buk toping coklat, tiramisu sama greetea di mix" Ucap Lolita sambil tersenyum. Penjual itu pun tersenyum sambil mengangguk lalu menyiapkan pesanan Lolita.
"Pasangan ya mas, mbak?" Tanya ibu itu sambil tersenyum
"Iya" Jawab Aldi ramah. "Udah berapa bulan?" Tanya Ibu itu lagi. "11 bulan 3 Minggu" Jawab Aldi lagi sambil tersenyum. "Oala, langgeng ya mas" tutur ibu itu masih sambil tersenyum. "Ngga usah pake plastik buk mau di makan langsung juga" Ucap Lolita, ibu itu mengangguk dan menyodorkan box yang masih terbuka dengan dua tusuk yang di tusukan pada banana nugget dengan toping coklat dan green tea.
"Makasih buk" ucap Lolita sambil menusuk Banana nugget itu dan memasukkan ke dalam mulutnya.
"Berapa buk?" Tanya Aldi sambil membuka dompetnya
"25 ribu mas" jawab ibu itu, Aldi pun mengambil uang lima puluh ribu dari dalam dompetnya dan memberikan itu kepada ibu ibu pedagang. "Kembaliannya ambil aja buk" ucap Aldi ramah sambil tersenyum. ibu itu pun bahagian "Makasih nak" Ucap Ibu itu, Aldi mengangguk lalu mengajak Lolita untuk melanjutkan perjalanannya.
"Aaaaaaaa" ucap Lolita sambil meyuapkan banan nugget ke dalam mulut Aldi, sejenak Aldi hanya menatap makanan itu tanpa berniat membuka mulut.
"Ayo buka mulutnya" ucap Lolita masih sambil menyodorkan banana nugget degan toping green tea.
"nggak kamu aja" Jawab Aldi, laki laki itu tidak terbiasa untuk memakan makanan di pinggir jalan, karena tidak enak menurutnya.
"Cobain dulu" Paksa Lolita masih sambil menyodorkan banana Nuggt itu ke dalam Mulut Aldi, dan Aldi masih saja terus menolak.
"Enak ini beneran" ucap Lolita memaksa dan akhirnya Aldi pun membuka mulutnya dan menggigit banana nugget itu.
Aldi mengunyahnya dengan pelan dan seketika ia tersenyum setelah berhasil menelan makanan itu, ternyata rasanya tidak seburuk yang ia bayangkan.
"Enak kan? dibilangin juga apa" ucap Lolita sambil memasukkan banana nugget yang masih di pegangannya ke dalam mulutnya.
Tangan Aldi bergerak untuk mengambil box dari tangan Lolita dan menusuk Banana nugget itu menggunakan tusuk yang belum sempat di gunakan Lolita.
"Tadi bilangnya ngga mau sekarang malah di rebut" ucap Lolita kesal, Aldi hanya terkekeh mendengar ucapan Lolita, laki laki itu menusuk Banana nugget lagi dengan toping tiramisu dan menyuapkannya ke dalam mulut Lolita, Lolita pun tersenyum dan menerima dengan senang hati.
Terlihat tiramisu itu menempel di sudut bibir Lolita, Aldi mendekatkan wajahnya ke wajah Lolita memegang tengkuk gadis itu dengan sebelah tangannya yang kosong dan menyapu bersih bibir Lolita.
Lolita terkejut bukan main dengan apa yang dilakukan oleh Aldi, seketika wajahnya berubah menjadi merah, Lolita sangat malu dengan apa yang di lakukan Aldi, pasalnya mereka sedang berada di tengah keramaian dan Aldi sungguh tidak tahu tempat.
tiba tiba seorang ibu ibu menegurnya "Dasar anak muda jaman sekarang kalau pacaran ngga tau tempat kelewat batas" Ucap Ibu ibu itu dengan sinis. Aldi seketika melepas ciumannya dan terseyem canggung ke arah ibu ibu itu, sedangkan Lolita, ah sudah jangan di tanyakan lagi seperti apa wajah gadis itu sekarang, merah. seperti tomat busuk.
"manis" ucap Aldi sambil tersenyum ketika ibu ibu itu sudah pergi.
"Dasar ga tau tempat" ucap Lolita lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Aldi yang terseyem menatap kearahnya.
__ADS_1
-
-
-
-
-
-
-
Salsa melangkahkan kakinya dengan gontai memasuki rumahnya, Gadis itu baru saja sampai rumah padahal sekarang sudah subuh.
Salsa langsung masuk kedalam kamarnya menutupnya lalu menguncinya, gadis itu kemudian lirih ke lain dan bersandar di pintu.
Salsa menangis tanpa suara, gadis itu tidak menyangka jika ini semua akan terjadi kepadanya.
masa depannya sudah hancur karena papanya sendiri, Salsa memeluk lututnya sambil menangis sejadi jadinya. Dirinya sungguh merasa jijik akan tubuhnya sendiri.
"Kenapa semua ini harus terjadi sama gue" ucap Salsa lirih Mariah sambil terisak.
tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya, Salsa buru buru menghapus air matanya, gadis itu berjalan menuju kamar mandi dan membasuh mukanya agar tidak terlihat sembab.
"Salsa" panggil seseorang dari Luar
"Mama kenapa ke kamar Salsa? ini masih subuh" Ucap Salsa tak berani menatap mamanya.
"Kamu baru pulang sayang?" Tanya ibunya, dan Salsa mengangguk sebagai jawaban.
"Maafin mama" ucap Ibu salsa Lirih, Salsa menggeleng, tanpa sadar air matanya kembali menetes. dan saat itu juga Salsa langsung memeluk ibunya dengan erat.
•
•
•
•
•
Hari ini adalah pengambilan nilai hasil ulangan tengah semester, Terlihat Sisi yang was was sudah harap harpa cemas di luar kelas untuk menunggu mamanya uang mengambil hasil ujiannya.
"Udah Si, gue yakin nilai Lo pasti bagus" Ucap Lolita menengakkan, "Iya, Lo kan pinter pasti dapet bagus" imbuh Amel yang ikut menengangkan, "Iya, ngga mungkin seorang Dasinta dapat nilai buruk" Timpal Yolanda. Sisi hanya tersenyum tipis menganggapi ucapan sahabatnya.
__ADS_1
Lolita, Amel, dan juga Yolanda tahu jika mama sisi itu sangat gila dengan nilai, beliau ingin Sisi selalu menjadi yang terbaik, itu sebabnya Sisi selalu mengutamakan belajar dari pada melakukan hal tidak jelas.
Berbeda dengan Lolita, Amel, dan juga Yolanda yang memang bebas, tidak terlalu di tuntut untuk mendapat nilai yang bagus, itulah yang membuat mereka terlihat santai.
"Lolita" Wali kelas Lolita memanggil namanya, dan Nita ibu Lolita pun maju untuk mengambil nilai Lolita, dan betapa terkejutnya Lolita ketika mendengar wali kelasnya mengatakan bahwa dirinya menduduki peringkat nomor dua.
"***** gue nomor dua" ucap Lolita seketika hingga membuat wali kelasnya dan ibunya menatap ke arahnya begitu pula ibu ibu yang lain. Seketika Lolita terseyem canggung dan menggeser tubuhnya dari pintu.
"Gila Nyontek siapa Lo?" Tanya Yolanda ketika mendengar temannya yang terkenal stupid bin stupid itu mendapat peringkat nomor 2, padahal biasanya malah menduduki peringkat nomor satu, dari belakang tapi hehehehe
"Ngitung kancing tuh, lagi beruntung aja" Timpal Amel.
"Enak aja, belajar dong" Jawab Lolita tak terima dibilang nyontek apalagi ngehitung kancing, Merkea berdua ngga tau aja perjuangan Lolita untuk belajar dan betapa sabarnya Aldi untuk menerangkan.
Mendengar nama Lolita yang mendapat peringkat dua Sisi semakin deg degan tak karuan, gadis itu semakin was was, tangannya sudah basah akibat keringat karena ia terlalu lama meremas tangannya.
dan kini giliran namanya yang di panggil, mama sisi pun maju dan mendudukkan dirinya di kursi depan wali kelasnya.
"Selamat Bu, Dasinta masih setia menempati peringkat nomor 1" ucap Wali kelas itu sambil tersenyum ramah. "Mohon lebih di perhatikan supaya tidak kegeser" ucap wali kelas nya, Ibu Sisi pun mengangguk lalu undur diri.
sedangkan sisi gadis itu akhirnya bisa bernafas dengan lega mendengar peringkatyna yang tidak turun.
"Ga ada emang yang bisa nyaingin sisi kita" Ucap Lolita seraya tersenyum menatap Sisi yang sudah bisa bernafas dengan Lega.
*
*
*
*
*
*
*
*
Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe
jangan lupa tinggalin jejak
semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.
pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
oke