My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Tiga Belas


__ADS_3

Lolita dan Aldi baru saja sampai di rumah pukul delapan malam dan sudah di kejutkan dengan bunda dan ayahnya yang sudah duduk santai di ruang keluarga sambil menonton televisi


"Kalian dari mana aja sih?" Tanya Wilna ketika melihat anak dan menantunya hendak menaiki tangga


"Loh, bunda sama ayah kapan pulang?" Tanya Aldi sambil berjalan menghampiri ayah dan bundanya lalu menyalami orang tuanya itu secara bergantian, begitu pula dengan Lolita


"Bunda sama ayah udah nyampe di rumah dari tadi siang, dan rumah sudah sepi" Jawab Putra ayah Aldi.


"Kita tadi malam nginep di rumah Mama bund, terus siang sampai malamnya kita pergi jalan jalan" Jawab Lolita sambil tersenyum


Wilna dan Putra hanya manggut-manggut sebagai jawaban


"Aldo kemana bund kok ngga kelihatan?" tanya Lolita sambil celingukan


"Aldo di belakang sama teman teman kalian" Jawab Wilna


"Teman-teman?" Tanya Lolita sambil mengernyitkan dahinya


"Iya tadi ada Evan sama Regan terus sama tiga cewek yang Bunda belum kenal sih jadi lupa namanya kalo ngga salah, Amel, Sisi sama Yolanda" Jawab Wilna lagi


Lolita manggut manggut sebagai jawaban, "Ya udah kalau begitu Loli sama Aldi ke belakang dulu ya bund" pamit Lolita


^


"Ini nih orangnya udah ditungguin dari setengah jam yang lalu juga ga nongol nongol" ucap Yolanda ketika melihat Lolita dan Aldi berjalan menghampiri mereka


"kalian kok gak bilang bilang sih kalau mau main ke rumah, pake acara buat party Barbeque lagi" ucap Lolita sambil melirik ke arah tempat pembakaran daging


"Orang udah dapet ijin dari mertua Lo juga" Jawab Amel


"Emang Lo berdua dari mana sih?" tanya Sisi sambil melihat penampilan Lolita yang masih menggunakan sepatu ketsnya dan juga tas slempangnya


"Kepo aja Lo jomblo" Jawab Lolita ketus


"Kamu mau mandi dulu apa aku dulu?" Tanya Lolita pada Aldi yang sedari tadi masih berdiri di sebelahnya dan hanya menyimak obrolan mereka berempat


"Barengan aja, gue juga gerah banget" Jawab Aldi dengan santainya


"What? Barengan?" Teriak Yolanda Heboh


"Wah wah jangan jangan mau ngapa ngapain ini di dalam kamar mandi" Sahut Regan sambil mengipasi dagingnya yang hampir matang


"Wah bakal lama ini" ucap Evan sambil berjalan menghampiri Aldi dengan Aldo di gendongannya


"Kakak cantik" Panggil Aldo dengan suara cadelnya


"Eh Aldo, sama kak Evan ya" Jawab Lolita sambil tersenyum ke arah Aldo


"Mau sama kakak cantik?" Ucap Aldo sambil merentangkan tangannya minta digendong Lolita


"Manja lo, udah sama Evan aja" ucap Aldi pada Aldo hingga membuat Aldo mempoutkan bibirnya gemas


"Kakak cantik mau mandi dulu, nanti kalau kakak cantik udah selesai mandi baru Aldo sama maka cantik okey" Ucap Lolita hingga membuat Aldo tersenyum senang


"Key" jawab Aldo senang


"Aldo mau di buatin ponakan katanya, kakak cantik sama kak Aldi mau mandi bareng" Ucap Regan yang sekarang sudah ikut nimbrung


"Mulut Lo woy" ucap Yolanda sambil menatap malas ke arah Regan yang berhenti di sebelahnya hanya terhalang oleh Evan dan Aldo


"Kenapa sih bebeb Yolan, bebeb Yolan juga mau mandi bareng?" Jawab Regan menggoda Yolanda


"Amit amit woy" ucap Yolanda sambil memasang muka jyjyk


"Otak kalian tuh yang kotor semua, ya kali gue mandi bareng sama Lolita" Ucap Aldi setelah sekian lama hanya menjadi pendengar


"Nah terus?" Tanya Lolita


"Lo pengennya mandi bareng sama gue?" tanya Aldi tepat di tengah Lolita hingga membuat Lolita geli dan blushing

__ADS_1


"Ng- nggak" jawab Lolita gugup


"Wah Lolita ngarep tuh" celetuk Regan


"Lo di kamar mandi kamar, biar gue yang di kamar mandi belakang" Jawab Aldi sambil tersenyum penuh kemenangan ke arah Lolita


Tanpa menjawab ucapan Aldi, Lolita langsung saja berjalan meninggalkan halaman belakang


^


Setelah kurang lebih setengah jam, Lolita turun menuju halaman belakang, gadis itu sudah mendapati teman temannya yang mulai sibuk dengan kegiatan masing masing. Lolita berjalan menghampiri Evan yang duduk di atas ayunan yang ada di taman belakang itu. "Aldo mana?" Tanya Lolita pada Evan


"Nangis tadi terus di anterin Aldi ke bundanya" jawab Evan santai


"Terus Amel sama Sisi kemana kok ngga kelihatan?" tanya Lolita lagi


"Tadi Amel sama Sisi bilangnya mau ke toilet sebentar" jawab Evan


"Ya udah gue mau ke Yolan dulu" ucap Lolita lalu pergi meninggalkan Evan sendiri


^


"Sini biar gue aja yang balik" ucap Regan sambil merebut alat untuk membalik daging dari tangan Yolanda, tapi gadis itu malah menjauhkannya


"Udah biar gue aja" jawab Yolanda sambil menatap kesal kearah Regan


"Lo lihat tuh karya Lo" Regan menunjuk ke arah wadah yang berisi banyak sekali daging gosong "ini daging terkahir jika Lo gini jadi gosong lagi udah habis ga bisa di makan" Ucap Regan tak kalah kesal, pasalnya sedari tadi semua daging di buat gosong oleh Yolanda


"Ya udah makannya biar gue aja yang balik Lo jangan ganggu" ucap Yolanda sambil mengerucutkan bibirnya


"Astaga Yolanda gosong woy" Teriak Lolita sesampainya dirinya di tempat pembakaran


Yolanda dan Regan melirik ke arah daging terkahir yang di bakar, kedua manusia berbeda genre itu membulatkan matanya sempurna sambil mengaga


"Gara gara Lo sih kan jadi gosong lagi" ucap Yolanda menatap Regan tajam


"Kok jadi gue sih" jawab Regan tak terima


"Kenapa sih?" Tanya Aldi yang baru saja sampai di halaman belakang


"Gosong tuh" ucap Lolita sambil memujuk ke arah daging yang masih diatas pemanggang


"Dagingnya mana? Biar gue aja yang bakar" ucap Aldi sambil mencari daging yang masih mentah namun tak mendapatinya


"Tuh" Regan menunjuk ke arah daging yang sudah habis gosong tak tersisa


"Gosong semua?" Tanya Lolita tak percaya dan Yolanda membenarkannya


"Wah kalian berdua emang benar benar pasangan yang serasi" ucap Lolita sambil menggelengkan kepalanya


"Kenapa sih rame rame?" Tanya Amel yang baru saja kembali dari toilet bersama dengan Sisi dan diikuti Evan pula


"Temen Lo tuh, gosongin semua dagingnya" Jawab Lolita sambil menunjuk ke arah daging gosong


"Astaga Dragon" ucap Amel tak percaya


"Terus kita ngapain sekarang kalo dagingnya udah habis di bakar?" tanya Sisi


"ToD aja gimana?" jawab Regan


^


Dan disinilah mereka semua duduk melingkar dengan botol yang berputar, diatas rumput di halaman belakang dekat kolam renang, Lolita, Aldi, Sisi duduk di sofa panjang, Amel, Yolan dan Evan di sofa panjang dan Regan yang duduk sendiri di sofa single


"Siapa dulu nih yang mau mutar" tanya Sisi


"Gue" jawab Regan lalu memutar botol itu, semua orang was-was berharap botol itu tidak berhenti ke arahnya, botol itu berhenti tepat mengarah ke arah Lolita


"Lolita" ucap Yolanda dan juga Amel secara bersamaan

__ADS_1


"Biar gue yang kasih pertanyaan" ucap Yolanda semangat


"Truth or dare?" Tanya Yolanda


"Truth" jawab Lolita


"Truth nya, sejak kapan Lo cinta sama Aldi?" Tanya Yolanda sambil tersenyum jahat. Lolita sejenak melirik ke arah Aldi dan Aldi juga melirik ke arahnya


"Sejak kapan ya" jawab Lolita sambil menatap Aldi lagi dan mengetuk ngetuk dagunya menggunakan jari telunjuk


"Jawab jujur" ucap Yolanda lagi


"Sejak Aldi mengucapkan ijab Qabul, dan kata sah itu terucap dan gue nyium tangan Aldi dan Aldi nyium jidat gue, mungkin sejak itu perasaan muncul" jawab Lolita dengan wajah yang sudah sangat merah.


"Oke, sekarang Lo putar lagi botolnya" ucap Yolanda, Lolita pun mulai memutar botol itu dan botol itu berhenti tepat mengarah ke Aldi


"Truth or dare?" Tanya Evan


"Dare" jawab Aldi santai, Evan pun tersenyum licik "Cium Lolita sekarang di hadapan kita" Lolita seketika memelototkan matanya dan Aldi pun melirik ke arahnya


"Cium, cium,cium,cium" Mereka semua pun bersorak sambil bertepuk tangan


Aldi mendekatkan wajahnya ke wajah Lolita, lalu tangan kekarnya menangkup kedua pipi Lolita, dan cup, Aldi mencium bibir Lolita dan melumatnya di depan teman temannya hingga membuat teman temannya itu begitu bahagia. Aldi kemudian melepas ciumannya.


"Omooo gue abis lihat yang live" ucap Yolanda heboh


"Enak ngga Lol?" Tanya Amel menggoda Lolita


"Aduh manisnya" goda Evan


"Mau lagi dong bang" ucap Regan


Sedangkan Sisi hanya diam menyimak, Lolita malu gadis itu sungguh malu dengan apa yang dilakukan Aldi.


"Oke sekarang giliran gue yang mutar" ucap Aldi lalu memutar botol itu, dan botol itu pun berhenti tepat mengarah ke arah Evan hingga membuat Aldi tersenyum penuh kemenangan


"Truth or dare?" Tanya Aldi


"Dare" jawab Evan mantap


"Tembak Amel sekarang di hadapan kita" ucap Aldi sambil tersenyum penuh kemenangan


"******" teriak Regan heboh


"Balas dendam nih ceritanya" ucap Sisi sambil melirik ke arah Amel yang memasang wajah sulit di tembak


"Tembak dong tembak ayooo" ucap Lolita, Yolanda dan Regan heboh


Evan berdiri dari duduknya, lalu memegang tangan Amel dan menuntunnya untuk berdiri, mereka berdua saling tatap satu sama lain


"Lo mau jadi pacar gue?" Tanya Evan, suasana tiba tiba menjadi hening, Amel masih diam menatap datar ke arah Regan "Gue bukan game ya, yang bisa dijadikan bahan tantangan kayak gini dan gue ngga mau jadi pacar Lo" Jawab Amel dingin hingga membuat semua orang begitu terkejut, Amel menghempaskan dengan kasar tangan Regan lalu berlalu pergi dari tempat itu, baru saja Amel hendak melangkah keluar namun suara bariton Evan membuat dirinya mengehentikan langkahnya "Amel, gue serius, Lo mau ngga jadi pacar gue? Ini murni dari hati gue dan ini bukan tantangan" teriak Evan penuh dengan keseriusan, Amel membalikan badannya. Evan pun berjalan menghampiri Amel dan memegang kedua tangan gadis itu "gue serius, ngga becanda apa lagi tantangan" ucap Evan sambil menatap wajah Amel lekat lekat.


"Kamu serius?" Tanya Amel tak percaya


"Ya, Lo mau ngga jadi pacar gue?" Tanya Evan lagi


Amel mengangguk, "iya" jawab Amel







tandai typo, ketik secepat kita maklum numpang WiFi lagi gaapunya kuota wkwkwk😂

__ADS_1


mampir ke novel author "DaRain Love Story" dijamin nguras emosi dan ga kalah greget, bener bener kisah cinta remaja yang penuh Lika liku okee man teman🤗


__ADS_2