My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 86


__ADS_3

Khalif berlari mengejar Nina yang meninggalkan gedung Hawi Corporation.


"Mau kemana sih buru-buru!" ujar Khalif langsung menghadangnya


"Mau pulang dong, kan udah jam pulang kerja sekarang," jawab Nina kemudian menyingkirkan Khalif dan kembali melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


Khalif segera melirik jam tangannya.


"Benar sekarang sudah jam lima," ia segera berlari mengejar Nina yang kini sudah sampai lobby


"Kalau gitu kita pulang bareng ya?" ajak Khalif kemudian menggandeng Nina


"Tapi aku mau mampir ke rumah ayah dulu, sudah lama aku tak menengoknya," jawab Nina


"Tidak masalah, kebetulan aku juga ingin mengatakan sesuatu padanya," jawab Al kemudian mengajak Nina menuju ke halte bus.


"Apa kamu yakin mau naik Bus?" tanya nina mengernyitkan keningnya


"Emang Kenapa?" jawab Khalif balik bertanya


"Gak papa, takut kamu gak kuat berdiri aja. Soalnya kan kalau naik bus dari sini pasti udah penuh dan sudah dapat tempat duduk," jawab Nina


"Oh begitu, yaudah gak papa," jawab Al bersemangat


Tidak lama sebuah Bus berhenti di depan mereka. Khalif langsung menarik Nina dan mengajaknya masuk.


Seperti ucapan Nina, Bus sangat penuh dan tidak ada tempat duduk yang kosong. Tentu saja hal itu membuat Al dan Nina harus berdiri sambil berdesak-desakan dengan para penumpang lainnya.


Berdiri cukup lama membuat Al mulai kecapean. Keringat dingin mulai membasahi keningnya.


Ia bahkan terlihat pucat dan merasa pusing saat mencium aneka macam aroma banyak orang di dalam bus.


Melihat wajah pucat suaminya Nina pun segera menggandeng lengan Khalif. Ia takut pria itu jatuh pingsan hingga membuatnya harus menggenggam erat jemarinya dan membiarkan pria itu menyandarkan kepalanya di pundaknya.

__ADS_1


Semua orang tampak memperhatikan mereka yang terlihat seperti dua orang muda-mudi yang sedang kasmaran.


"Tangan mu dingin banget Al?" tanya Nina mulai panik saat merasakan telapak tangan Al terasa begitu dingin


"Iya, tapi sekarang sudah hangat karena genggam tanganmu," jawab Al


Takut terjadi sesuatu dengan suaminya Nina kemudian meminta seseorang untuk memberikan tempat duduknya untuk suaminya itu.


Khalif sempat meminta Nina untuk berhenti meminta orang lain untuk berdiri dan memberikan kursinya untuk Nina.


Namun kebanyakan dari mereka tak mau memberikan kursinya untuk Al dengan alasan dia terlihat sehat dan baik-baik saja meskipun Nina sudah mengatakan jika dia sakit.


"Masa sakit kik masih cengengesan, sudahlah mbak kita juga cape jadi maaf aku gak bisa kasih kursi ini huat kamu.


Nina kembali menanyakan kepada penumpang lainnya tanpa kenal lelah.. Baginya yang terpenting saat ini adalah bagaimana ia bisa mendapatkan kursi untuk Khalif.


Melihat usaha Nina untuk mendapatkan tempat duduk untuknya, u membuat Khalif belajar kegigihan darinya.


Dengan usaha dan kegigihan Nina yang tak pernah malu bertanya kepada orang itu, akhirnya ia berhasil mendapatkan satu kursi untuk suaminya.


"Terimakasih sayang," ucap Khalif kemudian duduk


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih mereka akhirnya sampai juga di kediaman Dado Aryakunto.


Khalif menyuruh Nina untuk masuk duluan, sementara itu ia pergi mencari buah tangan untuk mertuanya itu.


"Assalamualaikum," ucap Khalif saat melihat Dado sedang menyirami tanaman didepan rumahnya.


"Waalaikum salam, silakan masuk," jawab Dado terkesiap saat melihat Khalif di depannya.


Khalif langsung mencium punggung tangan pria itu dan mengajaknya berbicara empat mata.


"Maafkan aku pak jika selama ini aku tidak memperlakukan Nina selayaknya seorang istri, saya benar-benar minta maaf karena jujur saja waktu itu aku menikahinya bukan karena mencintai Nina tapi karena terpaksa. Sekarang aku sudah menerima karma atas perbuatan jahat ku kepada Nina. Sekarang aku sadar jika Nina berita terbaik yang pantas menjadi istriku. selama ini dia tidak pernah macam-macam Meskipun aku memperlakukannya dengan sangat buruk Untuk itulah Sekarang aku ingin memperbaiki kesalahanku dengan memulai kehidupan baru bersamanya. semoga anda memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku dan hidup bersama dengan Nina lagi," ucap Khalif

__ADS_1


cara menarik nafas panjang mendengar pengakuan menantunya itu.


"Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Sebaik-baiknya orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang mau mengakui kesalahannya dan memperbaikinya. Aku tidak keberatan jika kau tetap mempertahankan pernikahan mu dengan Nina, tapi aku juga tidak ingin melihat putriku menderita lagi. Aku harap kali ini kau sungguh-sungguh dengan kata-katamu. Jangan pernah membuatku kecewa lagi karena aku tidak bisa membiarkan putriku menderita lagi. Tapi meskipun begitu, keputusan semuanya ada di tangannya Nina. Saya tidak berhak memutuskan apa-apa, jadi sebaiknya kau bicarakan masalah ini dengan Nina," jawab Dado


Nina yang diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka tampak berkaca-kaca. Ia buru-buru pergi ke kamarnya dan mengusap air matanya.


Tak lama Dado mengetuk pintu kamarnya.


"Kenapa masih di sini ayo makan?" ajaknya


Lelaki itu kemudian mengajak Nina dan suaminya makan bersama.


"Sudah cukup lama kita tak makan siang bersama, aku harap nanti kalian sering-sering mampir ke sini. Kau tahu kan sekarang ayah sudah semakin tua dan merasa kesepian setelah kau menikah. Jadi Al, aku harap kau mengijinkan Nina untuk menjenguk ayahnya ini setiap akhir pekan," ucap Dado


"Tentu saja ayah, mulai sekarang aku akan menginap di sini setiap weekend," jawab Khalif kemudian merangkul Nina.


"Tapi ... Sebelumnya aku meminta izin ayah karena akan membawa Nina berbulan madu. Doakan kami agar pulang membawa Al junior," ucap Khalif langsung di sambut cubitan kecil oleh Nina


"Ish apaan sih," ujar Nina


"Emang kamu gak mau bulan madu sama aku?" tanya Khalif


Nina tampak diam mendengar pertanyaan suaminya.


Khalif kemudian menggenggam tangan istrinya itu dan menatapnya tajam.


"Di depan ayahmu aku Khalif Wiraatmadja ingin meminta maaf atas perlakuan kasar ku padamu selama ini. Kalau kau bersedia memberikan aku kesempatan lagi aku ingin memperbaiki diri dan memulai lagi hubungan kita dari awal. Aku ingin mengawalinya dengan berbulan madu layaknya pengantin baru. Secara kita sudah dua kali gagal berbulan madu, jadi bagaimana apa kau mau memaafkan aku dan memberiku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita?" tanya Khalif penuh harap


Nina terlihat menatap ayahnya untuk meminta pendapatnya. Namu Dado justru mengangkat bahu seolah menyerahkan keputusan seutuhnya kepada putrinya itu.


Melihat Nina yang terus diam membuat Khalif mengira Nina menolak permintaannya. Ia kemudian segera melepaskan tangannya.


Ia buru-buru menyelesaikan makannya kemudian segera pamit pulang.

__ADS_1


"Sepertinya Nina sangat kangen dengan ayahnya, jadi sebaiknya aku biarkan dia menginap di sini akhir pekan ini. Hubungi aku jika kamu ingin pulang," ucap Khalif kemudian beranjak dari duduknya.


"Kenapa kamu tidak menemani ku menginap di rumah ayah, bukankah seorang suami yang baik tidak akan membiarkan istrinya sendirian," jawab Nina membuat Khalif langsung memeluknya erat


__ADS_2