
Hari ini adalah hari Senin, Hari ini Lolita sudah masuk sekolah seperti biasa.
"Lolita bangun sayang" Wilna yang baru saja datang itu menepuk pundak Lolita dengan pelan. Lolita yang tidur sambil memegang tangan Aldi itu pun mengerjapkan matanya. menyesuaikan cahaya yang masuk indera penglihatannya.
"Ah bunda" ucap Lolita ketika kesadarannya sudah terkumpul.
Wilna pun tersenyum "Ini kan hari Senin sekarang kamu mandi dan sarapan lalu pergi ke sekolah" Ucap Wilna.
mendengar kata sekolah Lolita rasanya sangat malas.
"Lolita disini aja jagain Aldi" jawab Lolita.
"Lhoo sayang ngga boleh gitu dong, kamu harus sekolah kan sebentar lagi bakal ujian" Terang Wilna memberi penjelasan pada menantunya itu.
"Tapi Loli mau jagain Aldi" Ucap Lolita yang merasa berat jika harus meninggalkan Aldi.
"Aldi biar bunda yang jaga, sekarang kamu sekolah setelah itu baru kamu jaga Aldi lagi setelah pulang sekolah" Ucap Wilna dengan Lembut.
Lolita pun akhirnya mengangguk. "Nah gitu dong, sekarang kamu mandi bunda sudah bawain seragam sama tas sekolah kamu dan juga sarapan" Lolita pun kembali mengangguk, mengambil paper bag yang Wilna letakkan di atas meja lalu berjalan dengan malas ke dalam kamar mandi.
Hanya butuh waktu lima belas menit, Lolita pun sudah selesai mandi gadis itu kuat dari dalam kamar mandi dengan seragam yang sudah lengkap serta rambut yang sudah di kucir dengan rapi.
Lolita berjalan menghampiri Aldi yang kini sedang dibersihkan oleh Wilna.
"Aldi sayang, aku berangkat sekolah dulu, kamu baik baik saja ya" bisik Lolita tepat di telinga Aldi. setelah itu ia mencium kening Aldi dengan sayang.
dan kini bergantian mencium punggung tangan Wilna "Lolita berangkat dulu ya Bun Assalamualaikum" pamit Lolita.
"Kamu ngga sarapan?" Tanya Wilna dan Lolita pun menggeleng. "Loli ngga lapar Bun" Jawab Lolita lalu berjalan keluar dari dalam ruang rawat Aldi.
Lolita berjalan dengan tidak semangat menuju ke kelasnya.
tiba tiba seseorang merangkul bahunya hingga membuat Lolita begitu terkejut.
"Ngelamun aja, nabrak baru tahu rasa Lo" Ucap Dino, ya orang yang merangkul bahu Lolita itu adalah Dino teman sekelas dan juga ketua kelasnya.
"Dinosaurus, apaan sih Lo bikin gue kaget aja" Jawab Lolita kesal. "Gimana kabar Aldi?" Tanya Dino. "Masih belum sadarkan diri" Jawab Lolita dengan lesu. "Lesu amat, semangat dong, kalau penyemangat Aldi aja ngga semangat bagaimana Aldi bisa Semangat" Tutur Dino.
"Ya gimana bisa gue semangat sementara Aldi sekarang aja masih terbaring lemah di branar rumah sakit berjuang antara hidup dan mati" Ucap Lolita lesu, gadis itu seakan sudah kehilangan semangatnya.
"Ya maka dari itu, Lo harus semangat agar Aldi juga semangat untuk berjuang dan kembali ke dalam pelukan kamu" Tutur Dino.
~~~••••~~~
Lolita hanya mengaduk aduk bakso yang Ada dihadapannya, gadis itu sama sekali tidak bernafsu untuk makan, padahal ia sama sekali belum makan dari pagi.
"Kenapa ngga dimakan baksonya?" Tanya Sisi ketika melihat Lolita hanya mengaduk aduk tanpa ada niatan untuk memakan.
"Gue ngga laper" Jawab Lolita tanpa mengalihkan pandangannya dari bakso yang ada di hadapannya.
"Lolita, Lo itu harus makan, kalau Lo ngga makan nanti Lo malah sakit, kalau Lo sakit nanti siapa yang bakal jagain Aldi? supaya yang bakal ngajak ngobrol Aldi? Siapa yang bakal kasih semangat Aldi?" Ucap Regan panjang lebar.
"Tumben kalau ngomong bener" Ucap Yolanda. "Oh yes dong sayang, bang Regan emang kalau ngomong suka bener" Saut Regan sambil menarik turunkan Alisnya.
"Iya bener itu akan yang dikatakan sama Regan, lo harus makan untuk bisa selalu mendampingi Aldi" Kini giliran Evan yang membuka suara.
__ADS_1
Lolita membenarkan ucapan Regan dan Evan, dan Lolita pun akhirnya memakan bakso yang ia pesan itu meskipun tidak sampai habis.
\#\#\#••••\#\#\#
Lolita langsung masuk kedalam ruangan Aldi sepulang sekolah. Lolita langsung mendudukkan dirinya di kursi sebelah Aldi.
"Hai, aku pulang, kamu apa kabar? baik kan?" Ucap Lolita sambil tersenyum.
"Disekolah sepi banget karena ngga ada kamu" ucap Lolita dengan wajah yang sudah berubah menjadi sendu.
"Kamu kapan berangkat sekolah? aku kangen berangkat bareng sama kamu, aku kangen dianterin sampe kelas sama kamu" ucap Lolita sendu.
"Aku mau ganti baju dulu ya" ucap Lolita lu berjalan menuju kamar mandi dan mengganti bajunya, menginap berhari hari di rumah sakit membuat Lolita jadi mempunyai banyak baju ganti karena terkadang mamanya, terkadang bundanya dan terkadang juga Bu Tuti selalu datang dan membawakan baju ganti untuk Lolita.
Saat keluar dari dalam toilet Lolita mendapati Wilna yang sedang duduk di sifat.
"Bunda" Panggil Lolita sambil berjalan menghampiri Wilna dan duduk di sebelahnya
"Ah sayang, kamu sudah kembali, kalau gitu bunda pulang dulu ya, tadi Bibi telfon katanya Aldo nangis" Ucap Wilna yang merasa tidak enak dengan menantunya itu.
"Oh iya, bunda hati hati ya pulangnya biar Loli yang jagain Aldi" Ucap Lolita sambil mencium punggung tangan Wilna dan setelah itu pun Wilna keluar dari dalam rumah rawat Aldi.
Malam harinya,
"Lo udah makan malam?" Tanya Evan pada Lolita. "Belum, gue ngga mau ninggal Aldi sendiri" Jawab Lolita sambil tersenyum.
"Ya udah mending sekarang makan malam ia ditemani sama Amel" Ucap Evan yang mendapat jawaban Anggukan dari Amel yang masih setia menggandeng tangan Evan itu.
Lolita nampak berfikir sejenak dan akhirnya ia pun menggunakan, "Ya udah tolong Ki jagain Aldi ya" ucap Lolita, Evan pun mengangguk dan Lolita pergi ke kantin rumah sakit bersama dengan Amel.
"Lolita pergi kemana?" Tanya Sisi pada Evan. "Pergi ke kantin, gue suruh dia untuk makan malam dulu" ucap Evan dan Sisi pun mengangguk lalu kembali duduk bersama yang lain di sofa.
sedangkan Evan memutuskan untuk duduk di sebelah brankar Aldi. "Bro" Ucap Evan
"Lo kapan bangun bro, Lo ngga nggak mau bangun? ngga mau main basket banget"
"Lo ngga kangen apa main PS bareng? Lo ngga kasian sama Lolita yang sekarang tambah kurus cuma karena ngga aku makan gara gara Lo ga bangun bangun?"
"Iya bro, kasian bini Lo, bangun lah bro jangan lama lama marahnya, Lolita juga udah maafin Lo, dia juga udah tahu yang sebenarnya" kini Regan yang ikut menimpali
~~~•••~~~
__ADS_1
Berminggu minggu sudah terlewati dan belum ada tanda tanda jika Aldi akan membuka mata, ia masih setia dengan tidur panjangnya.
dan seperti biasa Lolita selalu membisikan kata mutiara di telinga Aldi sebelum gadis itu akan berangkat ke sekolah.
"Aldi sayang, aku berangkat sekolah dulu, kamu baik baik ya di sini, aku harap kamu sudah membuka mata saat aku kembali" Ucap Lolita, setelah itu gadis itu pun berpamitan kepada Wilna kemudian berangkat ke sekolah seperti biasa.
~~~~••••~~~~
Lolita tidak bisa fokus dengan pembelajaran yang di ajarkan oleh gurunya, gadis itu terus saja memikirkan Aldi yang tak kunjung bangun itu.
"Lolita" Panggil Bu Silvi, namun Lolita tidak merespon. Gadis itu terus menatap kosong ke arah papan tulis.
"Lolita" Panggil Bu Silvi lagi. Namun Lolita tak kunjung juga memberi Respon padahal Sisi sudah menyenggol bahu gadis itu.
"Lolita" Bus Silvi sedikit mengeraskan suaranya hingga membuat Lolita terlonjak kaget dan Refleks memanggil nama Aldi
"Ah iya Aldi mana?" Ucap Lolita sambil celingukan. Teman temanya pun tertawa ketika melihat Lolita malah menyebut nama Aldi.
Sedangkan teman temanya hanya menatap kasihan kearah Lolita, begitu pula dengan Salsa yang duduk di depan.
"Kasihan Lolita, Sudah satu bulan tapi Aldi tak kunjung sadar" Gumam Salsa sambil menatap Lolita yang kini sudah duduk dengan lesu.
Bu Silvi hanya menggelengkan kepala melihat Lolita yang malah memanggil nama Aldi.
\-
\-
\-
\-
\-
\-
\-
\-
\-
Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe
jangan lupa tinggalin jejak
semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.
pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.
Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
__ADS_1
oke