My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 44


__ADS_3

Mutia berusaha membuat acara seromantis mungkin untuk meluluhkan hati Khalif agar ia mau kembali lagi dengannya. Ia sadar jika ia terus membiarkan perang dinginnya tetap berlanjut maka Khalif akan kembali kepada Nina.


Ia menyiapkan sebuah pesta kecil untuk memperingati hari jadi mereka.


Selain merayakan hari jadi mereka Mutia juga meminta maaf kepada Khalif karena sudah membuatnya murka.


Khalif merasa senang karena Mutia akhirnya mengakui kesalahannya dan memintanya untuk kembali memperbaiki ia menjadi istri kedua jika Khalif ingin menikahinya diam-diam tanpa sepengetahuan Nina.


Mutia sengaja menggandeng mesra Khalif saat memasuki lobby gedung Hawi Corporation seolah ingin menunjukkan kepada semua orang jika ia adalah wanitanya.


Gadis itu mulai tak malu-malu lagi untuk menunjukkan kemesraannya di depan umum. Ia bahkan terang-terangan memanggil Khalif dengan panggilan sayang tanpa mempedulikan cibiran rekan kerjanya.


Bila sebelumnya ia masih menutupi hubungan mereka, demi menjaga perasaan Nina. Kini Mutia dan Khalif bahkan sudah mendeklarasikan hubungan mereka di depan para karyawan Hawi Corporation.


Ia bahkan sengaja mentraktir para karyawannya untuk merayakan hari jadi mereka.


Nina tersenyum simpul saat Melihat kedua pasangan kekasih itu begitu bangga mendeklarasikan hubungan mereka.


Nina tak memperdulikan upaya Khalif dan Mutia yang selalu ingin membuatnya kesal dengan selalu memperlihatkan kemesraan mereka didepannya.


Ia tetap slay dan melangkah dengan elegan saat berpapasan dengannya.


Melihat sikap Nina yang terkesan cuek, Mutia pun berpikir untuk mengundangnya di pesta hari jadinya.


Nina menerima undangan itu dan mengatakan kepada Mutia jika dia akan hadir di acara tersebut.


Mutia yang menganggap jawaban Nina sebagai gurauan hanya menanggapinya dengan santai.


"Jika kau tak bisa datang jangan terlalu dipaksakan Nin. Cukup doakan saja semoga hubungan kami langgeng sampai pernikahan," tukas Mutia sengaja membuat Nina dongkol


"Ok," jawab Nina singkat

__ADS_1


Mutia begitu puas saat melihat ekspresi wajah Nina yang terlihat berkaca-kaca.


"Sekarang kau harus bersiap-siap untuk merelakan suamimu untukku. Karena percuma saja kau mempertahankan dia jika ia tidak mencintai mu," gumam Mutia


Malam harinya Nina sengaja mendatangi sebuah klinik kecantikan untuk mempermak penampilannya.


Ia sengaja tampil all out Untuk menghadiri acara anniversary day Mutia dan Khalif.


Ia sengaja datang ke restoran dimana Khalif mentraktir semua karyawan Hawi Corporation untuk mendeklarasikan hubungan mereka untuk memberikan kejutan kepada suaminya itu.


*Tak, tak, tak!!


Semua mata tertuju pada seorang wanita cantik yang melenggang dengan elegan memasuki lobby hotel tempat pesta Khalif dan Mutia.


Bukan hanya para karyawan Hawi Corporation yang terpukau dengan kecantikan Nina malam itu, bahkan Khalif taj berkedip menatap lekat kecantikan istrinya.


Nina tampil cantik dengan gaun berwarna merah marun yang membalut tubuh mungilnya. Ditambah sebuah kalung berlian yang melingkar di lehernya membuat semua orang seketika menganga melihat kecantikan istri Bos mereka itu.


Tentu saja hal itu membuat Mutia merasa kesal. Ia merasa kesal karena mengira Nina sengaja tampil cantik untuk menyaingi kecantikannya.


"Seberapa banyak kau menghabiskan uangmu untuk mempercantik wajahmu, tetap saja kau tidak akan mampu menyaingi kecantikan ku yang memang sudah paripurna," gumam Mutia


Saat semua orang mulai memuji kecantikan Nina yang dinilai begitu natural. Mutia justru mengira jika Nina tengah frustasi karena suaminya yang telah berselingkuh.


"Aku tak heran jika Nina tampil cantik malam ini, ia pasti sudah menghabiskan banyak uangmu untuk mempercantik wajah jeleknya itu agar suaminya kembali meliriknya. Tapi sayangnya upik abu tetaplah upik abu, kau tidak akan berubah cantik hanya dengan polesan make up, " sindir Mutia


Nina menanggapi santai ucapan Mutia. Ia tidak kelihatan marah ataupun membalas sindiran Mutia.


Nina bahkan tersenyum lebar saat menghampiri suaminya itu. Khalif dan Mutia tampak begitu bahagia saat hendak memotong kue tar yang melambangkan cinta mereka. Namun kebahagiaan mereka harus terusik dengan kedatangan Nina.


Mutia seketika langsung menoleh kearah Khalif seolah mengisyaratkan kepadanya untuk mengusir Nina dari tempat itu.

__ADS_1


"Sorry kalau kedatangan ku mengganggu party kalian," ucap Nina dengan seulas senyum di wajahnya


"Aku tahu kalau kalian pasti ingin menanyakan kepada ku kenapa aku datang ke pesta kalian bukan?" tanya Nina


"Sorry nin, tapi gue gak tertarik sama sekali," sahut Mutia


"Ups maaf kalau aku salah, anyway selamat Mutia, akhirnya langkah mu untuk menjadi istri seorang konglomerat sebentar lagi akan terwujud," ucap Nina kemudian menjabat tangan Mutia


Ia juga memberikan selamat kepada Khalif yang telah berhasil mendapatkan wanita yang ia cintai.


Tentu saja ucapan selamat dari Nina membuat keduanya merasa canggung.


Selain memberikan selamat, Nina juga sudah menyiapkan hadiah spesial untuk Khalif dan Mutia.


"Hari ini aku kalian pasti tahu bagaimana perasaan ku sebelumnya bukan. Jadi di hari bahagia ini saya juga akan memberikan hadiah spesial untuk sahabatku tercinta yang akhirnya berhasil menjadi menantu konglomerat. Kalian pasti bingung kan kenapa aku mengatakan seperti itu," ucap Nina sejenak me


Wanita itu tampak mendongakkan wajahnya sesaat untuk menahan air matanya tak jatuh membasahi pipinya.


"Hampir lupa, saya juga sudah menyiapkan hadiah spesial untuk kalian berdua," tukas Nina menoleh kearah Khalif dan Mutia


"Harap dengar baik-baik karena saya tidak akan mengulang apa yang aku katakan," ujar Nina


"Karena aku begitu mengerti bagaimana perjuangan sahabat ku untuk mendapatkan Calon suami yang kaya raya maka dengan ini aku akan membantu merealisasikan mimpinya.. Sebagai seorang istri soleha saya akan memberikan restu kepada suamiku untuk menikahi kekasih hatinya Mutia Nugraheni, untuk menjadi istri keduanya. Kalian pasti terkejut kenapa aku mengatakan hal itu bukan. Tentu saja aku sengaja tak meminta dia untuk menceraikan aku Karena jika itu terjadi maka Khalif akan dicoret dari anggota keluarga Wiraatmadja dan aku tidak mau itu terjadi padanya. Kasian kan kalau nanti Mutia harus kecewa karena gagal lagi menjadi istri seorang konglomerat


Untuk itulah aku sengaja berbesar hati untuk mewujudkan keinginan suamiku karena konon katanya surga imbalannya. Selain itu aku melakukannya karena sebagai wanita aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Mutia. Tentu saja ia pasti sangat ingin menjadi istri resmi Khalif dan diakui statusnya bukan hanya menjadi seorang selingkuhan saja, bukan begitu Mutia?" tanya Nina membuat Mutia hanya tersenyum kecut mendengarnya.


"Mungkin itu saja pidato dari saya, semoga kalian berdua semakin bahagia," ucap Nina kemudian mengakhiri pembicaraannya


Tentu saja semua orang langsung riuh setelah mendengar ucapan Nina tersebut.


Bukan hanya para karyawan yang langsung heboh mendengar pengumuman kontroversial itu tetapi juga Mariyah dan Dama.

__ADS_1


__ADS_2