My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 70


__ADS_3

"Ternyata kau bersembunyi di sini?? " Dana terlihat kesal saat melihat Nina yang dianggap melarikan diri dari masalah.


Nina kemudian mempersilakan mertuanya itu masuk.


"Aku tidak menyangka jika ibu akan memberikan paviliun ini kepada juga, padahal ia sudah memberikan semua kekayaannya kepadamu. Aku benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa sampah seperti mu bisa mengambil hati ibu mertuaku yang sangat pelit dan keras kepala itu, "


"Silakan di minum Ibu, " Nina kemudian meletakkan segelas jus jeruk di depan Dama


"Kenapa kau harus tinggal di sini, bukankah sebaiknya kau tinggal bersama suamimu, apapun yang terjadi kau tidak boleh meninggalkanya. Kau harus tetap bersama sampai maut memisahkan kalian seperti janji kalian di altar pernikahan! " seru Da. a memasang wajah sinis


"Maaf Ibu, aku juga melakukan hal ini demi kebaikan Mas Al. Lagipula aku sudah berkonsultasi dengan dokter Adi tentang keputusan ku tinggal di sini, " jawab Nina


"Apa kau ini wanita bodoh, kenapa kau bisa meninggalkan suamimu dengan wanita lain!" seru Dama


"Aku yakin perlahan Al akan mengingat semuanya, kita hanya harus bersabar sebentar Ibu, "


"Sampai kapan Nina, kau belum tahu siapa Naura. Apa ku menunggu Khalif menceraikan mu dan menikah dengan kekasihnya Naira! " sahut Dama


"Tentu saja secepatnya, Ibu jangan khawatir semuanya akan Baik-baiksaja, " tukas Nina


*Gedung Hawi Corporation


Nina tampak sibuk mempersiapkan rapat tahunan pemegang saham.


Saat rapat akan di mulai Khalif memasuki ruangan rapat bersama Naira. Lelaki itu kemudian meminta kepada para pemegang saham mayoritas untuk mendukungnya menjadi seorang CEO perusahaan itu, menggantikan mendiang ayahnya. Apalagi Al berpikir jika Janaka juga sudah tidak terdengar kabar beritanya.


"Jadi sudah jelaskan jika hanya aku satu-satunya ahli waris Handoko Wiraatmadja yang berhak memimpin perusahaan ini bukan wanita itu! " seru Khalif menunjuk Nina


Seketika ruang rapat menjadi riuh setelah mendengar ucapan Khalif. Panji berusaha menenangkan para pemegang saham untuk tetap tenang.


Ia kemudian menyuruh Nina untuk membicarakan hal itu dengan Khalif. Sedangkan ia akan membantunya meyakinkan para pemegang saham.


"Aku yakin kau bisa melakukannya, " tukas Panji


"Terimakasih banyak atas semuanya, " tukas Nina

__ADS_1


"Sama-sama Nina, sebaiknya kamu cepat temui Al, jangan sampai ia membuat masalah di sini, " ucap Panji


"Baik, "


Nina seger bergegas menuju ke ruangannya.


Khalif dan Naura sudah menunggunya di sana. Kedua pasangan kekasih itu seperti sudah tak sabar untuk menggunakan ruangan itu sebagai tempat kerja mereka.


"Mana dokumen yang harus aku tanda tangani? " tanya Khalif


"Apa kau begitu ingin menjadi seorang CEO? " tanya Nina seketika membuat kedua bibir Khalif mengatup otomatis.


"Aku tahu benar jika seorang Khalif Wiraatmadja tidak pernah tertarik untuk menjadi seorang CEO karena ia sudah memberikan separuh jiwanya di dunia balap?" ucap Nina membuat Naira benar-benar geram


"Aku belum yakin jika seorang pembalap yang terbiasa memegang gas dan rem motor bisa mengendalikan perusahaan ini, " imbuhnya


"Jangan meremehkan Al, asal kah tahu jika Al adalah lilissn universitas terbaik luar negeri jurusan Bisnis dan Manajemen! " bela Naira


"Teori saja tidak bisa menjamin seorang akan bisa menjalankan sebuah perusahaan. Karena menjalankan perusahaan tidak semudah menjalankan sepeda motor. Kau harus memiliki banyak skill dan juga pengetahuan. Jadi sebaiknya kau tunjukan dulu kepada kami kemampuan mu baru aku bisa memutuskan kau ama menjadi seorang CEO atau tidak, " jawab Nina


"Apa kau menantangku! " seru Khalif dengan wajah kesal


"Tentu saja, " jawab Khalif


"Kalau begitu kau harus membawa seorang Investor untuk berinvestasi di. Hawi corporation? "


"Ok, tapi kau harus janji jika aku berhasil membawa seorang investor maka kau harus menjadikan aku seorang CEO;" sahut Khalif


"Deal! " seru Nina kemudian menjabat tangan Khalif.


Sepertinya keputusan Nina ini membuat kontroversi di lingkungan perusahaan dimana banyak yang setuju namun tak sedikit juga yang mendukung keputusannya.


Kabar Khalif yang akan kembali menjadi CEO Hawi corporation pun terdengar di telinga Mutia. Ia segera mencari informasi tentang Khalif dan alasannya kembali untuk menjadi CEO setelah Broto memecatnya.


Mutia juga diam-diam menemui Khalif di kediamannya.

__ADS_1


"Ck, wanita itu benar-benar gila, ia bahkan berani mengusir Nina dan mengubur semua jejaknya di rumah ini. " Mutia terlihat menyeringai saat melihat dinding kamar tidur Khalif yang dipenuhi foto-fotonya bersama Naira.


Ia kemudian menuju ke gudang tempat Nina tinggal, namun Mutia tak menemukan apapun di sana.


"Nina yang malang, lagi-lagi kau harus menghadapi kenyataan pahit dalam hidupmu," gumam Mutia


"Ada apa kau datang ke sini? " tanya Khalif dengan wajah dinginnya


"Tentu saja karena aku merindukan mu sayang, apa kau tak merindukan aku?" jawab Mutia kemudian segera memeluknya erat


"Maaf sepertinya hubungan kita sudah berakhir, jadi tolong jangan ganggu aku lagi," jawab Khalif kemudian melepaskan tangan Mutia yang masih memeluknya


"Kata siapa hubungan kita sudah berakhir, apa kau lupa jika kau sendiri yang sudah memaksa ku untuk menjadi kekasih mu, apa kau lupa kalau kau juga yang memintaku untuk bekerja di Hawi corporation agar kita semakin dekat. Aku sudah melakukan semua yang kau minta lalu dengan teganya kau ingin menghempaskan aku dari kehidupan mu. Itu tidak akan pernah terjadi Al," jawab Mutia


"Tidak ada dalam kamus hidup Mutia untuk melepaskan miliknya kepada orang lain, apalagi seorang wanita jahat yang jelas-jelas akan menghancurkan hidupmu," ucap imbuh Mutia


Khalif terlihat murung mendengar ucapan Mutia.


Melihat Khalif langsung bereaksi dengan ucapannya, maka Mutiapun kembali melanjutkan aksinya. Ini saatnya membalas Jal*ng sialan yang sudah berani mengambil apartemen ku. Sekarang saatnya aku menunjukkan siapa aku sebenarnya. Aku akan mengambil semua yang kau ambil dariku, apartemen itu dan juga Al.


"Sayang aku tahu kau masih meyayangi ku dan kau terpaksa meninggalkan aku karena j*lang sialan itu. Sekarang setelah aku tahu semuanya aku ingin memperbaiki hubungan kita, kamu mau kan?" tanya Mutia


Khalif yang memang masih mencintai Mutia tak menolak keinginan wanita itu. Mutia bahkan sengaja menghabiskan malam bersama Khalif.


Ia bahkan sengaja mengambil foto mereka saat tidur bersama dan mengirimnya kepada Naira menggunakan ponsel Khalif.


"Sekarang bersiaplah untuk menangis darah!" ucap Mutia menyeringai.


Pagi harinya, Mutia benar-benar kaget saat melihat meja kerjanya berantakan. Semua file dan dokumen-dokumen pentingnya berserakan di lantai.


Tentu saja hal itu membuat ia sangat geram, apalagi saat melihat coretan lipstik Naira di meja kerjanya.


"Dasar J*lang sialan, kalau kau memang seorang pemberani mari kita berduel secara terbuka, jangan beraninya menyerang dari belakang! " teriak Mutia


*Byuuurrr!!!

__ADS_1


Mutia benar-benar tak mengira jika Naira akan menyiramnya dengan seember air.


"Nairaaa!!! "


__ADS_2