My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 66


__ADS_3

Pagi menjelang, Nina terbangun saat mendengar suara kicau burung-burung menyambut datangnya pagi.


Ia kemudian beranjak dari duduknya dan melihat keluar jendela.


Ia melihat Khalif tengah jalan-jalan pagi ditemani ibunya.


"Alhamdulillah, akhirnya dia siuman juga. Terimakasih ya Rob atas anugerah yang kau berikan kepada suami hamba," ujar Nina bahagia


Tidak lama Dama membawa Khalif kembali ke ruangannya setelah letih berkeliling.


"Gimana sekarang, apa kau sudah merasa enakan?" tanya Dama


"Hmm, aku merasa lebih segar sekarang," jawab Khalif


Lelaki itu menoleh sinis kearah Nina kemudian menarik lengan ibunya.


"Siapa wanita itu?" tanya Khalif

__ADS_1


"Dia??" tanya Dama mengerutkan keningnya


"Hmm,"


"Dia adalah Nina istrimu apa kau lupa?" jawab Dama dengan ekspresi wajah tak percaya


"Jangan bohong ibu, bagaimana bisa aku memiliki seorang istri jika kekasih saja kau tak punya," jawab Khalif seketika membuat remuk hati Nina


Dama langsung tertawa terbahak-bahak mendengar Jawaban putranya itu, yang dianggap sebagai lelucon di pagi hari.


"Meskipun kau sangat membenci Nina tetap saja kau tidak boleh berkata seperti itu Al. Karena walau bagaimana pun dia tetaplah istrimu, jadi jangan pernah berkata seperti itu lagi, itu terlalu menyakitkan!" sahut Dama


"Apa kau benar-benar tak mengenali dia!" ucap Dama berusaha meyakinkan putranya


"Hmm,"


"Tidak mungkin, pasti ada yang salah dengan operasinya hingga membuat Al seperti ini. Aku harus menanyakan hal ini kepada Adi!"

__ADS_1


Dama kemudian segera pergi menemui dokter Adi di ruangannya.


Dokter Adi langsung merespon dengan cepat setelah mendengar penjelasan Dama. Ia kemudian segera keluar untuk memeriksa Khalif lebih lanjut.


"Semuanya ok, lalu apa masalahnya?" tanya Adi


"Masalahnya ia tak mengenali istrinya sendiri!" seru Dama


Adu kemudian menarik nafas panjang, ia membuka galeri ponselnya dan menunjukkan beberapa foto wanita kepada Khalif.


Lelaki itu mampu menyebutkan nama semu wanita yang ada dalam galeri itu kecuali Nina.


Mengetahui Khalif tidak main-main, dokter Adi kemudian mengajak Nina ke ruangannya.


Ia kemudian menjelaskan jika Khalif mungkin terkena hilang ingatan parsial dimana ia hanya tidak mengingat sesuatu yang membuat hidupnya begitu terguncang. Atau dengan kata lain ia melupakan orang-orang yang hampir merubah kehidupannya.


"Sekarang aku tahu kenapa ia melupakan aku, pasti ia begitu tertekan selama hidup denganku," ucap Nina getir

__ADS_1


"Tidak begitu juga Nina, bisa jadi kau adalah orang yang sangat berarti bagi diri Al mengingat apa yang sudah kalian lalui bersama aku yakin itulah penyebab dia melupakan mu." jawab Adi


"Dalam kondisi ini kita tidak boleh memaksanya untuk mengingat semuanya dengan cepat. Kita ikuti saja alurnya. Dan ingat jangan membuat ia bersedih dan buatlah ia selalu tersenyum bahagia agar sel kankernya tertidur hingga kesempatan untuk sembuh terbuka lebar. Jangan biarkan ia sedih atau stres karena itu bisa membangunkan sel kankernya. Untuk itu kau harus ikuti keinginannya untuk sementara waktu. Karena aku yakin ia akan segera pulih seperti semula jika mendapatkan perawatan yang baik. Selain itu kau bisa mengajaknya ke tempat-tempat yang memiliki kenangan indah baginya. Aku yakin dengan begitu ingatannya akan segera kembali, jadi bersabarlah!" ujar dokter Adi


__ADS_2