
Sesampainya di rumah Salsa sudah di sambut oleh kedua orang tuanya yang menunggunya di depan rumah. Salsa segera turun dari atas motor sport Andra, begitu pula dengan Andra. "Maaf om, tante saya mengantarkan Salsa pulang telat" ucap Andra sambil mencium punggung tangan orang tua Salsa dengan sopan, meskipun Andra seorang Bad Boy tetapi Andra masih punya sopan santun kepada orang yang lebih tua.
"Iya nak, makasih udah nganterin anak Tante dengan selamat" ucap Ibu Salsa sambil tersenyum tulus. Andra pun mengangguk dan setelah itu pamit untuk pulang.
saat dirasa Andra sudah menghilang di balik pagar rumah Salsa, ayah Salsa pun menampar dengan keras pipi Salsa hingga gadis itu terhuyung. "Papa" Teriak Mama Salsa sambil memeluk Salsa yang kini sudah menangis sambil memegangi pipinya yang terasa perih, begitu juga mama Salsa yang ikut menangis.
"Kenapa kamu bisa pulang sama laki laki lain? di mana Bagas?" Tanya Papa Salsa dengan nada yang membentak.
"Salsa nggak tau" Jawab Salsa sambil terisak. Papa salsa hendak Kemabli menampar Salsa namun ibunya memeluknya dengan erat.
"Sudah cukup mas kamu itu sudah merusak masa depan anak kita" Ucap Ibu Salsa sambil menangis.
"Kamu ngga usah ikut campur, jika saja dia nggak jadi anak yang bodoh dan putus dengan anak Putra itu tidak mungkin ini akan terjadi padanya" Ucap papa Salsa sarkas lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Salsa dan ibunya yang sedang menangis.
*
Sekarang sudah pukul dua belas malam dan Lolita tak kunjung juga memejamkan matanya, Gadis itu masih saja kepikiran soal Salsa yang ia termuat bersama seorang om om dan dua bodyguardnya, Bagaiman tidak di sebut om, om Laki laki itu bahan terlihat sudah berkepala tiga. dengan bodyguard nya yang mungkin berkepala empat.
Lolita yang terus bergerak itu pun membuat Aldi yang sudah tertidur menjadi terbangun.
"Kamu kenapa belum tidur?" Tanya Aldi dengan suara paraunya.
Lolita yang sedang menatap atap atap kamarnya itu merubah posisinya menjadi menatap ke arah Aldi "Ngga bisa tidur" Jawab Lolita seadanya.
"Besok siang kita akan berangkat ke Bandung, Jadi lebih baik kamu tidur sekarang" ucap Aldi sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik Lolita.
Lolita mengangguk, dan menarik sebelah tangan Aldi untuk ia jadikan bantalan. dan sebelah tangan Aldi bergerak untuk merengkuh tubuh mungil Lolita ke dalam dekapannya.
rasa nyaman yang Lolita dapatkan dari dekapan Aldi mengundang rasa ngantuk hingga membuat gadis itu akhirnya terlelap dalam dekapan Aldi, begitu pula Aldi yang ikut terlelap.
Lolita mengerjakan matanya ketika sinar matahari menyapanya di pagi hari, Lolita membuka matanya dan sudah tidak mendapati Aldi di sebelah, Lolita kemudian berjalan untuk membuka korden kamarnya dan membuka pintu kaca penghubung antara kamar dan balkon.
Lolita melihat ke bawah, jalanan komplek yang ramai, gadis itu menangkap sosok Aldi yang sepertinya baru selesai dari joging sedang mengobrol bersama dengan tentangga sambil sesekali tersenyum.
tiba tiba senyum Lolita terbit, gadis itu masih tak habis pikir jika sekarang laki laki itu adalah suaminya, laki laki yang dulu sangat ia benci dan ia anggap musuh.
Lolita kemudian masuk ke dalam kamarnya, membiarkan pintu balonnya terbuka, gadis itu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
setelah dua puluh menit berada di dalam kamar mandi, kini Lolita sudah keluar dengan pakaian yang sudah lengkap serta rambut yang masih basah dan dililit menggunakan handuk putih kecil.
tiba tiba pintu kamar terbuka, menampilkan sosok Aldi yang baru selesai dari joging
"Habis dari joging?" Tanya Lolita, Aldi pun mengangguk lalu mendudukkan dirinya di tepi ranjang, Aldi melepas sepatunya lalu berjalan menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Lolita mengambil hair dryer yang ia simpan di laci meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya, Setelah rambutnya kering Lolita menyisir rambutnya dengan rapi dan menyimpan kembali hair dryer ketempat semula.
Lolita Mengambil sepatu olahraga Aldi dan menyimpannya di rak sepatu, kemudian Gadi itu turun menghampiri bundanya yang sedang menyiapkan sarapan di dapur.
"Selamat pagi bunda" sapa Lolita pada bunda.
"Selamat pagi sayang" Jawab Wilna sambil tersenyum.
"Apa yang perlu Loli bantu bund?" Tanya Lolita pada Wilna, melihat semua sarapan sudah tertata rapi di meja makan membuat Lolita jadi bingung ia harus membantu apa.
"Kamu tolong panggilin Aldo sama Ayah uang sedang main di halaman belakang" ucap Wilna, Lolita pun mengangguk lalu memanggil ayah mertuanya dan juga Adik iparnya itu untuk sarapan.
Saat Kembali ke meja makan, Lolita sudah mendapati Aldi yang duduk manis di kursinya, Wilna pun mengambil alih Aldo dari gendongan sang ayah lalu mendudukan dirinya di depan Lolita. Tangan Wulan bergerak untuk mengambil sarapan untuk sang suami, setelah itu mengambil untuk Aldo dan untuk dirinya sendiri, begitu pula dengan Lolita yang terlebih dahulu mengambilkan sarapan untuk Aldi kemudian untuk dirinya sendiri.
Sarapan pun berjalan dengan lancar dan tentunya diiringi dengan obrolan obrolan kecil.
"Mau ngapain?" Tanya Wilna. "Liburan, kan ini liburan sekolah bunda selama dua Minggu" Jawab Lolita.
"Cuma berdua?" Tanya putra ikut menimpali. "Sama Regan, Evan dan juga teman teman Lolita" Jawab Aldi, putra pun mengangguk sebagai jawaban.
"Kakak cantik sama kakak Al mau liburan?" Tanya Aldo dengan suara cadelnya.
"Iya" ucap Aldi menjawab pertanyaan adiknya. "Aldo ikut" ucap Aldo sambil menatap kakaknya.
"Anak kecil ngga boleh ikut" Tukas Aldi membuat Aldo mengerucutkan bibirnya lalu menangis.
"Aldo sayang ngga boleh nangis, nanti kita liburan sama ayah, bunda okey?" ucap Wilna menangkan Putra bungsunya.
"ngga mau, maunya sama kakak cantik" Jawab Aldo sambil terisak.
"Kakak cantik kan mau pergi sama teman temannya, nanti Aldo sama ayah bunda aja nanti beli mainan oke" ucap Putra yang ikut menenangkan putra bungsunya.
__ADS_1
"Ngga mau" ucap Aldo masih sambil menangis membuat Wilna menjadi gugup sendiri, pasalnya ketika Aldo susah mengangis itu pasti akan sulit untuk di bujuk.
Lolita jadi merasa tak enak, gadis itu kemudian berjalan menghampiri Aldi yang sedang menangis, "Sini Aldo ikut kakak cantik" ucap Lolita lembut, Aldo pun merentangkan tangannya minta di gendong Lolita, Lolita pun menggendong Aldo.
"Aldo kan anak baik, kakak cantik sama Kak Al mau pergi karena ada tugas dari guru, jadi Aldo ngga boleh ikut, nanti kalau tugasnya udah selesai kita liburan bareng gimana? ayah, bunda, Aldo, Kakak Al, dan kakak cantik" Terang Lolita lembut sambil menghapus jejak air mata Aldo.
"Benelan?" Tanya Aldo, Lolita pun mengangguk sebagai jawaban, seketika Aldo berhenti menangis dan terseyem.
"Kak Aldi natcal ngga usah di ajak" Ucap Aldo pada Aldi yang sedang menatapnya. "Dasar manja" cibir Aldi yang malah mendapat pelototan dari Lolita.
"Udah cocok jadi mama muda", celetuk Aldi tiba tiba membuat Lolita menjadi malu dan seketika tawa Putra dan Wilna pecah.
-
-
-
-
-
-
-
-
Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe
jangan lupa tinggalin jejak
semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.
pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.
Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
__ADS_1
oke