
Dama kemudian mengunjungi Khalif di penjara. Wanita itu kemudian menghasut Khalif untuk membenci istri dan mertuanya. Karena Menurut Dam, keduanya sudah membuat Khalif menjadi seorang tersangka.
"Sekarang kau tahu kan jika yang ibu katakan itu benar, Nina dan ayahnya tak berusaha menolong mu apalagi mengeluarkan ia dari tempat ini. Yang Ibu khawatir akhirnya terjadi, sekarang apa yang harus ibu lakukan untuk mengeluarkan dirimu dari Neraka ini," tukas Dama
Setelah kepergian Dama, pemuda itu tampak berpikir keras. Ia berpikir apa benar yang dikatakan oleh ibunya itu. Apa benar jika Nina yang sudah membuatnya menjadi tersangka kasus ini.
Dado bahkan sama sekali tidak kelihatan batang hidungnya selama ia mendekam dalam penjara.
Pikiran Khalif mulai terkontaminasi dengan pernyataan Dama.
Kalif bahkan melarang Nina untuk menemuinya. Bukan hanya itu saja Mutia sengaja mendatangi Khalif di penjara hany untuk memutuskan hubungannya dengan lelaki itu.
Khalif merasa hidupnya benar-benar hancur. Selain ia kehilangan pekerjaan ia juga harus meringkuk di balik Jeruji besi dengan sakit yang makin menggerogoti tubuhnya.
Khalif bahkan berkali-kali kritis karena penyakitnya kambuh.
Karena kondisi kesehatannya, pihak kepolisian mengijinkan Khalif untuk di rawat di rumah sakit.
Saat Khalif benar-benar kritis inilah Nina berhasil memecahkan pesan rahasia yang ada dalam buku diary Mariyah.
Ia tidak sengaja menjatuhkan air ke buku itu dan sebuah tulisan muncul setelah buku itu tersiram air.
Dari tulisan itu Nina mengetahui jika Mariyah tidak menggunakan pisau milik Khalif.
Mariyah menyebutkan , jika ia meminjam pisau dari seorang assisten rumah tangganya.
Malam itu juga Nina ditemani Panji segera mencari keberadaan pelayan itu. Nina berusaha menemui wanita itu agar bisa menemukan pisau asli yang dipakai Mariyah.
Berkali-kali ia menemukan art itu dudah ganti kosan sehingga membuat ia begitu lelah.
Meskipun Khalif kembali membencinya seperti dulu Nina tetap membantu
Suaminya itu untuk mencari tahu kebenaran kasus Mariyah.
"Sudahlah nin, kita lanjutkan pencariannya besok saja. Sekarang hari sudah malam dan kau sepertinya sudah kelelahan Jadi sekarang istirahat saja dan kita lanjutkan pencarian kita besok lagi," ucap Panji
Awalnya Nina menolak untuk berhenti mencari sang asisten rumah tangga.
Nina merasakan tubuhnya sangat lemas. Keringat dingin mulai membasahi wajahnya.
Wajahnya seketika berubah pucat. Dadanya mulai sesak dan ia merasakan pandangannya mulai kabur.
Nina berusaha menggapai lengan Panji untuk menuntutnya pulang. Namun sayangnya ia tak berhasil meraih lengan lelaki itu hingga membuatnya nyaris jatuh di jalan.
Beruntung Panji langsung menangkap tubuh Nina.
"Sudah ku bilang sebaiknya kau istirahat saja," ucap Panji kemudian menggendong tubuh gadis itu.
Ia kemudian mengantar Nina ke rumahnya.
Panji sengaja membaringkan tubuh Nina keatas ranjangnya..Tidak lupa ia menyelimuti seluruh tubuhnya dan melepaskan sepatunya.
"Tidurlah dengan nyaman, semoga besok pagi kau sudah siap lagi untuk memulai hari mu yang baru,," ucap Panji kemudian mengusap kening gadis itu.
"Panas sekali!"
Panji kemudian mengompres Nina untuk menurunkan demamnya. Semalaman Panji tak pulang karena harus menjaga Nina yang mengalami demam sepanjang malam.
Ia bahkan dengan sabar mengompres gadis itu hingga panasnya turun.
Dama memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil gambar keduanya.
Ia sengaja mengirimkan foto-foto mereka kepada Khalif.
Khalif merasa murka melihat Panji merawat Nina di rumahnya.
Karena kemarahan Khalif ia kemudian memutuskan untuk menceraikan Nina.
"Kali ini aku tidak akan menarik ucapan ku lagi, ternyata kau sama saja dengan wanita lainnya yang berusaha meninggalkan aku di saat aku kritis. Sekarang aku tahu tidak ada seorangpun yang peduli dengan ku atau mencintai aku dengan tulus, semuanya bull ****!!" seru Khalif
__ADS_1
Pagi harinya seorang pengacara menemui Nina dan memberikan surat gugatan cerai kepadanya.
Nina begitu terkejut saat mengetahui Khalif menggugat cerai.
Ia kemudian mendatangi suaminya itu.
"Apa kau sungguh-sungguh ingin berpisah denganku?" ucap Nina
Khalif langsung mengangguk.
"Aku tahu kau pasti sedang kesal saat mengambil keputusan ini. Aku tidak keberatan jika kau memang ingin berpisah dariku. Tapi asal kau tahu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu saat kau sedang sakit seperti ini. Aku akan menerima keputusan mu untuk menceraikan aku setelah kau sembuh, jadi tolong tangguhkan dulu gugatan cerai mu ini. Aku janji aku sendiri yang akan menceraikan dirimu jika aku sudah melihat kau sehat kembali." ucap Nina kemudian meninggalkannya
Khalif tampak menangis tersedu-sedu setelah kepergian Nina.
Sebenarnya Khalif sudah mulai menyukai Nina, tapi ia tahu jika wanita itu tidak akan pernah mencintainya.
Ia tahu jika Nina mungkin lebih memilih Panji daripada ia yang sudah sakit-sakitan.
Selain itu melihat foto-foto Kedekatan Panji dengan istrinya itu membuat Khalif benar-benar merasa menjadi suami tak berguna yang tak bisa ada di saat sang istri membutuhkannya.
Iya sangat besar deh karena tidak bisa menjaga Nina selamanya padahal Ia tahu jika Nina yang selama ini selalu ada di sisinya saat dia sedang susah dan sakit keras.
Merasa menjadi suami yang tak berguna Khalif memutuskan untuk melepaskan Nina agar ia bisa bahagia bersama dengan pria yang ia cintai yaitu Khalif.
Kesedihan Khalif rupanya berdampak terhadap kesehatannya. Ia kembali kritis dan harus dilarikan ke ruang ICU setelah kepergian Nina malam itu.
Dokter Adi kemudian menghubungi Nina dan memintanya untuk datang ke rumah sakit. Mengetahui Nina adalah penyebab putranya kritis Dama pun melarang Nina untuk menemui putranya.
Namun dokter Adi meminta Dama untuk mengizinkan Nina mendampingi Khalif karena hanya dia yang bisa menandatangani surat izin operasi untuk Khalif.
"Kenapa tidak aku saja yang menandatangani surat itu, Toh aku ini ibunya, jadi aku juga berhak untuk menentukan nasib putraku!" seru Dama
"Maaf nyonya, karena Khalif sudah menikah maka yang berhak memberikan izin untuk melakukan operasi atau tidak Itu adalah istrinya. Dan sekali lagi saya tegaskan hanya Nina yang bisa menandatangani surat ini. Jika anda ingin putra anda selamat maka berikan izin untuk Nina masuk dan mendampingi Alif, serta menandatangani surat ini secepatnya agar Khalif tidak kesakitan lagi," jawab dokter Adi
Dengan berat hati Dama akhirnya mengizinkan Nina untuk menandatangani surat itu dan memintanya untuk selalu mendampingi Khalif selama ia dirawat.
lelaki itu kemudian meminta Nina untuk mendampingi Alif sebelum ia masuk ke ruang operasi.
Nina tampak berkaca-kaca saat melihat kondisi Khalif yang sudah dipenuhi selang.
Wajahnya yang pucat bahkan ingin mengatakan jika dirinya ingin melepaskan selang-selang itu san melarikan diri dari tempat yang membuatnya kesakitan..
"Kau pasti sangat kesakitan sekarang semoga setelah operasi kau akan segera sembuh dan kembali sehat seperti dulu lagi aku doakan semoga berhasil berjalan lancar dan kau cepat sembuh lagi. Karena aku sangat ingin melihat mu balapan lagi. Aku rindu melihat dirimu berada di lap balap dan menyingkirkan lawan-lawan mu," ucap Nina kemudian menangis saat melihat kondisi Khalif.
Ia kemudian mengambil Qur'an kecil yang selalu ia bawa dN membacanya di samping Khalif.
Ia sengaja mendekatkan bibirnya di telinga Khalif agar suaminya itu bisa mendengarkan suaranya.
Dokter Adi kemudian menghampiri mereka dan segera membawa Khalif ke ruang operasi.
Nina tampak berdoa dengan khusuk saat melihat suaminya mulai memasuki ruang operasi.
Nina kemudian memilih duduk di depan ruang operasi sambil berdzikir menunggu suaminya selesai Operasi.
Dama tampak berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi.
Wanita paruh baya itu terlihat benar-benar tegang, hingga ia harus berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi.
Ia segera berlari menghampiri dokter Adi saat melihat pria itu keluar dari ruangan Operasi.
"Bagaimana Keadaan putraku, apa dia baik-baik saj?" tanya Dama
"Operasinya belum di mulai, jadi ibu berdoa saja semoga operasinya berjalan dengan lancar dan kali bisa segera seperti serial," jawab dokter adi menjelaskan kepada Dama
saat lam tolong operasi mulai menyelam ya atau saat ini sekarang masuk untuk melakukan operasi bersama teman-temannya saat itu juga Nina langsung menuju ke Musa untuk mendoakan suaminya agar ia bisa sembuh setelah operasi selesai.
karena operasi berjalan cukup lama Nina memutuskan untuk menemui ayahnya lebih agar bisa menyelamatkan Alif dari tuduhan palsu yang diarahkan kepadanya.
Nina kemudian memberitahu kepada ayahnya Jika ia menemukan pesan rahasia yang ada di buku diary nenek Mariyah. Nina kemudian memberikan buku dary Mariyah kepada sang ayah. Dari buku diary itu nenek berpesan jika ia tidak menggunakan pisau Khalif saat bunuh diri .nasi itu mengatakan jika Anna Maria menggunakan pisau seorang asisten rumah tangga saat ia melakukan Mandiri ia sedang.
__ADS_1
mencari Di mana keberadaan asisten rumah tangga itu untuk bisa mendapatkan pisau kecil yang digunakan untuk menikam nenek.
Setelah mendengar penjelasan Nina, Dado segera datang ke rumah , sakit untuk menemui Lina dan mengambil buku diary itu.
Dado kemudian memberikan buku di hari itu kepada pihak kepolisian polis.
Ia juga memberitahukan tentang pesan rahasia yang ada di buku diary itu kepada mereka.
"Dimana pesan rahasia itu?" tanya seorang penyidik
Dado kemudian membuka sebuah lembaran kosong yang ada di buku diary itu. Ia kemudian meneteskan air keatas buku itu dan tidak lama sebuah tulisan mulai timbul di atas kertas putih itu.
Dado kemudian memberikan pesan rahasia kepada tim penyidik.
Seorang penyidik tampak membaca pesan itu dengan cermat.
"Jadi kita harus mencari keberadaan asisten rumah tangga Nyonya Mariyah yang bernama Sri untuk bisa menemukan pisau itu?"
"Benar komandan, sepertinya korban sengaja ingin mengajak kita bermain detektif-detektifan hingga membuat rencana sebagus ini sebelum ia meninggal.
Dan anehnya asisten rumah tangga itu tidak melaporkan gelagat mencurigakan majikannya kepada anggota keluarga lain untuk mencegah kematian korban," timpal Dado
"Mungkin ia tak mau melakukan itu karena sudah berjanji kepada korban untuk menjaga rahasianya sampai hari yang ditentukan,"
Tim penyidik kemudian mempersiapkan sebuah untuk mencari keberadaan sang asisten rumah tangga .
Mereka mulai dengan melacak keberadaan asisten rumah tangga yang dimaksud oleh Mariyah.
Dengan bantuan badan intelejen Negara tentu saja mereka dapat menemukan Sri dengan mudah.
Bukan hanya itu saja mereka juga menggunakan tim intel untuk menemukan pisau tersebut.
Usaha yang maksimal dari pihak kepolisian berhasil membuahkan hasil. Mereka akhirnya berhasil menemukan pisau yang digunakan oleh Mariyah untuk bunuh diri di rumah seorang asisten rumah tangga keluarga Wiraatmadja.
Mereka kemudian membawa pisau itu pisau itu ke laboratorium forensik untuk mengecek sidik jari yang menempel di atasnya.
Dengan teknologi yang dimiliki oleh badan forensik nasional, mereka benar-benar menemukan sidik jari Mariyah yang memang menempel di pisau itu.
Selain hanya sidik jari Mariyah yang ditemukan di pisau itu, mereka juga berhasil mengidentifikasi bekas daerah yang menempel di pisau itu adalah milik Mariyah. Meskipun pisau itu sudah lama menghilang namun Sri sangat pandai dalam menyimpan barang bukti itu hingga tidak merusak sidik jari ataupun noda darah yang menempel pada pisau itu.
Keesokan harinya pihak kepolisian langsung mengadakan konferensi pers untuk memberikan pengumuman tentang kasus kematian Mariyah.
Mereka mengumumkan jika Mariyah meninggal bukan karena di bunuh melainkan karena ia sendiri yang mengakhiri hidupnya seperti yang ia katakan dalam buku diary miliknya.
Polisi juga kemudian menutup kasus Mariyah karena sudah menemukan titik terang dengan bukti-bukti yang otentik.
Pihak kepolisian juga segera mencabut status tersangka Khalif. Mereka kemudian memberikan surat bebas kepada Khalif setelah ia terbukti tidak bersalah. Kasus kematian Mariyah pun resmi ditutup. Dan pihak kepolisian memberikan penghargaan khusus kepada Nina yang sudah membantu aparat kepolisian untuk memecahkan misteri kasus kematian Mariyah.
Karena berkat keberanian Nina mereka bisa mengungkapkan misteri kematian Mariyah.
Terpecahkannya kasus kematian Mariyah juga membawa dampak positif bagi Hawi Corporation.
Keberhasilan Nina yang berhasil mengungkapkan jika ia dan suaminya tidak bersalah dalam kasus ini memberi kepercayaan kepada pihak Investor untuk kembali menanamkan modalnya di perusahaan itu.
Memiliki pemimpin muda yang kompeten membuat harga saham perusahaan mulai menguat meskipun tidak terlalu banyak.
Broto yang begitu senang dengan kinerja Nina kemudian meminta ia untuk menjadi CEO perusahaan untuk menggantikan dirinya.
Lelaki itu kemudian memberitahukan jika ia sebenarnya hanya di beri amanah untuk menjaga perusahaan itu sampai Nina atau Khalif siap menjadi pemimpin perusahaan itu.
Sebagai seorang yang sudah mengabdikan hidupnya untuk keluarga Wiratmaja Broto sangat berharap agar Nina mau menerima tawarannya untuk menjadi CEO Hawi Corporation.
Namun gadis itu malah menyarankan untuk memberikan posisi itu kepada suaminya. Karena ia merasa jika Khalif lah yang lebih tepat untuk menjalankan perusahaan.
Nina mengatakan jika dirinya akan fokus untuk memperbaiki hubungannya dengan Khalif.
"Apa kau mulai mencintainya?" tanya Broto
"Entahlah, aku tidak bisa menjawab sesuatu yang belum pasti. Yang jelas saat ini aku berjanji akan mengembalikan kehidupan Khalif seperti dulu sebelum ia menikah denganku. Aku merasa bersalah karena ia berubah jadi seperti ini karena diriku.
__ADS_1