Pelayan Hati

Pelayan Hati
11


__ADS_3

#11....


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Mereka masih melihat cctv seperti melihat sinetron di televisi saja,,hingga akhirnya mereka melihat satria yang sudah tidak menghiraukan tiara lagi


"ma....bagaimana ini?sepertinya rencana kita ngak berhasil lagi"ucap ranti sedih karena gagal dengan rencananya


"sabar...kita lihat saja gimana lanjutannya"jawab bu kartini


"lihat ma.. mereka berpisah,tiara pergi"ucap ranti yang melihat dengan jelas di cctv bahwa tiara keluar dari dalam apartement sedangkan satria malah masuk ke dalam kamar nya dan berbaring


Ibu kartini melihat tiara keluar,langsung mengambil ponselnya dan menghubungi tiara. Tiara masih belum sadar dengan suara telpon yang berasal dari ponselnya,ia masih memikirkan kata-kata satria


"apa maksud ucapannya?umpan?siapa umpannya?"tanya tiara dalam hati


hingga tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya,seorang ibu paruh baya yang berada disamping tiara masih melihat ke arah tiara


"hei...nak,ponselmu dari tadi berdering. Angkatlah...berisik sekali"ucap ibu paruh baya itu


Sekarang tiara sedang berada di halte bus dekat apartement satria,dia ingin pulang menggunakan bus karena tiara lebih suka naik bus ketimbang taxi.

__ADS_1


"ee...maaf buk"ucap tiara dan langsung mengambil ponselnya di saku dress nya


"iya buk"ucap tiara ditelpon


"kamu dimana sekarang?" tanya seseorang diujung telpon yang ternyata ibu kartini


"dihalte bus buk,ini mau kembali pulang kerumah"jawab tiara singkat


"ya sudah,ibu tunggu dirumah ya ra"ucap bu kartini


Saat sedang menunggu bus datang,tiara mendudukan bokongnya di bangku halte. Dia merasa lelah karena seharian ini mengeluarkan banyak tenaga,apalagi sudah meladeni satria yang selalu menentangnya berkelahi.


"hei...tolongin orang itu,lama-lama bisa mati dia dikeroyok preman-preman itu"ucap salah satu wanita paruh baya yang sedang berada dikerumunan ramai


"mana ada yang berani buk,mereka memang bertiga tapi lihatlah mereka jago berantem"jawab pria tanggung yang berdiri disebelah wanita itu


"telpon polisi saja"kata yang lainnya


"siapa yang berani menelpon polisi akan mati ditanganku"ucap salah satu preman itu


Semua yang berkumpul disitu tidak ada yang berani menelpon polisi atau pun membantu pria itu,semuanya hanya menonton dan mundur secara perlahan

__ADS_1


Tiara yang melihat gerombolan kumpulan pun langsung mendatanginya,melihat seorang pria yang sudah tergeletak di aspal dengan wajahnya yang sudah babak belur dihajar ketiga preman itu.


"hei....ada apa ini?"tanya tiara mendekati preman-preman itu


"kau tidak usah ikut campur ya,ini urusan kami...."ucap preman yang satu


"tapi boleh juga,nanti setelah kami bermain-main dengan pria ini maka kami akan mengajakmu bermain... pasti memuaskan"ucap preman yang kedua sambil berjalan mendekati tiara dan menyentuh dagu tiara


Tapi dengan cepat tangan tiara meraih tangan preman tersebut dan memelintirkannya hingga preman kedua itu menjerit kesakitan


"aaaww....kau...cantik-cantik boleh juga"jawabnya sambil berusaha melepaskan tangannya yang digenggam erat oleh tiara


Tapi dengan cepat juga tiara menghempaskan tubuh preman itu, hingga tersungkur di aspal.


"heh...kalian kalau berani jangan keroyokan dong"ucap tiara


"kau... bantu bereskan wanita itu dulu,aku akan membawa dia"ucap preman yang kesatu


bersambung....


jangan lupa vote,like dan komentarnya ya...makasih😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2