Pelayan Hati

Pelayan Hati
hamil....


__ADS_3

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


Malam sudah menjelma menjadi pagi,cahaya matahari mulai memasuki lewat jendela kamar Dimas dan Rani. Dimas masih setia berbaring diranjang sambil memeluk tubuh Rani ,dia selalu merasa nyaman jika tidur sambil memeluk Rani


Rani menggeliatkan tubuhnya,merasa ada sebuah tangan mendarat diatas perutnya. Terasa sedikit berat membuatnya sulit untuk mengubah posisi tidur nya


Rani membuka matanya perlahan,terlihat wajah tampan Dimas yang masih terpejam. Rani meletakan tangan Dimas diatas guling,dia ingin bangkit karena perutnya mulai terasa mual lagi.


Rani berlari ke dalam kamar mandi setelah meletakan tangan Dimas di guling samping tubuh Dimas,dia hanya memuntahkan cairan bening saja karena memang dari tadi malam dia tidak bisa memasukan sedikit pun makanan ke dalam mulutnya.


uuuwwwek.... uuuwwwek....


Terdengar teriakan dari kamar mandi lagi,Dimas terbangun dan langsung berlari ke kamar mandi tapi tak disangka selimut yang dipakai nya masih tergulung dikakinya hingga dia terjerembab di lantai


"aaauuu....."teriak Dimas menahan keningnya yang sudah mencium lantai


Rani mendengar suara teriakan Dimas,perutnya sudah merasa lebih baik. Dia membersihkan mulutnya dan mencuci wajahnya,kemudian dia keluar dan melihat Dimas sudah tersungkur dengan kaki diatas tempat tidur yang masih berbalut selimut sedangkan kepalanya terjuntai ke bawah menyentuh lantai

__ADS_1


"maaaasss.....kamu kenapa?"tanya Rani terkejut mendapati pria yang baru sehari resmi menjadi suaminya itu


"ssshhh.....aku ngak apa-apa"jawab Dimas sambil meringis memegangi keningnya


Dimas berusaha menaikan kepala dan tubuhnya,dibantu oleh Rani. Kemudian dia menyingkirkan selimut yang melilit dikakinya,Dimas duduk dipinggiran tempat tidur melihat ke wajah Rani yang sedikit pucat sambil memegang keningnya yang sakit.


Sedangkan Rani menatap kening Dimas yang dipegangnya dari tadi,tangan Rani terulur menyentuh kening Dimas.


"sakit?"tanya Rani lupa dengan mual diperutnya karena rasa itu tiba-tiba hilang


Rani mengernyitkan dahinya,kenapa malah Dimas yang bertanya. Mungkin Dimas mendengar suara Rani yang sedang muntah itu,makanya segera turun dari tempat tidur tapi kakinya nyangkut. Begitu lah yang dipikirkan Rani,dia menatap Dimas kemudian memeluk Dimas . Tangan Rani sudah melingkar di pinggang Dimas,Dimas mengelus punggung Rani


"maafkan aku,kamu jadi jatuh begitu karena aku"bisik Rani


"aku ngak apa-apa....hmmm....apa kamu masih merasa mual?"ucap Dimas sambil melepaskan pelukannya dan mengelus perut Rani


Rani merasakan ketenangan ,perutnya terasa membaik. Rani menatap wajah Dimas dan tersenyum,dia tidak menyangka kalau Dimas sangat lah perhatian padanya.

__ADS_1


"apa dia baik-baik saja?"tanya Dimas yang masih mengelus perut Rani


"dia?siapa?"tanya Rani bingung,karena Dimas bertanya sambil mengelus perutnya


"kamu hamil sayang....disini....sudah ada benihku,anak kita"jelas Dimas sambil tersenyum


"ha....hamil?"tanya Rani


Rani terkejut,dia tidak menyangka kalau dia bisa hamil secepat ini padahal ini adalah malam pertama pernikahan nya tapi dia sudah hamil duluan. Dia kembali teringat saat Dimas melakukannya,dia lupa tidak meminum obat kontrasepsi. Ada rasa ketakutan didalam hatinya tapi seketika hilang saat melihat wajah Dimas tersenyum sambil mengelus-elus perutnya.


Dimas masih tersenyum dan menatap wajah Rani,dia menangkup wajah Rani dengan kedua tangannya. Menatap Rani penuh cinta, membuat wajah Rani memerah. Sekilas Dimas mengecup bibir Rani,Rani masih diam dan senang diperlakukan seperti itu oleh Dimas


"terima kasih sayang.....aku akan selalu mencintaimu dan menjaga kamu dan bayi kita"ucap Dimas dan kembali memeluk tubuh Rani


bersambung....


jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... Makasih 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2