
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"haaattcuuh"Dimas bersin dengan menutup mulutnya
Dimas menggosok-gosokan hidungnya, sepertinya dia sudah pilek. Rani memberikan tisu pada Dimas,Dimas melihat Rani dan tersenyum
"terima kasih"ucap Dimas
"sebaiknya tuan saja yang ganti pake jaketnya"jelas Rani
"tidak usah,kamu saja....saya masih bisa bertahan kok"jawab Dimas
"kalau begitu, anda jangan keluar. Disini saja tapi...berbalik lah tuan dan jangan mengintip"jelas Rani
Dimas berbalik menghadap kaca samping nya,dia tidak ingin membuat Rani enggan mengganti pakaian nya karena memang pakaian mereka sangat lah basah. Rani berniat membuka pakaiannya tapi dia teringat,jika dia berganti pakaiannya pasti tetap basah juga karena tidak ada handuk didalam mobil Dimas
__ADS_1
"tu...tuan"panggil Rani
"apa sudah selesai?"tanya Dimas
"hhmm....itu,kalau saya ganti pakaian bukannya sama saja akan basah juga?karena tidak ada handuk"jelas Rani
Dimas menatap pakaian Rani yang sudah tembus pandang,terlihat brra berwarna hitam dibalik kaosnya,melihat tatapan Dimas,...Rani langsung menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya
"ha....ha....aku sudah pernah melihatnya Rani,bahkan tanpa sehelai benang pun yang menutupi nya"tawa Dimas saat Rani menutupi dadanya
Dimas menghidupkan mesin mobilnya,dia melaju dengan perlahan. Karena hujan yang sangat lah deras membuatnya lebih memilih kembali kerumah orang tuanya yang lebih dekat dari taman kota,jika harus ke apartemen maka mereka akan lebih lama sampainya sementara pakaian mereka sudah basah kuyup.
Sedangkan kalau Dimas membawa Rani ke hotel,maka yang ada Dimas tidak akan bisa menahan gairah nafsunya pada Rani. Makanya Dimas memilih untuk membawa Rani kerumah orang tuanya,lagian mama nya pasti tidak akan menempatkan mereka dalam satu kamar. Begitulah yang dipikirkan Dimas,dia tinggal menjelaskan saja siapa Rani
Beberapa menit kemudian mereka sampai di gerbang rumah kedua orang tua Dimas,Rani memandangi rumah mewah itu dari dalam mobil. Dia masih menerka-nerka rumah siapa yang dihadapannya itu
__ADS_1
"ayo turun"ucap Dimas saat sudah melewati pos sekuriti dirumah itu
Dimas sudah membuka pintu mobil Rani,tangan Dimas mengulurkan ke Rani . Rani merasa malu untuk membalasnya tapi karena tangan Dimas sudah terulur,mau tak mau dia pun menyambutnya.
Tanpa disadari,mama Dimas sudah melihat tingkah anaknya yang membukakan pintu dan menggandeng wanita muda itu. Para pelayan juga dibuat keheranan,selama ini tuan mudanya itu tidak pernah membawa wanita apalagi menggandengnya seperti ini
"siap kan air hangat dikamarku"ucap Dimas sambil menggandeng tangan Rani masuk kedalam rumahnya
"ma...."sapa Dimas saat melihat mama nya sudah berdiri didepan pintu
"hujannya deras sekali,kenapa kamu tidak menghubungi mang Ujang sayang?"ucap mama Dimas
Biasanya sewaktu hujan deras,Dimas tidak pernah mengendarai mobilnya sendiri walaupun saat dia dijalan sebelum hujan. Dia akan menelpon mama nya untuk mengantarkan supir agar menjemputnya,karena dia trauma dengan hujan saat mobil berjalan. Papa nya meninggal dalam kecelakaan pada saat hujan deras,diperkirakan karena jalanan licin jadi mobil yang dikendarai oleh papa nya tergelincir hingga menabrak dinding pembatas jalan. Karena itu lah Dimas trauma , dia merasa jika dia akan seperti papa nya jika mengendarai mobilnya
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘😘🥰