
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Merasa sudah tidak tahan lagi, akhirnya Laura memilih untuk keluar dari ruangan Raka. Lia yang menyadari Laura sudah keluar,langsung mendorong tubuh Raka hingga Raka terjatuh ke lantai.
Kemudian Lia mengambil dress yang dicampakkan oleh Raka dibawah ,dia berdiri dan memakainya. Wajahnya benar-benar sudah memerah,Raka masih tergeletak dilantai. Raka sedang menetralkan nafsu nya yang tadi sudah memuncak,dia memejamkan matanya
Lia memperhatikan Raka yang masih terbaring dilantai dengan menutup matanya,dia mendekati Raka. Kemudian berjongkok disamping Raka,melihat mata Raka terpejam membuatnya berpikir jika Raka sedang kesakitan atau pingsan.
"sepertinya tadi tidak terlalu kuat aku mendorong nya"gumam Lia
"hhmm....tuan Raka...tuan...."panggil Lia sambil menepuk-nepuk pipinya
Raka membuka matanya,dia menatap mata Lia dengan tajam. Ingin rasanya dia menerkam Lia sekarang tapi sepertinya Lia belum siap, makanya tadi Lia mendorong nya. Raka menetralkan perasaan dan gairah nya,dia mulai berdiri dibantu oleh Lia.
cuup....
Lia mencium pipi Raka, kemudian terasa saat mereka sudah saling berhadapan. Lia berjalan keluar ruangan, sementara Raka masih memegang pipinya yang dicium oleh Lia. Raka masih terkejut karena ini pertama kalinya Lia berinisiatif menciumnya
__ADS_1
Lia sudah berada dikantornya Raka,dia duduk disofa nya. Menunggu Raka keluar dari ruangan istirahat nya,sambil merapikan dress nya yang sedikit kusut akibat ulah Raka
"maaf kan aku,tadi.... sudah membuat mu jatuh"ucap Lia saat Raka sudah masuk kedalam kantor nya
"eekhm...."Raka hanya berdehem saja
Raka duduk dibangku kebesaran nya,dia berusaha mengalihkan perhatian kepada pekerjaannya,tapi tiba-tiba terdengar suara perut seseorang
kriuuukk....kriuuukk....
Raka menatap Lia,Lia menundukkan kepalanya. Merasa malu,karena perutnya tidak melihat situasi yang ada. Raka tersenyum melihat wajah Lia yang sudah memerah
Saat keluar dari kantor Raka,semua mata para karyawan nya memperhatikan Raka dan juga Lia. Karena Raka menggenggam tangan Lia dengan lembut,mata para karyawan melihat ke arah pegangan tangan mereka.
"hhmmm....tolong lepaskan tanganku,banyak yang lihat."bisik Lia malu
"kenapa rupanya?kau adalah calon istri ku,jadi biasakan lah"jawab Raka lagi
__ADS_1
Mereka sudah sampai dicafe seberang tempat Lia bekerja,Lia melihat Bu Lastri yang berada dibagian kasir.
"siang Bu "sapa Lia
"eeh...Lia,gimana kabar Bu panti?"tanya Bu Lastri
"beliau sudah baikan,tapi masih perlu istirahat karena baru selesai dioperasi"jelas Lia
"oooh....syukurlah,kalau begitu kau jaga Bu panti saja. Jangan bekerja dulu,ibu akan cari orang untuk membantu ibu sementara ini"ucap Bu Lastri lagi
"terima kasih Bu "jawab Lia
mereka memesan makanan dan makan dalam keadaan diam, sementara tak lama kemudian dua pria yang tadi diruangan Raka datang dan ikut duduk dimeja Raka dan Lia. Lia memandangi mereka,memang sebelumnya Raka sudah menghubungi asistennya juga pengacaranya agar masalah tanah panti segera selesai. Dia juga ingin cepat-cepat menikahi Lia,karena rasa penasaran yang ingin mencicipi tubuhnya yang selalu tertunda saat dia benar-benar menginginkan nya atau memang dia tidak ingin jauh dari Lia
Raka belum bisa menyadari apa mau nya,jadi menurutnya lebih baik membuat Lia tidak jauh darinya hingga dia tau apa yang diinginkan nya
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih ππππ₯°
maaf lama up nya,lagi sibuk-sibuknya ngurusin anak-anak ku....terima kasih karena sudah menungguππππ₯°