Pelayan Hati

Pelayan Hati
melampiaskan


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"sayang....jangan marah-marah "ucap citra lembut


"iya....kamu makan juga ya,biar anak ayah sehat dan kuat."jawab Aldo lagi


Wanita itu masih berdiri didepan citra dan Aldo,Aldo melirik ke arah wanita itu dengan tajam. Wanita itu menundukan kepalanya,dia merasa takut dengan tatapan Aldo


"kenapa kamu masih disini?keluar"teriak Aldo lagi


"sayang....aku kaget tau"bentak citra lagi, karena dia memang benar-benar merasa terkejut


"eh....maaf sayang,aku ngak sengaja"jawab Aldo mengelus pucuk kepala citra dengan lembut


Wanita itu membulatkan matanya,dia tidak menyangka kalau Aldo takut dengan istrinya itu. Dengan cepat dia keluar dari dalam ruangan Aldo, menarik nafas dan mengelus dadanya saat sudah berada didepan pintu ruangan Aldo.


Setelah selesai makan,citra membereskan bekas makanan. Aldo masih memandangi citra dengan pakaian seksinya, karena saat ini citra sudah membuka blazer nya. Citra merebahkan tubuhnya di sandaran sofa,dia lupa kalau niat nya datang kesini karena dia ingin menyenangkan Aldo karena acara pingsannya tadi.


Aldo duduk disebelah citra,dia mencium kedua mata citra yang sudah terpejam juga bibir citra yang terlihat menggemaskan oleh Aldo. Walaupun hanya sekilas membuat citra seketika teringat ajaran mama mertuanya,dia memandang Aldo sambil tersenyum.

__ADS_1


"sayang....kamu tutup pintunya gih,nanti aku buat enak"bisik citra sambil menggigit daun telinga Aldo dengan lembut


Mendengar ucapan citra,Aldo langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu. Dia mengunci pintu ,kemudian jalan mendekati citra tapi masih setengah jalan dia langsung balik lagi untuk membuka pintu ruangannya membuat citra mengernyitkan dahinya. Aldo mengeluarkan kepalanya melalui pintu sambil tetap berdiri di ambang pintunya,dia melihat ke arah luar


"eekkhmm.....kalian semuanya,kalau ada yang mencariku atau perlu dengan ku nanti saja atau suruh tunggu. Untuk beberapa saat aku tidak ingin diganggu,istriku ingin istirahat sebentar. Kalian mengerti??"teriak Aldo seperti sebuah perintah dipendengaran anggota Aldo


"siap pak..."jawab mereka serentak


Aldo kembali mengunci pintu ruangannya,ucapannya tadi terdengar oleh citra. Citra jadi tersenyum-senyum sendiri,dia benar-benar tidak habis pikir oleh Aldo. Padahal hanya sebentar saja adegan yang diajarkan mama mertuanya itu akan dibuatnya,tapi Aldo malah menyuruh rekan-rekan kerjanya untuk tidak mengganggunya.


Aldo mendekati citra,dia duduk disebelah citra dan mulai mencium bibirnya. Citra tersenyum melihat keaktifan yang dilakukan Aldo,dia mendorong tubuh Aldo dengan pelan membuat Aldo mengernyitkan dahinya


"ada apa?"tanya Aldo bingung


Aldo membulatkan matanya,dia benar-benar terkejut tapi kemudian dia tersenyum. Dia mengelus kepala citra dengan sayang,citra ikut tersenyum. Kemudian dia memulai aksi nya untuk melayani suaminya seperti yang dikatakan oleh mama mertuanya,citra menyuruh Aldo untuk duduk diatas sofa dengan menyandarkan tubuhnya. Kemudian dia membuka celana seragam milik Aldo,terlihat senjata api dipinggang sampingnya. Citra membiarkannya saja,dia hanya fokus pada underwear Aldo. Citra mulai menyibakkan underwear milik Aldo dan mengeluarkan batangnya yang sudah berdiri tegak, mengelus-elus nya perlahan-lahan kemudian memasukannya kedalam mulutnya. Mengulum juga menjilatinya secara bergantian,membuat Aldo mendesah. Sesekali citra naik dan menciumi bibir Aldo dengan lembut kemudian menyibakkan pakaian atasnya dan mengeluarkan buah dada nya untuk dinikmati oleh Aldo. Aldo membulatkan matanya saat tangan citra masih diatas batangnya dan mengocok nya sedangkan mulutnya disuguhi dada citra yang sudah mulai membesar. Aldo benar-benar menikmatinya hingga akhirnya Aldo sudah ingin mencapai puncaknya


"sa....sayang....aku mau..."ucap Aldo terbata-bata sambil matanya terpejam


citra kembali lagi ke bawah,mengulum batang Aldo yang sudah akan memuntahkan cairan kenikmatan miliknya. Saat akan keluar,Aldo terus meracau tak karuan hingga akhirnya dia ingin meledak tapi dia masih menahannya saat dia melihat batangnya masih berada didalam mulut citra . "cit....aku mau keluar"ucap Aldo sambil mendesah...."keluarkan saja,ngak apa-apa"jawab citra lagi masih dengan batang Aldo didalam mulutnya.... "aaaah...."desah Aldo sambil memejamkan matanya, akhirnya Aldo melemas. Dia menatap citra dengan lembut saat melihat citra menelan cairan miliknya

__ADS_1


"apa tidak apa-apa sayang?"tanya Aldo dengan lembut saat melihat citra yang sudah menelan cairan miliknya


"tidak apa-apa sayang...."jawab citra sambil meneguk jus yang diatas meja,awalnya dia berpikir kalau cairan itu bisa buat dia mual tapi karena mama Aldo mengatakan jangan dirasa-rasa langsung telan saja makanya tidak akan merasa mual.


Aldo mengelus kepala citra dengan lembut dan mencium keningnya,citra merapikan pakaian Aldo hingga rapi. Setelah rapi,citra memilih untuk pulang.


"aku pulang dulu,nanti mama menunggu ku dirumah"ucap citra sambil memeluk Aldo dan mengecup bibirnya sekilas


"biar supir kantor yang mengantarkan mu,aku masih banyak pekerjaan"jawab Aldo sambil mengambil ponselnya dan menelpon seseorang


"maaf ya sayang....aku jadi ganggu kamu"ucap citra sambil mengelus-elus dada bidang suaminya


"aku senang kok kamu ganggu,buat aku semakin semangat"jawab Aldo masih menciumi pucuk kepala citra berkali-kali


Sementara di kantor lain...


Putri sudah berada dipangkuan Danu,setelah makan siang. Putri langsung duduk dipangkuan Danu dengan mengalungkan tangannya sambil menggesek-gesekkan pantatnya pada batang Danu,batang Danu yang semula masih tidur jadi berdiri dengan tegak. Dia memandang ke arah istrinya yang semakin terlihat montok karena kehamilannya,bukan hanya perutnya yang bertambah besar tapi bokong juga buah dada nya lebih padat dan besar. Yang paling disukanya lagi saat istrinya hamil adalah putri yang gila bercintanya semakin menjadi-jadi,untungnya dokter bilang tidak apa-apa yang penting melakukannya dengan perlahan.


Putri sudah mulai mencium bibir Danu dengan lembut,membuat Danu terbuai. Setelah selesai dengan bibir Danu,putri menelusuri leher Danu membuat Danu merinding merasakan geli. Dia menggigit-gigit kecil leher Danu sambil membuka kancing kemeja Danu satu persatu,putri menghisap ujung dada Danu yang tipis secara bergantian. "aaakh...."desah Danu,baru kali ini Danu merasakan ujung dada nya dihisap. Tak lama bermain dengan ujung dada nya,putri mulai berdiri dan jongkok di depan Danu. Membuka kancing celana Danu,mengeluarkan batangnya yang sudah berdiri dengan tegak dan mengulum juga menjilatinya perlahan-lahan. Danu mulai memejamkan matanya saat putri bermain dibatangnya,dia mendesah tak karuan hingga mulutnya berhenti saat dada putri sudah berada didepan bibir Danu. Mata Danu membulat melihat dada putri yang besar,"kulum..."bisik putri sambil tangannya bermain diatas batang milik Danu. Tak menyia-nyiakan, Danu langsung ******* dan mengulumnya dengan nikmat hingga beberapa saat kemudian Danu ingin mengeluarkan cairan miliknya. Seperti tau ,putri langsung menarik dada nya dan duduk didepan batang Danu. "sayang... masukin ke dalam gua milikmu"ucap Danu pelan,tapi ucapan Danu tak dihiraukan oleh putri. Di terus mengulum sambil sesekali memainkan tangannya disana hingga Danu memuncratkan cairannya kedalam mulut putri,setelah selesai putri mengambil tisu basah untuk mengelap batang Danu. Dia berlari kecil kedalam kamar mandi untuk membuang cairan Danu yang muncrat didalam mulutnya,dia berkumur dan kemudian keluar dari dalam kamar mandi

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya.. makasih 😘😘😘😘


__ADS_2