Pelayan Hati

Pelayan Hati
#111


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Satria yang melihat ibu Kartini menangis,membuatnya ingin tertawa tapi mau bagaimana lagi. Dia harus menahannya jika ingin melihat reaksi dari Renata,Renata yang dikenalnya pasti tidak akan mau meninggalkan nya karena itu yang dikatakan Renata padanya waktu itu. Tapi satria teringat lagi pada berkas yang diberikan asisten nya,mengenai perceraian Renata dengan suaminya dulu. Yang mengatakan kalau suaminya bangkrut dan Renata meninggalkan anak dan juga suaminya


"aku ingin melihat,apa benar itu semua"gumam satria dalam hati


Ibu Kartini memeluk Renata,kemudian menangis didalam pelukannya. Sedangkan para Dokter langsung permisi untuk keluar,ibu Kartini sudah memberitahu kepada dokter agar ikut berpura-pura mengatakan kalau satria memiliki gangguan jiwa . Karena satria memiliki saham dirumah sakit itu,maka mereka menyetujui nya.


"sayang....kau harus cepat menikah dengan satria dan mengurusnya"ucap ibu Kartini


"apa?aku harus mengurus orang gila?"batin Renata


"maaf Bu....aku ngak bisa"jawab Renata


Renata melangkahkan kaki nya mendekati satria,dia melihat satria dari dekat. Satria yang ditatap Renata langsung berakting seperti orang yang memang memiliki gangguan kejiwaan. Dia tersenyum-senyum sendiri

__ADS_1


"sayang....sini duduk dipangkuan ku"ucap satria sambil mengulurkan tangannya ingin menggenggam tangan renata


Renata menepiskan tangan satria,satria terkejut melihatnya. Renata menatap tajam pada satria,dia ingin mengakhiri semuanya


"dengar Bu....anak mu ini sudah gila,jadi cari saja istrinya untuk menjaganya"ucap Renata dengan senyum sinisnya


"kenapa kau bicara seperti itu,lagian istrinya sudah pergi,kan kamu lah kekasihnya yang dicintainya. Jadi tolong menikah dengan nya dan jaga dia"jawab ibu Kartini


"aku?aku tidak ingin menikah dengan satria,aku hanya akan menikah dengan pria kaya. Bukan dengan pria yang mengalami gangguan kejiwaan seperti dia"jelas Renata


Satria membulatkan matanya,dia melihat sisi lain dari Renata. Benar-benar tidak bisa dimengerti,Renata yang dihadapannya ini tidak seperti Renata yang selama ini selalu manja padanya .


"tapi nak.... perusahaan satria akan kembali normal jika kita bisa meminjam uang atau menjual sebagian saham kita,kita bisa bangkit lagi dan kau akan menikmati nya kembali seperti dulu"jelas ibu Kartini


Ibu Kartini masih ingin melihat Renata akan memilih mengurus anaknya atau meninggalkan nya

__ADS_1


"ha...ha....aku ngak mau menunggu,kalau iya perusahaan satria akan kembali seperti dulu. Kalau tidak,maka aku akan selamanya menjadi perawat yang tidak dibayar untuk pria gila"jawab Renata


"tutup mulutmu,kenapa kau mengatakan satria gila?dia hanya memiliki gangguan kejiwaan sementara saja"ucap ibu Kartini marah


"ha ..ha ..itu sama aja gila "tawa Renata.


"kau....dasar wanita kurang ajar,aku masih kaya....kau tau, perusahaan ku masih utuh dan tidak bangkrut"ucap satria dengan kesalnya


"Oya....itu memang mau mu,tapi kenyataannya tidak. Dengar.. aku akan pergi dari mu dan jangan mencariku lagi"ucap Renata


Ibu Kartini menarik tangan Renata,dia menghempaskan tubuh Renata ke sofa yang ada di ruangan itu. Dia mengeluarkan selembar kertas dari dalam tasnya.


"tanda tangani ini"ucap ibu Kartini memberikan bolpoint pada Renata


Renata membaca isi kertas yang diberikan oleh ibu Kartini,dia membulatkan matanya. Membaca nya dengan seksama. Isi kertas itu adalah berisi perjanjian untuk tidak mendekati satria dan menjauh dari kehidupan satria,jika dia melanggar nya maka dia akan mendapatkan sanksi yang keras. Bisa juga dia akan dimasukan kedalam penjara.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya....makasih 😘😘😘😘


__ADS_2