Pelayan Hati

Pelayan Hati
hamil 2


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Di taman,putri sibuk mengemil keripik singkong yang berada dipangkuan nya sambil merebahkan kepalanya diatas bahu Danu. Danu juga sesekali menikmati cemilan itu,udara sangat sejuk disana karena banyaknya bunga-bunga dan pepohonan yang dibentuk oleh tukang kebun sehingga membuatnya semakin terlihat cantik.


"sayang....ayo siap-siap,kita berangkat sekarang"teriak mama Danu dari pintu dapur


"iya ma...."jawab putri


Danu mengernyitkan dahi nya,merasa bingung karena putri Langsung menjawab mama nya. Apalagi putri melepaskan dirinya dari pelukan Danu,dia berdiri tapi ditarik oleh Danu


"mau kemana?"tanya Danu


"mau kerumah sakit nemenin mama,kamu juga ikut sayang"jawab putri


"siapa yang sakit?aku sudah sembuh kok"ucap Danu


"aku juga ngak tau siapa yang mau diperiksa,tapi yang jelas aku...kamu....mama....papa kamu juga ikut"jelas putri lagi dan langsung berdiri menuju kamar untuk mengambil sweater nya dan Danu.


Danu menunggu diruang tamu bersama mama dan papanya,putri keluar dari kamar dengan memakai sweater juga membawa sweater Danu ditangannya. Mereka pernah membeli sweater untuk pasangan,setelah sampai diruang tamu. Putri memakaikan sweater milik Danu,kemudian mereka berjalan menuju halaman rumah


Papa Danu sudah berada dibangku kemudi,mama Danu duduk disebelah papa nya. Sedangkan Danu dan putri duduk di bangku belakang,papa Danu langsung menjalankan mobilnya. Mama Danu sudah membuat jadwal dengan dokter kandungan,makanya nanti saat datang ke rumah sakit. Mereka bisa langsung masuk.

__ADS_1


Saat sampai di rumah sakit,mama Danu langsung membuka pintu mobil putri dan menggandeng putri keluar lalu masuk kedalam rumah sakitnya. Danu dan papa nya mengikuti dari belakang,saat sampai diruang praktek dokter kandungan. Mama Danu menemui perawat yang berjaga didepan ruangan,mama Danu menyebutkan nomor antrian online nya. Setelah itu mereka langsung disuruh masuk kedalam ruangan.


"selamat siang nyonya,ini nona putri ?"sapa dokter wanita yang masih terlihat muda


"iya....tolong diperiksa ya,ini hasil tespeck tadi pagi"jawab mama Danu,putri hanya diam saja menatap alat yang diberikan mama Danu pada dokter itu


"silahkan berbaring nona...."ucap dokter itu


Danu dan papa nya juga sudah masuk kedalam ruangan,saat masuk perut Danu terasa mual karena aroma obat-obatan yang ada didalam. Danu menutup mulutnya dengan sebelah tangannya,mama nya menyadari itu.


"nak....kamu ngak apa-apa?"tanya mama Danu menuntun Danu ke dalam kamar mandi yang ada diruangan itu


Putri sudah berbaring ,dokter memeriksa perut putri dengan alat yang terhubung dengan komputer. Kemudian dia tersenyum menatap putri


Tak lama Danu Keluar dengan mama nya,dia duduk didekat putri sedangkan papa dan Danu berdiri dibelakang nya


"bagaimana menantu saya dok?"tanya mama Danu


"positif hamil nyonya,usia kandungan nya sekitar empat minggu"jelas dokter


Putri terkejut,dia tidak menyangka dirinya hamil. Apalagi gejala mual dan muntah seperti citra alami saat pertama hamil,tidak terjadi pada nya. Dia masih belum percaya,hingga melihat tatapan mama nya Danu tersenyum senang

__ADS_1


"tapi dok....saya tidak mengalami mual dan muntah,teman saya waktu hamil mengalami muntah. Apa benar saya hamil?"jelas putri


Dokter itu tertawa kecil,begitu juga dengan mama Danu. Sementara Danu dan papa nya masih belum mengerti apa yang dibicarakan para wanita itu,mereka saling bertatapan berdua.


"tidak semua wanita hamil mengalami mual dan muntah nona ,mungkin anda salah satu nya. "jawab dokter itu


"ya....yang ngidam itu Danu,dia yang mengalami mual dan muntah. Seperti papa nya dulu"jelas mama Danu


Danu mulai mengerti ucapan mama nya,dia baru sadar kalau putri hamil. Tubuhnya seketika bersemangat,dia merangkul leher putri dari belakang karena posisi Danu berada diatas kepala putri duduk.


"selamat ya sayang ..."ucap Danu sambil mencium pucuk kepala putri dari atas hingga membuat putri mendengakan kepalanya


Putri merasa takut,dia belum menikah tapi sudah hamil. Harusnya dia tidak melakukannya berkali-kali dengan Danu,apalagi Danu selalu tidak menggunakan pengaman.


Saat keluar dari dalam ruangan dokter,putri menundukan kepalanya. Dia bingung harus bagaimana menyampaikannya pada mama nya,apalagi pada papa nya Randy yang sudah menjadi papa nya juga.


"kamu kenapa?hhmm"tanya mama Danu yang melihat putri diam saja saat keluar dari ruangan dokter


"aku...aku...."jawab putri gugup,dia bingung bagaimana menjelaskan maksudnya


"kamu jangan mikir yang macem-macem ya....ngak baik buat kesehatan mu juga bayi mu,mama ngak mau kamu dan cucu mama kenapa-kenapa"jelas mama Danu yang seperti mengerti kekhawatiran putri

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘


__ADS_2