
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Setelah melihat Rani yang sedang berkutat dengan masakan nya dan mama nya yang memperhatikan Rani memasak membuat Dimas ingin menghampirinya, Dimas memperhatikan Rani dari kejauhan.
Melihat Rani yang sudah meletakan masakannya dimeja,Dimas berjalan mendekati mereka berdua. Dia memeluk Rani dari belakang didepan mama nya,Rani terkejut. Dia merasa malu diperlakukan oleh Dimas seperti itu didepan mama nya Dimas
"tu....tuan,hentikan"ucap Rani saat Dimas sudah menciumi leher belakang Rani
Mama nya Dimas melihat Dimas yang tidak pernah memperdulikan seorang wanita tapi saat ini malah sedang memeluk bahkan menciumi nya ,membuat mama Dimas merasa senang.
"kamu panggil apa tadi?"tanya Dimas sambil membalikan tubuh Rani menghadap ke arah nya.
Wajah mereka sudah berhadapan,bahkan Dimas sudah mendekatkan wajahnya kepada Rani. Dimas menatap Rani dengan tajam
"jawab aku"ucap Dimas lagi
"hhmmm ...itu...."jawab Rani takut saat melihat Dimas yang sudah akan marah
cup....
__ADS_1
Rani mengecup bibir Dimas sekilas ,dia benar-benar sangat malu tapi agar Dimas tidak marah maka dia pun mengambil inisiatif duluan. Mama Dimas tersenyum menatap sepasang insan yang sedang kasmaran didepannya,Dimas terkejut karena Rani berani menciumnya.
"kamu pintar meneduhkan hatiku...."ucap Dimas sambil tersenyum dan mencium kening Rani
"hhmm ...ayo kita makan,mumpung masih hangat"ucap mama Dimas
Dimas berjalan menuju meja makan,dia menarik salah satu kursi dimeja makan untuk Rani. Rani yang semula ingin duduk diseberang Dimas,tapi Dimas menarik kursi disebelahnya untuk Rani.
Rani pun duduk,dia mengambilkan makanan dipiring Dimas. Mama Dimas memperhatikannya sambil tersenyum,Rani benar-benar calon menantu yang bisa merubah Dimas. Sewaktu Renata sering kerumah mama Dimas,Dimas tidak pernah mau diambilkan makanan apa pun oleh nya. Apalagi berdekatan seperti ini,tapi Renata selalu datang walaupun Dimas tidak pulang ke rumah mama nya
"ini"ucap Rani memberikan piring yang sudah diisi dengan lauk pauk kehadapan Dimas
"tapi....tuan..."ucap Rani
cup
Dimas mencium Rani,Rani tau kalau dia salah. Makanya dia diam saja,dia tidak protes. Hanya wajahnya saja yang memerah menahan malu didepan mama nya Dimas.
"sayang....aku juga lapar,kamu makan sendiri aja ya"ucap Rani memelas
__ADS_1
"kalau begitu biar aku yang nyuapin kamu"jawab Dimas
Rani terkejut,dia tidak menyangka kalau Dimas akan berpikir seperti itu. Karena maksud Rani hanya ingin menghindar agar Dimas makan sendiri,mama Dimas hanya tertawa
"ha....ha....."teriak mama Dimas membuat Rani dan Dimas melirik ke arah mama Dimas yang tertawa
"mama kenapa?"tanya Dimas
"kau ini sama seperti papa mu dulu,selalu mau nya sendiri"jelas mama Dimas
Dimas mengernyitkan dahinya,dia memandang mata mama nya dengan heran. Bisa-bisanya dia dikatakan mirip papa nya, walaupun selama ini Dimas tidak pernah dekat dengan papa nya. Hanya sesekali berbicara
"maksud mama apa?"tanya Dimas
"papa kamu dulu juga seperti itu,kalau mama ngak mau nyuapin papa maka mama yang disuapin papa mu"jawab mama Dimas mengingat almarhum suaminya,ada sedikit kesedihan dimatanya
Rani mengambil tangan mama Dimas dan menggenggamnya dengan erat sambil mengelus-elus punggung tangan Dimas,mama Dimas tersenyum menatap tangannya yang dielus dan digenggam oleh Rani . Dia senang melihat Rani yang perduli padanya
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘🥰🥰