
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Saat ini Rani dan Dimas sudah berada diruangan dokter kandungan,mereka duduk dibangku pasien didepan meja dokter. Mereka menunggu sang dokter datang,karena mawar sudah merekomendasikan temannya untuk memeriksa Rani
Dimas dari tadi tersenyum,membuat beberapa perawat mendapatkan pemandangan yang indah dan sejuk. Karena ketampanan Dimas semakin terlihat saat senyuman bersarang diwajahnya,Rani hanya melihat para perawat itu memuji dan terpukau dengan wajah Dimas tapi tidak dengan Dimas,dia hanya menatap wajah dan perut Rani yang masih rata
Ceklek....
Pintu ruangan dokter terbuka,terlihat seorang pria berjubah putih masuk kedalam ruangan dan duduk didepan mereka. Dimas memandang heran kepada pria yang sedikit lebih tua dari nya,sudah duduk dihadapan nya
"eekkhmmm....ibu Rani?"tanya dokter itu sambil tersenyum
Dimas semakin mengerutkan wajahnya,melihat pria itu tersenyum pada Rani. Dia juga melihat Rani yang sudah membalas senyumannya didepan dirinya
"iya dok...."jawab Rani
"ini kehamilan pertama anda kan?"tanya dokter itu lagi
Rani mengangguk
"anda tuan Dimas?suami ibu Rani ?"tanya dokter itu menatap Dimas
__ADS_1
Dimas juga mengangguk tapi masih menyimak ucapan dokter itu,dia masih menatap tajam pada pria dihadapannya itu.
"kapan terakhir kali Anda menstruasi?"tanya pria itu
"saya lupa dok"jawab Rani
"dok?...anda dokter yang akan memeriksa istri saya?"tanya Dimas yang sudah mengerti siapa pria dihadapannya ini
"iya ..saya dokter Aurel...."jawab pria berjubah putih itu
"bukannya Aurel nama wanita?saya pikir dokter nya wanita"ucap Dimas masih terkejut oleh pengakuan dokter itu
"Aurel Bagaskara"jawab dokter itu sambil menunjukkan papan nama didepannya
"ayo kita keluar"ucap Dimas yang sudah berdiri sambil menggandeng tangan Rani
"ada apa?"tanya Rani bingung
"aku ngak mau kamu disentuh pria lain"ucap Dimas kesal
:"mawar ...kau akan tau akibatnya"gumam Dimas dalam hati
__ADS_1
"sayang....dia hanya dokter,kamu kenapa?"tanya Rani menarik tangannya lagi,Rani masih duduk di bangkunya
Rani sudah merasa kesal dan malu dengan ulah suaminya itu,dokter itu hanya tersenyum saja.
"bisa-bisanya dia cemburu pada seorang dokter, benar-benar ngak masuk akal"gumam Rani dalam hati
"Pokoknya aku ngak mau kamu disentuh oleh pria lain,mau itu dia seorang dokter"teriak Dimas
Rani semakin kesal,dia hempas kan tangan Dimas. Dia menatap Dimas dengan tajam
"yang mau diperiksa aku,kamu tunggu diluar saja kalau memang kamu ngak mau Nemani aku disini"ucap Rani ketus,entah keberanian dari mana dia bisa bicara seperti itu
Dimas terpaku mendengar ucapan Rani,dokter Aurel pun menatap Rani yang berani melawan suaminya. Padahal dia tau betul siapa Dimas,pria dingin yang ditakuti hampir semua orang karena kewibawaannya juga ketegasannya. Tidak ada yang bisa menaklukannya ,berbeda dengan satria yang masih memiliki toleransi walaupun pria itu juga bersikap dingin.
"ekhmm....jadi bagaimana tuan Dimas?"tanya dokter Aurel masih melihat ke arah pasangan itu
Mawar juga sudah menceritakan semua tentang Dimas,jangan sampai membuat Dimas marah karena bila Dimas marah maka dia akan membuat orang itu sengsara dan membuat keluarganya juga terancam.
Mendengar dokter itu menanyakan Dimas,Rani langsung menatap Dimas dengan tajam. Kemudian Dimas duduk disamping Rani
"ya sudah.... lakukan sesuai permintaan istriku"jawab Dimas tenang
__ADS_1
bersambung....
jangan lupa vote like dan komentar nya ya ...... Makasih 😘😘😘😘