
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Setelah selesai,Rani dan putri menyiapkan makanannya diatas meja makannya. Mereka makan sambil berbincang-bincang
"waaaah....masakan Rani enak banget,makasih udah masakin buat kita"ucap Putri
"sama-sama"jawab Rani sambil tersenyum
"jadi....setelah kamu keluar dari apartemen itu, kamu akan tinggal dimana?"tanya Randy
"mungkin sata akan kembali ke desa,karena saya tidak mengenal siapa pun dikota ini "jawab Rani
"hhmm...begini saja,kau tinggal dengan ku saja disini"ucap Putri
"saya ngak mau ngerepotin nona"jawab Rani lagi
"begini saja,kamu bekerja di restauran saja. Kamu juga bisa kos di kos-kosan tempat karyawan saya ,tempatnya juga ngak jauh dari sini"jelas Randy
"benar kah?apakah boleh tuan?"tanya Rani senang
__ADS_1
"boleh....jika urusan mu sudah selesai,kau bisa langsung datang saja ke restauran ya"jawab Randy
"makasih tuan"ucap Rani tanpa sadar menggenggam tangan Randy
Randy menatap tangannya digenggaman Rani,seketika Rani tersadar. Dia langsung melepaskan pegangan tangannya dan menatap ke sembarang arah,wajahnya sudah memerah menahan malu
flashback off
"OOO....jadi pemilik restoran itu bernama Randy?dan kalian sudah makan bersama?"tanya Dimas dengan nada tidak suka
"iya...tuan Randy baik dan juga tampan"jawab Rani sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya
Rani hendak keluar dari mobil Dimas,tapi tangan Dimas menarik tangan rani. Rani terkejut,dia menatap wajah Dimas yang memerah.
"iya"jawab Rani menatap Dimas
"aku ingin membawamu ke suatu tempat"ucap Dimas
Tanpa menunggu jawaban Rani,Dimas menjalankan mobilnya kembali bahkan Rani belum memakai sabuk pengaman nya. Dimas memberhentikan mobilnya dipinggir jalan,dia mendekati Rani dan memakaikan sabuk pengamannya sehingga tubuhnya sangat dekat sekali. Rani menahan nafas nya saat wajah mereka hampir saja bersentuhan,jika dia bergerak sedikit saja. Bisa dipastikan dia akan mencium pipi Dimas
__ADS_1
Dimas sengaja berlama-lama memakaikan sabuk pengaman Rani,dia ingin menikmati aroma tubuh Rani yang begitu dirindukannya selama ini. Hampir tiga tahun Dimas menyibukkan dirinya dengan pekerjaan untuk membuat nya melupakan Rani,tapi tetap saja itu sangat lah sulit.
"hhmm....tu...tuan"panggil Rani gugup
"ya...."jawab Dimas membalikan wajahnya hingga bibirnya menyentuh pipi Rani
"kau mencium ku?"tanya Dimas yang belum juga mengubah posisinya
"kalau ingin mencium ku,kau tinggal bilang saja. Jangan mencuri ciuman seperti itu"ucap Dimas lagi sambil menjauhkan tubuhnya kembali ke belakang kemudi
"Bu....bukan begitu tuan,Mak....maksud saya....saya bisa memakai nya sendiri"jawab Rani gugup
Dimas tersenyum senang,melihat wajah Rani yang sudah memerah. Rasanya menggemaskan sekali,Dimas melajukan mobilnya kembali.
Sekarang mereka sudah sampai di taman kota yang berada ditengah-tengah kota,banyak pedagang makanan dan souvernir dipinggiran taman. Dimas turun dari mobilnya,diikuti oleh Rani. Wajah Rani berbinar-binar,dia merasa senang bisa melihat taman yang ditengahnya ada air pancuran yang indah juga lampu-lampu jalannya disekitar taman yang tergantung ditiang-tiang dan pepohonan karena hari memang sudah gelap
"kau suka?"bisik Dimas ditelinga Rani
Tangan Dimas sudah melingkar dibagian depan perut Rani,Dimas sudah memeluknya dari belakang. Membuat tubuh Rani gemetar,dia sangat terkejut dengan apa yang dibuat oleh Dimas
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih ππππ