
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Saat sedang lahap-lahapnya makan,Dimas keluar dari dalam pintu tadi dengan membawa sebuah kemeja . Dia juga sudah memakai celana boxer nya,tapi masih bertelanjang dada. Rani membalikan tubuhnya,dia merasa malu karena dirinya masih telanjang.
Dimas mendekati nya dan memakai kan kemeja dibelakang punggung Rani,Rani melihat kemeja yang besar yang sudah disampirkan oleh Dimas. Dengan cepat Rani memakai nya dan mengancingkan kemeja tersebut, walaupun kebesaran tapi mendingan dari pada dia tidak memakai apa pun.
"makannya pelan-pelan saja,masih banyak kok ini"ucap Dimas sambil mengambil sisa kue yang menempel dipipi disamping bibirnya dengan mulutnya
Dimas menjilati bibir Rani yang masih menempel sisa makanan tadi,Rani merasa terkejut. Dia tidak menyangka kalau Dimas akan ******* habis bibirnya,hanya alasannya ada sisa makanan. Rani mendorong wajah Dimas dengan kedua tangannya yang berada dipipi ,sekarang wajah mereka sudah saling berhadapan dengan mata yang menatap mata lainnya. Juga dengan tangan Rani yang masih menempel dipipi Dimas,Rani tersadar dan mengangkat tangannya dari pipi Dimas tapi Dimas menggenggam tangan Rani dan menempelkannya kembali ke pipinya
"hhmm...itu..."ucap Rani sambil menunduk
"kenapa?apa kau malu?kita bahkan melakukannya semalam,kenapa masih malu?"tanya Dimas membuat Rani menatap Dimas dengan cepat sambil melototkan matanya
__ADS_1
"dengar.... sekarang kau milikku,jangan pernah berniat untuk pergi dari apartemen ku. Ataupun untuk mencari pria lain dan berpaling dariku"ucap Dimas penuh dengan penegasan menatap wajah Rani
Rani Hanya menganggukan kepalanya, dia merasa heran karena Dimas sangat serius. Dimas menurunkan tangan Rani,kemudian mengambil jus miliknya. Dimas mengarahkan gelas jus nya ke bibir Rani
"minumlah....kau butuh nutrisi,biar bisa melayaniku lagi "ucap Dimas sambil mengedipkan sebelah matanya
"apa?"tanya Rani membulatkan matanya
Rani masih membayangkan junior Dimas yang besar,dia benar-benar merasa sakit dibagian sensitif nya akibat dimasuki oleh junior Dimas. Membuat Rani menggelengkan kepalanya tanpa sadar,melihat Rani yang menggelengkan kepalanya membuat Dimas tersenyum
Rani terkejut dan langsung menutupi bagian sensitif nya,dia memandang Dimas yang sudah tertawa sambil tetap berada dibagian sensitif nya
"lepasin tuan"ucap Rani sambil mendorong tangan Dimas dari bagian sensitif nya
__ADS_1
Dimas malah semakin menekannya kedalam,dia bahkan memasukan jarinya kedalam lubang inti milik Rani. Rani terkejut dia masih memegang tangan Dimas yang malah menekan kedalam
"tu....tuan...sssshh...."ucap Rani sambil berdendang merasakan kenikmatan dari kkkoocookan yang dilakukan jari Dimas
"panggil aku dengan benar,jika tidak....kau lihat akibatnya"ucap Dimas sambil terus mengggooocook jarinya didalam bagian sensitif Rani
Rani terus mendesah tak menentu,dia bingung harus memanggil apa. Rani ingin menolak kenikmatan yang dilakukan oleh Dimas,tapi tubuhnya berkata lain. Bahkan gundukan nya sekarang sudah mengeras dan puuutiing sssuusuu nya sudah terasa gatal ,ingin segera disentuh
Tanpa sadar Rani memejamkan matanya dan menikmati gerakan dibagian sensitif nya,Dimas mendekatkan wajahnya dan mencium telinga Rani sambil berbisik
"buka mata mu....minum jus nya"bisik Dimas
Rani membuka matanya dan meminum jus yang masih didepan bibirnya itu,setelah meminumnya sedikit. Dia menatap Dimas yang sudah berhenti mengggooocook bagian sensitif nya,Dimas memperlihatkan jarinya yang sudah penuh dengan cairan bening milik Rani.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘🥰