Pelayan Hati

Pelayan Hati
keputusan citra


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Citra melenguh,dia membuka matanya perlahan-lahan. Dia tidak tau berada dimana ini,tapi saat matanya menatap ke sekelilingnya. Dia tau berada dikamar putri, apalagi ada putri disana yang sedang dekat sekali dengan Danu.


Putri mendorong tubuh Danu,dia berjalan mendekati citra dan tersenyum. Memegang tangan citra dengan lembut,memberikan rasa nyaman padanya. Citra pun membalas senyuman putri dengan senyuman juga,citra sudah seperti saudara baginya. Sahabat yang selalu ada saat suka maupun duka


"kamu lapar?"tanya Putri menatap citra


Putri kasihan dengan kehidupan citra,dulu dia berpikir jika dirinya lah yang selalu merasa kesepian dan perlu dikasihani. Jika tidak ada Randy,mungkin dia akan sangat kesepian. Randy lah yang sering menemaninya. Mama nya setelah menikah dengan papa Randy,tidak pernah lagi memberikan kasih sayang padanya walaupun semua kebutuhan nya terpenuhi.


Citra menggelengkan kepalanya,dia hanya merasa haus. Citra menatap Danu,Danu lah yang membawa Aldo dan mengenalkan pria itu padanya. Dia bersyukur karena Aldo juga menyukainya tapi mungkin perbedaan mereka sangat jauh,jadi citra lebih memilih untuk tidak berhubungan lagi dengan Aldo.Citra ingin bangkit dan duduk,tapi tangannya ditahan oleh putri


"kamu mau apa?"tanya Putri khawatir


"aku ngak apa-apa put,aku cuma haus. Aku mau minum saja"jawab citra pelan dan duduk dibantu putri


"sebentar ya....aku ambilkan dulu untukmu"ucap Putri


Citra menatap punggung putri yang keluar dari kamar, kemudian dia mengalihkan tatapannya ke arah Danu. Dia yakin kalau Danu lah pria yang ditabraknya saat keluar dari rumah orang tua Aldo


"terima kasih pak,anda pasti yang sudah menolong saya"ucap citra pelan


"sama-sama, katakan pada ku siapa ayah dari bayi itu?tanya Danu menatap tajam pada citra


"bayi???"tanya citra bingung, karena dia tidak pernah memiliki bayi


"ya cit ...kamu lagi hamil,makanya kamu kelelahan "jawab putri yang baru saja masuk ke dalam kamarnya dan mendengar ucapan Danu


Citra tersenyum dan mengelus perut nya,doa nya dikabulkan oleh tuhan. Dia akan menjaga bayi yang dikandungnya saat ini,baginya bayi ini adalah anugerah buatnya. Keluarga sekaligus anaknya,dia merasa sangat senang.

__ADS_1


"apakah Aldo?aku akan memberitahunya mengenai kehamilan mu"ucap Danu menatap citra


Danu mengambil ponselnya,dia akan menghubungi Aldo dan meminta Aldo mempertanggung jawabkan perbuatannya pada citra. Citra menggelengkan kepalanya,dia merasa haus jadi dia ingin minum lebih dulu


"bukan Aldo....anak ini tidak ada hubungan nya dengan Aldo pak,kami tidak ada hubungan apa-apa"jelas citra berbohong


Citra ingin menjauhi Aldo,apalagi dia tau kalau mama Aldo tidak menyukainya. Baginya,Aldo adalah kenangan terindahnya. Untuknya,pertemuan dengan Aldo tadi adalah pertemuan terakhir nya,citra tidak ingin Aldo tau tentang kehamilan nya


"jadi siapa ayah anak itu?"tanya Danu tegas


"yang jelas seorang pria,kami sudah menantikan anak ini dari dulu"jawab citra berbohong lagi


"ya sudah....tapi aku akan tetap memberitahu hal ini pada Aldo"ucap Danu menatap citra,dia tau citra sedang berbohong. Lebih dari seminggu yang lalu Danu,Aldo ,putri ,dan citra menonton film dewasa itu. Mungkin waktu itu dia bisa menahannya,tapi sebagai seorang lelaki...mungkin Aldo tidak dapat menahan nafsunya makanya mereka melakukannya tanpa sepengetahuan Danu dan citra


"jangan.....jangan katakan apa pun pada Aldo ,aku mohon pak"teriak citra menatap Danu dengan wajah memohon


"kenapa?apa memang Aldo ayah bayi yang kau kandung?"tanya Danu menantang


"katakan saja semuanya,kami akan mendengarkannya. Kamu ngak usah takut cit,ada aku disini"ucap Putri menenangkan citra sambil menggenggam tangan citra dengan lembut


"ya....aku akan mendengarkan keputusan mu"jelas Danu


Danu tau,pasti ada sesuatu yang membuat citra enggan mengatakan kalau Aldo adalah ayah dari bayi nya. Sangat jelas terlihat wajah citra yang merasa khawatir,putri juga melihatnya dengan jelas


"huuuufff....iya,ini memang anak Aldo."jawab citra sambil menghela nafasnya dengan berat


"terus kenapa Aldo tidak boleh tau kalau itu anaknya?dia harus bertanggung jawab pada mu"ucap Danu masih menatap citra dengan tajam


"kami melakukannya karena aku yang menginginkannya,bukan karena cinta. Lagi pula Aldo akan sudah mempunyai pacar,mereka akan menikah cepat atau lambat. Aku ngak akan menjadi penghalang antara mereka"jelas citra

__ADS_1


Danu memang tidak pernah tau urusan percintaan anggotanya itu,baginya itu adalah hal pribadi jadi dia tidak perlu tau.


"status kami juga berbeda pak,keluarga nya ngak akan mau menerima wanita seperti saya"jawab citra lagi


"tadi maksud kamu....kamu yang menginginkannya ?apa maksud nya?"tanya Danu bingung


"saya ingin melepaskan keperawanan saya saat itu,tapi saya bingung harus dengan siapa karena keperawanan itu bisa membuat saya terjerumus kedalam neraka"jawab citra membayangkan wajah pamannya yang selalu ingin menjual keperawanan nya dengan harga tinggi


"apa maksud mu?"tanya Danu masih tidak mengerti


"paman ku ingin menjualku dengan keperawanan yang tinggi dengan mami-mami di tempatnya berhutang,agar hutang-hutang nya lunas"jelas citra


"jika aku tidak perawan lagi,mungkin dia akan melupakan aku dan tidak mengejarku lagi. Tapi ternyata semuanya berbeda dari dugaan ku,semalam dia menemukan tempat kos ku dan mengatakan akan menjualku walaupun aku sudah tidak perawan lagi"jelas citra yang sudah menangis,saat ini dia bingung harus apa


"makanya aku memberikan keperawananku pada Aldo,mungkin dia orang yang tepat. Tapi aku tidak akan meminta tanggung jawab nya,aku ingin pergi jauh dari sini. Bisakah pak Danu membantuku?"ucap citra memohon,berharap Danu dapat membantunya menutupi semuanya


"tidak semudah itu,kamu harus menyelesaikan semua kerjaan mu dulu diperusahaan papa ku. Setelah itu kamu bisa menuliskan surat pengunduran diri dan aku akan membantumu pergi dari kota ini"jawab Danu


Danu kasihan melihat citra,tapi itu sudah menjadi keputusan citra. Bagaimana pun dia tidak ingin ikut campur,putri menatap Danu dengan tersenyum. Dia suka melihat Danu menolong citra yang merupakan sahabatnya


"terima kasih pak"ucap citra pelan dan menghapus air matanya


"Sekarang kita harus mencari makan dan memeriksakan kandungan mu"ucap Putri senang karena Danu mau membantunya.


"sebaiknya citra istirahat dulu,besok saja kita ke dokter kandungannya. Makanan nya biar aku pesan online saja"ucap Danu mengingatkan keadaan citra saat ini


Danu memilih memesan makanan via online saja,kemudian dia menyuruh citra untuk istirahat dulu. Sedangkan Danu ingin membawa putri pergi keluar,berjalan-jalan didekat apartemen nya


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘😘


__ADS_2