
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Dengan masih menggenggam tangan Rani, Dimas menuntun Rani ke dalam mobil seperti orang yang sedang sakit
"mas... aku hamil bukan sakit"ucap Rani
"iya aku tau,cuma kata dokter kamu itu ngak boleh kecapean"jawab Dimas
Dimas menjalankan mobilnya dengan sesekali melirik ke arah Rani. Rani masih menatap jalanan sekitar nya, kemudian dia mengernyitkan dahinya. Dia merasa bingung karena jalanan yang mereka jalani bukan ke arah apartemen nya,Rani melihat ke wajah tampan suaminya dengan perasaan bingung
"masss...ini mau kemana?"tanya Rani akhirnya
"aku ingin membawa mu ke suatu tempat,smoga kau menyukainya"jawab Dimas
"kemana?"tanya Rani masih bingung
"kejutan dong...."jawab Dimas
Rani menggelengkan kepalanya,dia merasa begitu banyak kejutan yang dibuat Dimas untuknya dan semua berakhir indah buat Rani. Rani tersenyum menanggapi ucapan Dimas
"apalagi kejutan yang akan diberikan Suamiku ini?"gumam Rani dalam hati
Rani semakin penasaran,dia mendekati Dimas dan mengecup pipi Dimas. Berusaha untuk merayu Dimas agar Dimas mau memberitahukan apa kejutannya
"sayang....kita mau kemana sih sebenarnya?kenapa belum sampe juga?"tanya Rani memasang wajah manja nya yang biasa selalu berhasil buat Dimas suka
"nanti kamu juga tau....kalau aku kasih tau sekarang,namanya bukan kejutan sayang"jawab Dimas sambil menarik tangan Rani untuk digenggamnya
"lepasin....kamu kan lagi nyetir,jangan gini dong sayang....kamu mau kami kenapa-kenapa?"ucap Rani kesal karena tidak diberitahu juga
Akhirnya Rani memilih diam dan duduk dengan manis,perjalanan nya seperti menuju ke perumahan yang banyak pohon-pohonan. Rani membuka jendela mobilnya setengah,menikmati angin sepoi-sepoi yang berasal dari pepohonan.
Tak terasa Mereka sudah sampai didepan gerbang perumahan yang tidak sembarang orang bisa tinggal disini,hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membeli rumah disitu.
Dimas menghentikan mobilnya didepan halaman rumah mewah itu
Dimas melihat ke arah Rani,dia sudah tertidur dengan tenangnya
"huuuffff...."Dimas menghela nafasnya,padahal awalnya dia ingin menunjukan rumah yang sudah dia siapkan untuk mereka. Rani dan anak-anak nya
Masih didalam mobil,Dimas tidak ingin menggendong Rani. Karena dia ingin menunjukan semua yang sudah dia siapkan untuk Rani dan anaknya,Dimas mengecup kening Rani kemudian tak lupa mata,pipi dan bibirnya
Awalnya ingin mengecup,tapi Dimas malah melllummat dan mengggigitt kecil bibir bawah Rani sehingga tanpa sadar Rani mendesah. Suara desahan yang keluar dari bibir Rani membuat Dimas semakin tegang,tangannya mulai merrrabba-raba gundukan kenyal milik Rani.
Rani menggeliatkan tubuhnya,perlahan membuka matanya dan melihat wajah suaminya yang berada didepan wajahnya.
"hhhmmm ...."ucap Rani tapi yang terdengar hanya sebuah gumaman
Karena Dimas tak mendengar nya,Rani pun menepuk-nepuk pundak Dimas hingga akhirnya Dimas tersadar. Dimas melepaskan pelukannya tapi tangannya masih berada diatas dada Rani
__ADS_1
"sayang....kamu sudah bangun?"tanya Dimas seperti tidak melakukan apa pun
Rani menatap wajah Dimas yang sudah memerah menahan hasratnya, kemudian dia mengalihkan pandangannya ke depan mobil. Terlihat depan rumah mewah,Rani mengernyitkan dahinya.
"sayang....ini rumah siapa?"tanya Rani bingung
Dimas menetralkan gairahnya yang sudah dikepalanya,dia menatap Rani kemudian kembali mengecup bibir Rani dengan lembut dan dia keluar dari mobilnya. Tapi Rani masih diam didalam mobil hingga terdengar suara pintu dibuka
"keluar lah...."ucap Dimas saat sudah membuka pintu mobilnya
Rani sudah berdiri didepan rumah mewah itu,Dimas memeluk Rani dari belakang sambil meletakan dagunya dibahu Rani.
"ini rumah kita....rumah kamu dan anak-anak kita"bisik Dimas ditelinga Rani
Rani benar-benar terkejut,ini memang sebuah kejutan yang sangat indah...pikir nya. Rani membalikan tubuhnya memeluk tubuh Dimas,saat ini dia benar-benar sangat senang. Kejutan bertubi-tubi mendatanginya,mungkin inilah takdir yang sudah ditetapkan oleh tuhan untuknya
"terima kasih sayang...."ucap Rani sambil mengecup bibir Dimas
"ayo kita masuk dan berkeliling melihat rumah kita"ucap Dimas sambil merangkul pinggang Rani dengan lembut. Menuntunnya untuk masuk kedalam rumah mewah itu
Didepan pintu sudah ada sepasang suami istri yang sudah berumur sekitar 50 an,mereka lah yang sudah diberi amanat oleh Dimas untuk menjaga dan merawat rumah ini.
"selamat datang nyonya dan tuan"sapa kedua nya
"terima kasih"jawab Rani dengan senyum yang lembut
"ini bik ana dan pak Asep ,mereka akan membantu kita disini "ucap Dimas memperkenalkan sepasang suami istri paruh baya itu
Terlihat ruang tamu yang sangat mewah buat Rani
"bagaimana sayang?apa kau menyukainya?"tanya Dimas yang tak melepaskan tangannya dari pinggang Rani
"aku suka....sangat suka,terima kasih sayang "jawab Rani sambil mengecup pipi Dimas
Dimas membawa Rani kesebelah kanan rumah itu,yang terdapat ruang keluarga yang berdekatan dengan dapur
"ini ruang keluarga untuk kita dan anak-anak kita"ucap Dimas
Rani menatap sekeliling nya dan mendekati sofa diruangan itu sambil mengelus pinggiran sofa,dia menatap bik ana yang seperti nya sedang membuat masakan.
"ayo...."ucap Dimas sambil menarik tangan Rani untuk mengikutinya
Disebelah kiri rumah itu ,ada sebuah ruangan bermain anak-anak
"ini ruangan bermain buat anak-anak kita"ucap Dimas sambil mengelus perut Rani yang masih rata
__ADS_1
"hah....sayang....anak kita belum lahir dan kau....sudah menyiapkan segalanya?"tanya Rani semakin tak percaya dengan apa yang dilakukan suaminya
"aku ingin yang terbaik buat anak-anak ku"ucap Dimas
Rani hanya tersenyum menanggapi ucapan Dimas yang semakin membuatnya senang,dia memeluk Dimas dengan erat. Berkali-kali dia mengucapkan terima kasih pada Dimas
"sebentar,kita belum melihat kamar-kamar kan?"ucap Dimas sambil menarik Rani kedepan salah satu pintu dirumah itu
Mereka melewati bagian belakang rumah itu,Rani berhenti dan memandanginya dengan masih terkejut.
"ya ampun sayang,kolam nya besar sekali"ucap Rani sambil membuka mulutnya setengah
"agar kita bisa berenang bersama anak-anak kita"jawab Dimas sambil tersenyum
Mereka mulai berjalan lagi dan berdiri didepan sebuah pintu,Dimas membuka pintu itu dengan perlahan
"ini kamar tamu,atau bisa juga untuk kamar ibu. Kau bisa bawa ibu tinggal bersama kita"ucap Dimas lagi
Rani langsung memeluk Dimas,dia tidak menyangka kalau Dimas juga memperhatikan keluarganya
"adikmu....sandi,bisa di loteng atas"ucap Dimas lagi
"terima kasih sayang....terima kasih"ucap Rani berkali-kali sambil mengecupi wajah Dimas
Dimas membuka kamar disebelahnya ,terlihat lebih luas dari kamar yang tadi
"waaah......"ucap Rani menutup mulutnya dengan tangannya yang sedikit terbuka
"ini kamar kita,kita bisa melakukannya disini."ucap Dimas tanpa malu
Rani merasa malu mendengar nya,wajahnya sudah memerah. Dimas mengajak Rani ke kamar lainnya,dia tidak ingin berlama-lama didalam kamar nya. Takutnya dia tidak bisa menahan gairah lelaki nya bila sudah berduaan dengan Rani
"sayang....ini...."ucap Rani yang langsung dipotong oleh Dimas
"aku ingin anak kita sepasang"jawab Dimas
Hari ini Rani benar-benar merasa senang,di wajahnya sudah terukir senyum yang manis. Mereka mengelilingi rumah itu lagi.
bersambung....
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘😘😘
__ADS_1