
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Dimas melajukan mobilnya menuju apartemen nya,dia menggendong tubuh Rani dan membawanya kedalam apartemen miliknya.
Dimas merebahkan tubuh Rani secara perlahan agar Rani tidak terbangun, kemudian dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah membersihkan dirinya,Dimas duduk dipinggiran tempat tidurnya menatap ke arah Rani yang masih terlelap. Dimas menyingkirkan rambut-rambut Rani yang menutupi wajahnya,Dimas tersenyum.
"sebentar lagi kau akan menjadi istriku,tinggal menunggu beberapa jam lagi saja"gumam Dimas sambil membelai pipi Rani dengan lembut
Dimas mengambil ponselnya dan menelpon seseorang
"bagaimana?apa sudah kamu persiapkan semuanya?"tanya Dimas ditelpon
"sudah tuan....sesuai dengan perintah anda"jawab asisten Dimas
Dimas sudah membeli sebuah rumah yang tidak begitu besar,tapi memiliki halaman dan taman yang luas. Dia sengaja membeli rumah yang tidak terlalu besar karena Rani menyukai rumah yang sederhana,Rani juga menyukai taman bunga. Makanya pesta pernikahan nya sengaja Dimas memilih bertema taman
Walaupun rumahnya tidak terlalu besar tapi terkesan mewah,Dimas mematikan ponselnya. Dia akan membawa Rani setelah acara pesta pernikahan mereka selesai
Dimas ikut membaringkan tubuhnya di samping Rani sambil memeluk tubuh Rani ,dia pun tidur dengan nyaman
keesokan harinya....
Rani membuka matanya,dia mendapati wajah tampan pria yang membelanya tadi malam. Perlahan jari-jari lentik Rani bermain disekitar rahang tegas milik Dimas,kemudian dia merasakan perutnya yang keroncongan karena tadi malam mereka belum sempat makan malam
Saat Rani ingin bangun dari tidurnya,sepasang tangan kokoh berhasil menarik tubuhnya dan membawanya kedalam pelukannya. Rani memandangi wajah Dimas,mata Dimas masih terpejam tapi tangannya sudah menariknya kedalam pelukannya
"ma....mass...."ucap Rani
__ADS_1
"hhmm..... sebentar,aku ingin tidur seperti ini sebentar saja"jawab Dimas
"sebentar-sebentar....dari tadi malam selalu memelukku dibilang sebentar"gumam Rani dalam hati,saat ini dia sudah sangat lapar.
"maaaasss.....aku...aku lapar"ucap Rani malu,tapi dia harus mengatakannya karena cacing diperutnya sudah berdemo
"hah....eh....maafkan aku,aku lupa kalau tadi malam kita tidak jadi makan"jelas Dimas
"mandilah dulu....aku akan memesan makanan"ucap Dimas melepaskan pelukannya
Dengan cepat Rani melompat turun dari ranjang Dimas,dia masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri. Sementara itu,Dimas sudah sibuk dengan ponselnya. Dia memesan makanan untuk sarapan mereka,kemudian beranjak ke kamar tamu untuk membersihkan tubuhnya
Rani sudah selesai mandi,dia keluar dan melihat paperbag diatas tempat tidur Dimas. Dia mengambilnya,membuka isi paperbag itu dengan hati-hati. Sebuah gaun pernikahan berwarna biru langit,juga sebuah catatan kecil
"hari ini hari pernikahan kita,pakai lah....aku ingin melihatmu tampil cantik"isi dari surat tersebut
Dimas masuk kedalam kamar nya,dia sudah berpakaian rapi seperti pengantin pria pada umumnya. Dimas melihat Rani yang masih menggunakan jubah mandi dan sedang menangis,Dimas mendekatinya dan menepuk pundak Rani dengan lembut
"ada apa?apa kau tidak suka menikah dengan ku?"tanya Dimas dengan nada sedih
Rani mengangkat wajahnya menatap Dimas yang berdiri disampingnya,Rani menggelengkan kepalanya kemudian memeluk tubuh Dimas dengan lembut.
tok....tok....tok...
Dimas melepaskan pelukan Rani,dia membuka pintu kamarnya dan mendapati pelayan yang sudah membawa sarapan mereka.
"susunlah disana"ucap Dimas sambil menunjuk meja dikamar itu
Setelah selesai,Dimas menarik tangan Rani untuk sarapan bersama. Mereka harus cepat karena sebentar lagi para perias akan datang dan merias mereka
__ADS_1
Rani makan dengan hening,dia masih memikirkan keluarga nya. Dihari pernikahannya dia malah sendiri, Dimas masih memperhatikan wajah Rani
tok ...tok....tok....
"masuk...."teriak Dimas disela makannya
"tuan....kami ingin merias nyonya"ucap salah satu penata rias
Dimas menganggukan kepalanya,dia menatap Rani yang masih terlihat muram.
"tersenyumlah....ibu dan adikmu sudah berada dihotel tempat pernikahan kita"bisik Dimas
Rani membulatkan matanya,dia menatap Dimas seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya. Dimas mengambil ponselnya,dia melakukan panggilan video....
"ya....kak..."jawab telpon dari seberang
Dimas menunjukan ponselnya ke arah Rani,Rani menatap ponsel Dimas yang sudah berada wajah adiknya disana. Rani menatap Dimas dan ponselnya secara bergantian,dia masih belum percaya
"kak....cepat lah,kami sudah menunggu disini"ucap adik laki-laki Rani
Rani tidak menjawabnya dengan suaranya,karena dia masih terkejut. Dia hanya menganggukan kepalanya,Dimas mematikan ponsel nya.
"bersiap-siap lah....mereka sudah menunggu kita"bisik Dimas lagi
Rani memeluk tubuh Dimas,dia merasa senang . Kemudian dia berdiri dan duduk dimeja rias untuk segera dihias,dengan wajah yang sudah tersenyum senang.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... makasih 😘😘😘😘
__ADS_1