Pelayan Hati

Pelayan Hati
citra ~ Aldo


__ADS_3

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


Mata citra terbuka perlahan,kepalanya sedikit pusing. Saat ini dia melihat sekeliling nya yang dirasanya bukan lah kamarnya,sambil memijit-mijit keningnya. Citra berusaha duduk dan bersandar ditempat tidur,kamar itu terlihat rapi dan bersih. Citra mengingat-ingat kembali apa yang terjadi padanya terakhir kali,dengan memejamkan matanya dia mengingat kalau dia pingsan saat dikejar oleh paman nya. Apalagi saat itu dia juga melihat Aldo dengan seragam nya sudah berdiri didepannya,entah apa yang terjadi saat ini tapi kalau pun dia ditangkap oleh pamannya. Dia sudah pasrah saja dengan nasibnya,dia tau hal seperti ini lama kelamaan akan terjadi juga padanya.


Citra menghela nafasnya dengan kasar,saat ini dia melihat balkon kamar itu terbuka. Dengan cepat dia berjalan keluar balkon itu,dia melihat kebawah nya ternyata kamar itu terletak dilantai lima gedung itu. Citra benar-benar heran,karena ternyata dia berada diapartemen. Lagi pula mana mungkin pamannya memiliki apartemen Didaerah elit itu,karena nama apartemen itu terlihat jelas dari tempat citra berdiri.


"dimana aku sebenarnya?apa aku sudah dijual oleh paman?dan sekarang berada diapartemen pria yang membeliku?"tanya citra dalam hati


Citra menatap pakaiannya, pakaiannya masih seperti semula dia memakainya. Dia melihat jam yang terdapat didinding, seperti nya dia sudah tertidur sekitar tiga jam-an. Kemudian terdengar suara pintu terbuka


ceklek....


Citra bersembunyi dibalik tirai jendela dekat balkon,dia ingin melihat siapa sebenarnya pria yang sudah membawanya ke kamar itu. Karena kamar itu terlihat sangat mewah,citra juga sudah mengambil vas bunga yang berada di atas meja dekat tempat tidur. Dia akan memukul pria itu dengan sekali pukulan,kemudian dia akan lari keluar dari kamar itu.


Seorang pria berjalan masuk,citra mulai mengintip siapa pria yang membawanya kesana. Dia belum bisa melihat wajah pria itu karena dia membelakangi balkon,sehingga citra tak dapat melihatnya. Perlahan-lahan citra mendekatinya dan melemparkan vas bunga itu ke arah kepala belakang pria itu, pria itu mengelak tapi vas itu tetap mendarat disekitar samping kepalanya.


Citra hendak berlari tapi tangan kekar itu menarik tubuh mungil citra kedalam dekapannya,membuat citra kesusahan untuk bergerak. Citra meronta-ronta berharap bisa lepas,dengan posisi membelakangi pria itu citra berteriak


"lepaskan aku bajingan,tubuhku tidak untuk dijual....lepaskan aku sekarang"teriak citra sambil kaki nya menendang-nendang kedepan, apalagi saat ini tubuh citra sudah diangkat


"tenanglah...."ucap pria itu dengan lembut


Citra seperti pernah mendengar suara pria itu,dengan gerakan perlahan dia melihat ke arah belakangnya. Aldo....ya,pria itu adalah aldo


"tuan....apa yang anda lakukan disini?"tanya citra bingung ,dia tidak percaya jika Aldo yang sudah berada dibelakangnya

__ADS_1


Aldo menurunkan tubuh Citra dengan perlahan,citra pun berbalik. Terlihat darah dibagian leher Aldo,citra merasa bersalah. Dia menarik tangan Aldo agar duduk diatas tempat tidur


"dimana kotak obat anda tuan?"tanya citra menatap wajah Aldo


Aldo menunjuk laci meja dibagian bawah ,citra berjalan ke arah meja dan mengambil kotak didalam laci itu kemudian dia membawanya ke depan Aldo. Citra membuka kotak obat itu dan mulai mengambil kapas untuk membersihkan darah-darah disekitar luka dileher belakang Aldo,nampak agak besar luka dileher belakang Aldo.


"maaf....aku ngak bermaksud tadi,aku hanya takut saja jika..."ucap citra merasa bersalah sambil berhenti dari ucapannya


"paman mu?"tanya Aldo menatap mata citra,membuat citra membulatkan matanya dengan sempurna karena mendengar perkataan Aldo


"an...anda tau?"tanya citra penasaran


flashback on


Aldo baru pulang dari dinas diluar kota bersama komandannya Danu selama seminggu ,oleh karena itu mereka tidak pernah menemui putri juga citra. Hari ini setelah dari kantor nya,Aldo ingin pulang ke apartemen nya tapi dia berhenti sebentar di supermarket yang dilewatinya untuk membeli beberapa bahan makanan juga minuman kaleng karena stok makanan dan minuman diapartemen sudah habis.


"apa karena itu dia menyerahkan kesucian nya pada ku?"gumam Aldo dalam hati sambil masih menatap citra yang berlari ke arahnya dan menabrak dada bidangnya.


Citra mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat Aldo,tapi terhenti karena teriakan dari para pria yang mengejarnya. Citra pun meminta tolong padanya untuk menyelamatkan nya dari pria itu karena dia ingin dijual,membuat Aldo semakin terkejut. Saat tatapan citra dan Aldo bertemu,membuat citra malah semakin menjauhinya dan ingin segera berlari tapi tak lama kemudian citra pun pingsan. Untungnya Aldo langsung berlari mendekat saat citra sudah mulai terjatuh,dia menampung tubuh citra dan membawa nya kedalam pelukannya


"berikan wanita itu padaku"teriak salah satu pria yang mengejarnya tadi


"ada urusan apa anda dengan citra?"ucap Aldo kembali bertanya


"kau kenal citra?"tanya pria itu yang tak lain adalah pamannya citra

__ADS_1


"aku bertanya pada mu,jawab"ucap Aldo menatap tajam pada pria itu


"citra adalah keponakan ku"jawab pria itu


"Oya....lantas kenapa dia berlari ketakutan jika kau adalah pamannya?"tanya Aldo lagi masih dengan tatapan yang sama,paman citra terkejut


"kau ingin menjualnya?"tanya Aldo lagi


"bukan urusan mu,serahkan saja citra padaku."ucap paman citra


Aldo malah menggendong citra dan berjalan menuju ke arah mobilnya,dia ingin membawa citra pergi dari sana. Tapi pamannya citra tidak tinggal diam,kedua anak buahnya sudah menghadang Aldo. Aldo menatap mereka dengan tatapan tajam


"kau siapanya citra?jangan mengganggu rencana ku"teriak paman citra


"aku pacarnya,jadi jangan pernah mengganggu citra lagi"jawab Aldo kesal


"heh.....kau masih mau dengan wanita ini?dia sudah tidak perawan lagi,untuk apa kau pertahanan pacar mu bila begitu"jelas paman citra


"aku yang mengambil kesucian nya,memangnya kenapa?"tanya Aldo tersenyum sinis pada pamannya.


"apa?jadi kau yang membuat aku kehilangan uang seratus juta hah"jawab paman citra terkejut dan juga kesal


"iya....kami melakukannya karena sama-sama suka,jadi aku ingat kan sekali lagi. Jangan pernah mengganggu citra lagi jika tidak....aku akan mematahkan tangan kalian"jelas Aldo


Flashback off

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... Makasih 😘😘😘😘


__ADS_2