
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Rani terbangun saat merasa ada tangan yang berada diperutnya,dia menatap ke arah samping. Terlihat Dimas yang sedang memejamkan matanya,dia benar-benar tidak tau dengan pikirannya.
Setelah ungkapan Dimas tadi membuat nya sedikit ragu untuk semakin dekat dengan pria dihadapannya ini,Rani memandangi wajah Dimas kemudian tangannya menyentuh rahang kokoh milik Dimas.
Rani sudah jatuh cinta pada Dimas, tapi Rani masih belum tau apa Dimas mencintai nya atau tidak. Mungkin tadi malam Dimas mengatakan jatuh cinta padanya karena Dimas sudah mendapatkan apa yang diinginkan nya.
Rani bangkit dari tidurnya setelah meletakan tangan Dimas di tempat tidur,dia berjalan keluar. Rani menuju dapur,dia merasa haus sekali. Terlihat mama Dimas sudah berkutik lagi dengan penggorengan, seperti mama Dimas ingin membuat makan malam untuk mereka karena hari semakin sore.
"ma....sedang apa?"tanya Rani
"kamu sudah bangun,mama mau nyiapin makan malam karena sebentar lagi malam"jawab mama Dimas yang masih menyiapkan bumbu-bumbu yang ingin dimasak nya
Rani mengambil air minum didalam gelasnya,kemudian dia meneguknya dengan sekali tegukan. Rani mendekati mama Dimas,dia sudah membawa tas kecil nya. Mama Dimas yang masih asyik dengan pekerjaannya tidak menyadari jika Rani sedang membawa tas nya
"kamu bantuin mama ya"ucap mama Dimas
__ADS_1
"hhmm....maaf ma, sepertinya Rani harus pergi. Ada yang harus Rani lakukan"jawab Rani sambil tersenyum saat mama Dimas menatap nya dengan heran
"ngak sama Dimas aja nanti,apa....apa kalian bertengkar?"tanya mama Dimas penasaran
"ngak ma....mas Dimas masih tidur,lagian Rani juga ada urusan sebentar saja."ucap Rani meyakinkan mama Dimas
"baiklah....kamu hati-hati ya"jawab mama Dimas
Rani cepat-cepat keluar dari rumah mama nya Dimas,dia ingin kembali ke apartemen Dimas dan mengambil pakaiannya. Rani hanya punya pakaian saja ,dia akan pindah ke tempat kos-kosan yang sudah dilihatnya waktu itu. Dia juga akan bekerja direstauran tempat Randy ,mungkin itu lebih baik daripada mengharapkan Dimas yang belum jelas akan menikahinya.
Lagian mungkin Dimas menidurinya tadi malam karena memang dia terobsesi dengan tubuh dan kesucian Rani,jadi mending Rani menjauh dari Dimas. Hutang-hutang Rani juga sudah dibayarnya,begitu lah yang ada dipikiran Rani
kriiing.... kriiing....
"ya buk"jawab Rani mengangkat ponselnya yang ternyata dari ibu nya dikampung
"bagaimana kabar mu?"tanya ibu Rani
__ADS_1
"Rani sehat buk,ibu sehat juga kan?"ucap Rani
"ini ran.... sebentar lagi adikmu ujian,tapi uang ujiannya belum dibayar. Uang kiriman mu kemarin hanya untuk bayar uang sekolahnya saja"jelas ibu Rani
Rani memang mengirimkan uang bulanan untuk ibu nya agak kurang kemarin,karena uangnya dikumpulkannya untuk membayar hutangnya pada Dimas. Rani bingung harus bagaimana,karena uangnya juga sudah menipis.
"hhmmm...iya buk,nanti Rani kirim lagi."jawab Rani
uuhuuuk....uuhuuk.....
"ibuk.....ibu sudah berobatkan?"tanya Rani karena mendengar suara batuk ibu nya
"sudah....kamu jangan khawatir ya,ibu ngak apa-apa kok"jawab ibu nya
"ibu tutup dulu ya,maafkan ibu karena sudah merepotkan mu"ucap ibu nya lagi
bersambung....
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... makasih 😘😘😘