
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Citra menutup pintu apartemen milik putri,dia berjalan mendekati sepasang kekasih yang sudah duduk di sofa. Mereka menatap citra dengan tajam,meminta penjelasan dengan apa yang dilihatnya
"eekkhmmm ....maaf kan aku, sebenarnya aku mau memberitahukan kepada kalian melalui telepon tapi Aldo selalu bersama ku dari semalam"jelas citra yang sudah duduk menghadap keduanya
Danu dan putri masih mendengar kan,citra masih merasa takut untuk mengatakan nya tapi dia harus segera memberitahu keputusan nya dan juga meminta pendapat mereka.
"aku sudah memutuskan akan pergi,tapi Aldo ingin mengajak ku menikah besok. Dia sudah menyiapkan segalanya,bahkan tadi dia meminta berkas-berkas padaku. Nanti malam dia akan mengambil berkasnya,karena aku pergi nya besok....jadi bagaimana nanti malam?apa aku harus bersembunyi dulu ditempat lain?atau aku harus pergi malam ini saja?"jelas citra ,dia merasa bingung harus bagaimana
"sebaiknya kalian menikah dulu, setelah itu jika kau memutuskan untuk pergi tidak masalah. Anakmu nantinya tidak akan menjadi anak haram,ada buku nikah juga foto nikah kalian nantinya"jelas Danu
"iya....ada benarnya juga,tapi kenapa kau harus pergi juga?Kalian bisa menghadapi ibu nya Aldo bersama-sama"ucap Putri
"perbedaan kami sangat jauh,dari segi bibit bebet bobotnya kami sudah berbeda. Belum lagi ternyata Aldo pemilik perusahaan yang lumayan besar juga dikota ini,mama Aldo juga ngak suka dengan aku. Mama nya nyuruh aku jauhin Aldo "jelas citra menahan tangisnya,matanya sudah berkaca-kaca tapi dia mencoba tersenyum didepan Danu dan putri
"kalau begitu....bolehkah aku ikut dengan mu?kita akan tinggal bersama,aku akan menjual apartemen ini dan mencari apartemen yang murah disana"ucap Putri menatap wajah citra dengan lembut
Danu membulatkan matanya,dia tidak percaya kalau putri mau ikut dengan citra. Kalau itu terjadi,bagaimana dengannya?dia memandangi wajah putri dengan serius tapi putri tidak memperdulikan nya,citra yang tau hati Danu sudah tak tenang malah memilih menutup mulutnya . Menahan tawa nya karena wajah Danu terlihat menyedihkan
"pasti dia sudah membayangkan hidup tanpa putri,"gumam citra masih menatap Danu
Putri melihat citra yang menatap Danu,putri pun ikut menatap Danu. Danu masih berharap putri tidak jadi ikut dengannya,kemudian dia menatap citra. Seolah memohon citra tidak mengijinkannya
__ADS_1
"apa benar kau ingin ikut dengan ku?"tanya citra,dia ingin mengerjai Danu
"iya....disini aku ngak punya temen,nanti kalau mau jalan-jalan dan belanja-belanja aku dengan siapa?"tanya Putri dengan wajah sedihnya
"kan ada aku.....kita bisa ngunjungi citra nanti,kamu disini aja. Bila perlu kamu pindah aja kerumah ku,kalau ngak biar aku yang pindah kesini. Gimana?"bukannya citra yang jawab malah Danu yang jawab panjang lebar
"ha ..ha...ha...."tawa citra menggema diruang tamu apartemen putri,putri dan Danu menatap citra dengan wajah kebingungan
"kamu disini aja put, kasihan pak Danu nanti ngak ada yang temani"jawab citra sambil melirik Danu,hati nya sedikit terhibur dengan melihat pasangan didepannya.
Putri menatap Danu yang wajahnya sudah terlihat sedih,kemudian putri memeluk Danu didepan citra. Danu terkejut tapi dia senang karena putri memeluknya,setelah melepaskan pelukannya. Putri langsung mencium kening Danu dan mengelus pipinya,lalu tersenyum
"iya deh....aku disini aja,tapi kamu janji nemenin aku kalau aku mau jalan. Gimana?"jelas putri menatap Danu
"ini....buat kamu"ucap Putri menyodorkan kotak yang lumayan berat itu pada citra
"dari siapa?"tanya citra bingung,karena dia tidak pernah mendapatkan hadiah atau kiriman dari siapa pun
"ngak tau....buka aja gih"jawab putri sambil ikutan duduk disebelah citra, dia juga ingin tahu apa isinya
Terlihat sebuah gaun pengantin yang sederhana dengan panjang selutut saja,sangat seksi dan cantik. Ada juga mahkota untuk dikepala,sendal yang tidak terlalu tinggi juga kotak kecil yang berisi satu set perhiasan juga ada surat kecil didalamnya.
"kamu harus pakai semua ini besok,aku akan menunggumu dikantor KUA.....pasti cintaku akan lebih terlihat cantik lagi,terima kasih karena sudah mau menikah dengan ku...."surat itu bertuliskan nama Aldo
__ADS_1
Citra meneteskan air mata,dia tidak menyangka Aldo sudah menyiapkan segalanya untuk pernikahan mereka. Malam ini Aldo ingin mengajak citra jalan-jalan sebagai pasangan kekasih,ibaratnya kencan pertama. Besok mereka akan menjadi pasangan kekasih,citra masih bingung dengan pikirannya. Hatinya benar-benar ingin selalu bersama Aldo,tapi keadaan tidak memungkinkan mereka untuk bersatu.
Malam pun tiba,citra sudah memakai dress yang terlihat cantik. Dia ingin tampil cantik didepan Aldo saat ini,mereka sudah berada disebuah restoran mewah. Aldo ruangan VIP untuk makan mereka,citra merasa senang ternyata Aldo pria yang romantis.
Mereka makan dengan suasana hati yang senang, tapi citra masih merasa sedih . Saat ini dia semakin bimbang,apakah harus pergi atau tetap bersama Aldo. Setelah makan ,Aldo mengeluarkan sebuah kotak kecil yang seperti nya berisi cincin. Aldo mengambil tangan citra dan langsung memakaikannya
"cincin ini sebagai cincin pernikahan kita,besok pagi....aku akan menjemputmu"ucap Aldo sambil mencium punggung tangan citra dengan lembut tepat pada jari manisnya.
Citra tidak menjawab,dia hanya tersenyum saja melihat keromantisan Aldo yang ditunjukkan padanya. Hatinya menjadi semakin gelisah,karena sudah selesai makan malam. Aldo dan citra berjalan keluar restoran,Aldo akan mengantarkan citra pulang ke apartemen putri. Disaat bersamaan,mama Aldo bersama teman-teman nya masuk. Mereka melihat Aldo berjalan menggandeng citra,salah satu teman mama Aldo menyapa Aldo karena mereka memang sering bertemu Aldo jika Aldo mengantar mama nya
"wah....Aldo apa kabar?siapa ini?"tanya seorang wanita paruh baya yang juga terlihat anggun dan elegan,terlihat sekali wanita itu dari keluarga kaya
"hallo Tante,Aldo baik....ini calon istri Aldo "jawab Aldo sopan
"waaah jeng....udah mau mantu ya?kok ngak kenalin calon mantunya sama kita-kita?"tanya yang lainnya
Mama Aldo hanya diam saja menatap tajam pada Aldo dan citra,dia benar-benar tidak suka melihat Aldo menggandeng tangan citra.
"tapi calon Aldo bukannya viona?anaknya jeng Ratih?"tanya yang lainnya
"sudah tidak,mereka sudah putus lama"jawab mama Aldo cepat
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.. Makasih ππππ