Pelayan Hati

Pelayan Hati
Deposit???


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Mawar masih duduk di pinggiran tempat tidur,dia sudah memeriksakan kondisi kesehatan Rani. Dia mengernyitkan dahinya dengan bingung, kemudian dia menatap wajah Dimas yang masih merasa khawatir dengan Rani.


Mawar bangkit dari duduknya,dia menatap wajah Dimas yang masih khawatir. Mawar duduk di sofa didalam kamar itu,dia masih memandangi wajah Dimas. Dia benar-benar tak percaya,Dimas yang terkenal anti dengan wanita bisa-bisanya melakukan deposit terlebih dahulu. Jika bukan karena dia mencintai wanita itu,tidak mungkin Dimas melakukannya


"sepertinya kau benar-benar mencintainya ya?"ucap mawar menggoda Dimas


Dimas dan mawar memang pernah dekat,malah karena Dimas tidak pernah berdekatan dengan wanita jadi dimas sering dijodoh-jodohkan dengan mawar. Mawar awalnya menyukai Dimas,tapi karena Dimas hanya menganggapnya sahabat jadi dia tidak ingin berharap lebih pada Dimas.


Dimas mengernyitkan dahinya,dia menatap mawar mencari apa maksud dari ucapan mawar. Mawar tertawa melihat wajah Dimas yang kebingungan


"ha ....ha....ha.....wajah mu itu lucu sekali"ucap mawar


"dengar tuan dingin....kau memang senang berbisnis ya,hingga kau menanamkan deposit lebih dulu agar siapa pun tidak akan bisa menjarah daerah mu"jelas mawar lagi,dia dulu sering memanggil Dimas dengan tuan dingin

__ADS_1


"maksud kamu apa sih ?aku ngak ngerti,mendingan kasih tau langsung kondisi istriku"jawab Dimas kesal mendengar ucapan mawar yang penuh dengan teka-teki


"ha ....ha....tau nya bisnis aja ya kamu,mending besok kamu bawa aja istri kamu ke dokter kandungan biar bisa tau sudah berapa bulan kehamilan istri kamu dan bagaimana keadaan janin yang dikandungnya"jelas mawar lagi


"Mak....maksud kamu deposit apa?apa istriku hamil?"tanya Dimas yang sepertinya tersadar maksud ucapan mawar


"hhmm....iya, kalian baru saja menikah dan ini adalah malam pertama kalian kan tapi..... seperti nya kehamilan istri mu ini bisa dibilang hampir sebulan "jelas mawar lagi


Dimas tersenyum sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal,dia memang sudah memberikan deposit terlebih dahulu pada Rani agar Rani tidak meninggalkan nya waktu itu. Mawar hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah laku Dimas


Dimas menunggu mawar menulis resepnya, Dimas juga mendekati Rani. Dia duduk disamping Rani yang sedang berbaring


"ini....jangan lupa juga berikan susu untuk ibu hamil"ucap mawar lagi


"hhmm...oiya sekalian kau buatkan aku janji dengan dokter kandungan yang terbaik dirumah sakit tempat mu bekerja"ucap Dimas santai

__ADS_1


"iya....iya....ya sudah aku pergi dulu,aku ngak mau mengganggu malam pertama kalian"jawab mawar lagi sambil berdiri dan menuju ke pintu kamar itu


Mawar berjalan menuju lift untuk turun ke parkiran, dengan berjalan sambil melihat ke arah ponselnya. Tanpa sengaja mawar menabrak seseorang


"aduh....."teriak mawar memegang pantatnya karena dia sudah terduduk dilantai


"kalau jalan liat-liat dong,jangan malah main handphone aja "terdengar suara pria ditelinga nya


"hei anak kecil,bukannya bantuin malah marah-marah"ucap mawar kesal


Pria itu hanya berlalu meninggalkan mawar yang masih terduduk dilantai,mawar langsung bangkit sambil mengusap-usap pantatnya yang sakit. Mawar segera masuk kedalam lift dan pergi menuju parkiran untuk pulang ke apartemen nya


Dikamar,Dimas langsung menghubungi sekretaris nya untuk menyuruhnya membelikan resep yang dibuat oleh mawar dan membelikan susu untuk ibu hamil


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘


__ADS_2