
#52
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Tiara yang berniat membantu rani,akhirnya bersedia melakukan apa yang diminta oleh satria. Satria langsung bangkit dari duduknya,dia mendekati dimas yang masih memegang tangan rani sedangkan rani sudah menangis senggugukan.
"lepaskan tanganmu"ucap satria memandang dimas
Tapi dimas yang mendapat pandangan tajam dari satria mau tak mau langsung melepaskan tangan rani,karena melihat satria menganggukan kepalanya
"kalian....lepaskan dia, dan kau....aku tidak akan membalas perbuatan mu karena kau melukai istriku,tapi....berikan dia sebagai penggantinya untuk menjadi pelayan buat istriku"ucap satria tegas
"ta...tapi tuan...aku akan membayarnya dengan yang lain,jangan pelayan ini ya"jawab pak handoko gugup
"istriku mau dia menjadi pelayannya,jika kau tidak bersedia melepaskannya maka bersiaplah perusahaan mu besok akan hancur satu persatu"jelas satria
Ibu kartini tersenyum melihat sikap satria yang menuruti perkataan tiara,selama ini tidak ada yang bisa mengatur satria baik itu ibunya,kakaknya bahkan pacarnya dulu tapi sekarang....tiara bisa dengan mudah membuat satria menyetujui permintaannya
__ADS_1
"bagaimana?kau masih tidak mau melepaskan nya?"tanya satria
"huuuufff....baiklah,jika istri anda memintanya begitu. Tapi uang yang saya kirimkan buat keluarganya harus anda ganti"jawab pak handoko
"aku yang akan membayar uang yang sudah diterimanya,katakan berapa agar aku bisa mengirimkannya kepada anda"jelas dimas
Rani menatap mata dimas,dimas mengedipkan sebelah matanya. Tiba-tiba wajah rani memerah,pak handoko menyebitkan nomor rekeningnya
"berapa jumlahnya?"tanya dimas
"20 juta"jawab pak handoko
"apa?bukan segitu pak,ibuku tidak menerima uang sebanyak itu. Anda hanya memberikan uang 5 juta waktu itu"ucap rani yang tidak terima pak handoko mengambil kesempatan dari dimas
"tapi....uang itu sangat banyak pak,anda tidak boleh seperti ini"ucap rani lagi....karena dia berniat ingin mengembalikan uang yang akan dipinjamkan oleh dimas,walaupun dengan cara mencicilnya
"sudah....sudah....itu sudah aku kirimkan,kau bisa mengeceknya"ucap dimas yang dari tadi diam saja melihat pertengkaran mereka
"kau bisa keluar dari sini,jika tidak... aku akan menutup seluruh akses diperusahaanmu"ucap dimas
__ADS_1
Pak handoko yang mendengar ucapan satria,mau tak mau langsung permisi dengan ibu kartini dan satria. Ibu kartini menghela nafasnya,merasa kalau satria selalu mengancam pak handoko tapi bukan satria namanya kalau tidak melakukan hal seperti itu
"tuan....dokter sudah datang"ucap salah satu pelayan kepada satria
"baiklah....suruh ke kamar ku"jawab satria
Satria langsung menggendong tiara dan membawanya ke kamarnya,dia meletakan tiara diatas tempat tidurnya dan tak berapa lama dokter pun masuk kedalam kamar satria
"silahkan dibuka bajunya nona"ucap dokter itu sambil mengeluarkan salep dan beberapa keperluan dari dalam tas nya
"kau mau apa?kenapa menyuruh nya membuka bajunya?"tanya satria ketus
"ya tuhan....ini tuan satria kenapa sih?apa dia ngak mau aku melihat tubuh wanitanya?" batin dokter itu
"tuan....saya harus memeriksa bahu nona yang terluka, jadi bajunya harus dilepaskan dulu"jawab dokter itu
"tidak boleh....kalau kau tidak bisa memeriksa nya,cari dokter lain"ucap satria lagi
"sayang....kau kenapa?benar kata dokter, aku harus membuka bajuku kalau tidka bagaimana luka ku diobati nya"jelas tiara
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote,like dan komentar nya ya....makasih😘😘😘😘