
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Ditengah-tengah pikiran Rani yang kacau,terdengar bara yang ingin buang air. Rani pun mengantarkan bara ke kamar mandi yang berada dikamar itu,Rani meletakan tas kecilnya diatas karpet bersama dengan Dimas yang akhirnya mu ikut duduk juga
Tak lama Rani menemani bara,ponsel Rani berbunyi. Dimas mengambil ponsel Rani dari dalam tas nya,dia melihat ponsel Rani yang jadul. Jangan kan untuk internet,buat foto aja ngak bisa karena memang ponselnya tidak memiliki kamera. Terlihat dilayar ponsel nama ibu,dengan cepat Dimas menjawabnya
"ran....maafin ibu ganggu kamu ya,besok kamu bisa ngak ngirim uang yang ibu bilang tadi?"
"tadi guru adikmu datang,dia bilang kalau adikmu ngak bisa ikut ujian jika uang SPP nya belum dibayar. Guru nya pikir adikmu sudah memakai uangnya,padahal kan memang belum ada uang buat bayar nya"jelas ibu Rani
"uang yang kamu kirim kemarin,buat berobat ibu padahal ibu bilang ngak usah berobat dulu uuhuuk....uuhuuk..."jelas ibu Rani lagi
"Rani....ran....kok kamu diem aja?kamu masih disana kan nak?"tanya ibu Rani
__ADS_1
"eekh... maaf buk,ini Dimas. Rani lagi dikamar mandi,nganterin bara pipis. "jawab Dimas ragu
"eeh... maaf tuan Dimas,ibu ngak tau kalau tuan Dimas yang jawab ponsel Rani. "ucap ibu Rani terkejut
"ngak apa-apa buk,harusnya saya yang minta maaf karena menjawab ponsel Rani"jawab Dimas sopan
"hhmm....ibu mau ngucapin makasih karena tuan Dimas sudah membantu Rani waktu itu,kalau tidak...mungkin Rani...."ucap ibu Rani
Rani sudah menceritakan semuanya pada ibu nya,dia juga menceritakan mengenai tuan Dimas dan nona Tiara yang membantu nya sewaktu hendak dilecehkan oleh pak Handoko waktu itu
"mana mungkin begitu,tuan kan majikannya Rani. Masak iya saya manggilnya nama saja"ucap ibu Rani merasa segan
"ngak apa-apa Bu,hhmm....Bu,nanti saya telpon lagi ya. Ini kami mau jalan lagi"ucap Dimas cepat
__ADS_1
Dimas tidak ingin Rani tau,dia ingin membantu keluarga Rani. Jika dia membantu Rani secara langsung pasti Rani tidak mau menerimanya,Dimas menyimpan nomor ponsel ibu Rani Karena dia ingin menghubungi ibu Rani diam-diam
Rani keluar dari kamar mandi,dia kembali duduk disamping Dimas. Dimas sudah memasukan ponsel Rani kembali kedalam tas nya,dia menatap wajah Rani yang baru saja dibasuh dengan air. Rani mengambil handuk kecil di dalam lemari nya dan mengelap wajahnya dengan handuk bersih tadi
"sudah???ayo...."ucap Dimas
"hhmm.....mas,aku udah bayar uang mukanya. Sayang kalau ngak jadi nempati nya"jawab Rani
Mendengar panggilan Rani,membuat Dimas senang. Tapi kemudian wajahnya kembali kesal, karena Rani ingin tinggal dikamar kecil itu.
"pokoknya malam ini kamu pulang sama aku ke apartemen,besok kita antar bara ke rumah mama karena Tante Kartini pergi ke rumah mbak ranti."ucap Dimas ngak mau dibantah
Rani menghela nafas nya,dia benar-benar merasa kesal tapi malam ini dia harus merayu Dimas agar mengijinkannya bekerja direstauran besok.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘