Pelayan Hati

Pelayan Hati
rencana aldo


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Putri dan Danu sudah pulang kerumah orang tuanya Danu,sedangkan Aldo masih menunggu citra membereskan dapur bekas memasak nya tadi. Aldo menatap citra dengan lembut, kemudian dia berjalan mendekati citra dan memeluk tubuh citra dari belakang


"sayang ....aku ingin bercinta,karena liburku tidak jadi tiga hari. Aku harus menyelesaikan tugas ku segera,jadi hanya dua hari libur saja. Kita harus memanfaatkan nya agar ada si dedek didalam sini"bisik Aldo sambil mengelus perut citra


Citra membalikan tubuhnya menghadap Aldo,dia mencium bibir Aldo dengan lembut. Kemudian dia menunduk dibawah Aldo,membuka resleting celana jeans nya. Mengeluarkan batang milik Aldo dan langsung mengulum dan menjilatinya perlahan-lahan,memasukan seluruh batangnya kedalam mulutnya hingga penuh. Desahan keluar dari mulut Aldo,dia benar-benar menikmatinya.


Setelah dengan aksinya,citra berdiri dan mulai mencium kembali bibir Aldo. Aldo menggendong citra seperti koala dan membawanya kedalam kamarnya yang berada diapartemen itu. Aldo mulai menindih tubuh citra,dia melakukannya secara perlahan karena dia tidak ingin anak nya merasa kesakitan. Aldo menelusuri tubuh citra yang mulus dengan lidahnya,mengecup dan menjilati tubuh citra dengan lembut. Aldo mulai memasukan batangnya dengan perlahan kedalam gua milik citra, desahan-desahan pun bergantian dibibir keduanya. Aldo melakukan nya dengan perlahan,memompa gua citra dengan lembut hingga akhirnya mereka mencapai klimaks bersama.


Dua hari berlalu,mereka selalu melakukannya secara perlahan. Aldo memanjakan citra,dia terus mengatakan agar jangan meninggalkan nya . Dia berharap citra merubah keputusannya,tapi sepertinya keputusan citra tidak merubah keputusannya.


Disaat hari ketiga,Aldo sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Sedangkan citra sudah menyiapkan makanan untuk sarapan Aldo, dilihatnya suaminya sudah berpakaian seragam. Terlihat sangatlah seksi dimatanya,citra mendekati Aldo dan mencium bibirnya kemudian memeluknya. Mungkin menurutnya ini adalah ciuman dan pelukan terakhir nya ,citra meneteskan air matanya. Dadanya terasa sesak karena akan berpisah selamanya dengan orang yang dicintainya,Aldo mengusap air mata citra


"kamu kenapa?aku hanya pergi dinas,sore nanti aku kan pulang"ucap Aldo menenangkan citra


"seperti ngak bakal ketemu lagi,kamu sampe nangis begini"ucap Aldo lagi sambil menghapus air mata citra yang masih mengalir dipipinya


Citra hanya tersenyum membayangkan semuanya,andai saja mama Aldo benar-benar menerimanya mungkin akan menjadi hal terbaik untuknya. Setelah sarapan,Aldo pun pergi berangkat kerja. Citra mengantarkan Aldo ke depan pintu rumahnya,tak lama Aldo pergi. Citra masuk dan mempersiapkan koper yang akan dibawanya,dia mengambil ponselnya dan menelpon putri agar datang menjemput nya.


Sambil menunggu putri datang,citra menyiapkan makanan untuk Aldo dan meletakan nya di kulkas agar saat Aldo pulang dia tinggal memanaskannya saja. Citra mengerjakannya sambil menangis membayangkan jauh dari Aldo, beberapa hari bersama Aldo membuatnya benar-benar diperhatikan dan dimanja.

__ADS_1


Ting tong....


Bel apartemen Aldo berbunyi,citra berpikir itu adalah putri tapi ternyata mama Aldo yang datang. Citra merasa terkejut,dia bingung mengapa mama Aldo bisa datang ke sini


"masuk ma...."ucap citra berusaha bersikap sopan


"heh..mama?? panggil saya nyonya,kamu ngak pantas memanggil saya mama"ucap mama Aldo


"iii....iya nyonya,silahkan masuk"jawab citra


"aku cuma mau kasih tau kamu,aku belum kalah. Jangan kamu pikir karena kamu sudah menikah dengan Aldo aku bakalan menerima mu,jika kamu hamil maka aku akan membunuh anakmu. Jadi....berusahalah untuk tidak hamil,kau dengar???"jelas mama Aldo menatap tajam pada citra


"mama...maksud saya nyonya ngak perlu bicara begitu,saya akan pergi dari kehidupan Aldo seperti mau anda "jawab citra dengan suara tertekan


Citra masuk kedalam apartemen dan menutup pintu nya,dia bersandar dibalik pintu sambil menangis. Sangat berat rasanya untuk meninggalkan Aldo,tapi mungkin ini yang terbaik buat Aldo.


Didepan Apartemen Aldo sudah menukar mobilnya dengan mobil anggotanya,dia ingin mengikuti citra. Bukan hanya itu,dia sudah meletakan penyadap di pita rambut citra juga GPS tapi rasanya tidak enak jika tidak mengikuti dan melihatnya sendiri. Saat Aldo memerhatikan pintu apartemen nya,dia melihat mama nya masuk. Dengan segera dia menghidupkan pendengar suara yang diletakan dipenyadap di pita rambut milik citra,Aldo mendengar semuanya. Pantas saja citra ingin pergi darinya,ternyata ucapan mama nya benar-benar sangat menyakitkan.


Tak lama mama nya keluar dengan wajah tersenyum,Aldo benar-benar merasa kecewa pada mamanya.


Putri datang dan menjemput citra,Aldo melihat citra masuk kedalam mobil. Disana terlihat Danu juga. Terlihat mata citra yang membengkak,mungkin karena tadi dia menangis lagi. Kemudian terdengar suara-suara dari alat yang dipasang kan pada pita rambut citra

__ADS_1


"kami akan mengantarmu langsung,besok nya kamu bisa langsung datang ke Perusahaan milik papa ku. Aku sudah mengirimkan alamatnya pada putri karena aku tidak tau nomor ponsel mu"jelas Danu dan menjalankan mobilnya


"terima kasih banyak,Karen kalian mau menolong ku"ucap citra


Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai disebuah rumah minimalis yang terlihat mewah. Citra mengernyitkan dahinya,dia tidak menyangka bakalan tinggal dirumah minimalis yang ada halaman juga kolam ikan didepannya. Apalagi rumah itu terlihat sangat mewah bagi citra


"ini rumah siapa?"tanya citra saat ikut keluar dari mobil bersama Danu dan putri


"kamu tinggal disini,ini fasilitas dari kantor papa ku"jawab Danu


"tapi pak....ini terlalu mewah buat aku"jawab citra merasa tidak enak


"tidak apa-apa,kamu sedang hamil jadi harus menikmati keindahan taman juga harus mendapatkan tempat yang layak untuk istirahat"jelas Danu lagi


"terima kasih banyak pak,aku sangat berterima kasih pada kalian berdua"ucap citra sambil memeluk putri dan menangis


Aldo mendengar percakapan mereka,dia benar-benar bersyukur karena Danu yang merupakan atasan juga temannya itu mau membantu citra. Apalagi memberikan tempat terbaik buat citra,Aldo memberhentikan mobilnya tak jauh dari rumah yang akan ditempati citra.


Setelah tau,Aldo kembali menuju rumah mama nya. Ada banyak hal yang ingin dikatakan pada mama nya,dia sudah benar-benar tak sabar . Tapi dia berpikir lagi,lebih baik dia ke kantor nya untuk mengurus surat pindahnya. Dia ingin mengajukan perpindahan tugasnya ke daerah citra tinggal saat ini


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentar nya ya... Makasih 😘😘😘😘😘


__ADS_2